<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043</id><updated>2011-10-16T09:27:14.088-07:00</updated><category term='Dzikir'/><title type='text'>Da'wah Wa Tabligh</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-5751151072202256515</id><published>2011-10-16T09:27:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T09:27:14.110-07:00</updated><title type='text'>Amalan Rasulullah &amp; Fakta Ilmiahnya</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dr  Jamnul Azhar memulai Penjelasannya dengan membawa para hadirin   memikirkan sejenak dengan hadith yang maknanya sedikit sebanyak “Dalam   diri-diri kamu ada tanda-tanda kebesaran Tuhan “. Dokter menyuruh kita   melihat kedua telapak tangan dan perhatikan garis-garis di telapak   tangan&lt;br /&gt;kita.Garisan-garis di tangan kiri menunjukkan angka 8 dan 1  dalam Bahasa  Arab dan tangan kanan 1 dan 8 dan membawa ke jumlah 81 +  18 = 99 yaitu  jumlah nama Allah. Berikut adalah antara intisari  syarahannya secara  singkat:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;b&gt;1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan cara Rasulullah s.a.w, ia akan mencampuradukkan lauk dan   nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu   Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya (yg   last tu), lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah   Rasulullah makan nasi dan lauknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Mengapa?  Karena kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam  enzim, tetapi  konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri.  Ini adalah  karena enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang  dapat  membantu proses pencernaan (digestion), ia merupakan the first  process  of digestion.Mengapa menghisap garam? Karena garam adalah sumber   mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita.&lt;br /&gt;Dua cecah garam  dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air  mineral. Kita berasal  dari tanah maka sewajarnya bahan yang asal dari  bumi (tanah)&lt;br /&gt;inilah yg paling berkhasiat untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kenapa  garam? Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga  adalah  penawar yang paling mujarab untuk keracunan, menurut Dr,   dihospital-hospital, the first line of treatment for poisoning adalah   dengan memberi Sodium Chloride, yaitu GARAM. Garam juga dapat&lt;br /&gt;mencegah sihir dan makhluk halus yang ingin menggangu manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;b&gt;2. Cara Rasulullah mengunyah &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;-  Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan   itu benar-benar lumat agar perut kita&amp;nbsp;mudah memproseskan makanan&lt;br /&gt;itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;b&gt;3. Membaca Basmalah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- (Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk   menghindari penyakit. Karena bakteri dan racun ada membuat perjanjian   dengan Allah, apabila Basmalah dibaca maka bakteri dan racun akan musnah   dari sumber makanan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;b&gt;4. Cara Rasulullah minum. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;-Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang   menghampiri ke haram. Jangan kita minum dari bekas yg besar dan jangan   bernafas sedang kita minum. Karena bila kita minum dari bekas yg besar,   lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu   akan bernafas danmenghembuskan nafas dari hidung kita. Karena bila  kita  hembus, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu karbon dioksida, yang  apabila  bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan  cuka,  menyebabkan minuman itu menjadi acidic. Jangan meniup air yg  panas,  sebabnya sama diatas.&lt;br /&gt;Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;b&gt;Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum menikah yang berzina, dan merajam sehingga mati org yg sudah menikah yang &lt;/b&gt;&lt;b&gt;berzina? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Badan  manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik  yg dapat  melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di daerah tulang  belakang,&lt;br /&gt;dekat dengan sumsum tulang manusia.Lelaki yang belum menikah dia akan   dapat mengeluarkan ribuan sel ini, sedangkan pria yang sudah menikah   hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, karena antara sebabnya   adalah karena sel-sel lain akan hilang karena hubungan suami istri.  Jadi  bila&lt;br /&gt;pria yang belum menikah tersedia salah karena zina  hendaklah dicambuk  100 kali. Ini adalah karena apabila dia dicambuk di  belakangnya, suatu  peringatan tentang kesakitan itu akan membuat  penghasilan beribu sel  antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia  ada di badannya, dengan  itu dapatlah antibodi melawan virus HIV itu.  Tetapi jika lelaki itu  sudah menikah, walaupun dicambuk 100 kali ia  akan tetap menghasilkan 10  unit antibodi saja, jadi dengan itu  hukumannya dirajam hingga mati agar  dia tidak dapat merebakkan virus  HIV itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Itulah  sedikit sebanyak inti ceramah yg disampaikan oleh Dr Jamnul  Azhar.  Mohon ia akan memberi manfaat pada Anda sekalian, dan sedikit&lt;br /&gt;informasi yang diberikan oleh Mudaris (guru) ana,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;b&gt;Mudaris Iskandar mengenai Ka’bah. Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah dan mengapa ia empat persegi (cube). &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ia terletak di posisinya sekarang karena setelah membuat penelitian  oleh  para cendikiawan dari Pakistan dan Arab, didapati, tempat  terletaknya  Ka’bah sekarang itu, adalah benar-benar di tengah bumi.  Mengapa ia empat  persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak  maju bersama,  equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, dimana  ia diumpamakan,  seperti hanya seorang pemenang yg berada diatas  setelah ia menginjak  yang lain. Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi  melambangkan 4 imam  besar, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafi’i,  melambangkan kebenaran  keempat Imam tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-5751151072202256515?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/5751151072202256515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/amalan-rasulullah-fakta-ilmiahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5751151072202256515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5751151072202256515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/amalan-rasulullah-fakta-ilmiahnya.html' title='Amalan Rasulullah &amp; Fakta Ilmiahnya'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-5322081302421671243</id><published>2011-10-16T09:20:00.003-07:00</published><updated>2011-10-16T09:20:36.944-07:00</updated><title type='text'>Pola Hidup Sehat dalam Sunnah Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Jika  ada manusia sempurna, maka manusia yang paling sempurna adalah   Rasulullah saw. Kesempurnaan pribadi Rasulullah bukan hanya dalam   penampilan luar saja. Beliau sempurna dalam fisik, sempurna dalam   spiritual, dan juga akhlaknya. Karena itulah Allah menjadikannya sebagai   teladan bagi kehidupan manusia di dalam firmanNya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya  telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang  baik bagimu  (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan  (kedatangan) hari  kiamat dan Dia banyak menyebut Allah&lt;/strong&gt;. (al-Ahzab:21)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Rasulullah  saw, tidak hanya menginginkan agar umatnya rajin  beribadah, namun  kondisi fisiknya lemah. Beliau bahkan menyatakan mukmin  yang lebih  dicintai Allah adalah mukmin yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ  مِنْ  الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah saw bersabda: ‘&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Orang  mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah swt daripada  orang mukmin yang lemah. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;(HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kesehatan  adalah dasar yang sangat penting untuk terwujudnya kekuatan  seorang  mukmin. Dan rasul saw pun telah meneladankan hidup sehat.  Marilah kita  cermati hadits-hadits nabi saw untuk meneladani pola hidup  sehat yang  beliau teladankan bagi kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ccffff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Pola Tidur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;1 - Segera tidur, tidak tidur sebelum Isya’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  أَبِي بَرْزَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ  كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ  بَعْدَهَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Abu Barzah, bahwasannya &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah saw membenci tidur sebelum  shalat ‘Isya dan berbincang-bincang setelahnya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Pengaruh  begadang terhadap kesehatan menurut Dr. Harvey Moldofsky,  Direktur  Center for Sleep and Chronobiology di Universitas Toronto, akan  merusak  jam biologis. Dan dampak selanjutnya akan mempengaruhi sistem  hormon  yang bisa membantu pemulihan jaringan di seluruh badan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;2 - Tidur siang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Anas bin Malik, bahwasannya ia berkata; Rasulullah saw bersabda; &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt; Tidur siang (Qailulah)lah, karena syetan-syetan tidak tidur siang &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;(HR  Abu Nu’aim dalam kitab ath-Thibb, dan ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Yang dimaksud dengan qailulah adalah istirahat di tengah hari, walaupun tidak disertai tidur&lt;/span&gt;. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tidur  siang selama antara 20 – 30 menit banyak manfaatnya bagi  manusia.  Tidur siang ini berfungsi untuk stamina, serta meningkatkan   produktivitas dan kreativitas kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;3 - Tidur di sisi kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  قَالَ  إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ   اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى   أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ   ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا   مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ   وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ   فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari  Barra’ bin ‘Azib, bahwasannya Rasulullah saw bersabda apabila  kau  hendak tidur, maka berwudlulah seperti wudlumu untuk shalat,  kemudian  berbaringlah di sisi kanan, kemudian bacalah do’a (yang  artinya) “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Ya  Allah sesungguhnya Aku telah tundukkan wajahku kepadaMu,  dan aku  serahkan urusanku kepadaMu, dan aku tundukkan punggungku di  hadapan-Mu  dengan penuh harapan dan rasa takut kepadaMu. Tidak ada  tempat  berlindung dan tempat menyelamatkan diri dariMu melainkan  kepada-Mu,  aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan  beriman kepada  Nabi yang Engkau telah utus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;”, dan jadikanlah kalimah itu  sebagai akhir perkataanmu, jika engkau mati pada malam hari itu, kau  mati dalam keadaan fitrah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Rahasia  tidur dengan posisi seperti ini, darah akan lebih  terdistribusi ke  seluruh tubuh sehingga kerja jantung akan lebih ringan.  Selain itu juga  memberikan kesempatan kepada lambung untuk  beristirahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ccffff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Pola Makan Rasulullah saw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;1 - Keseimbangan makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى  الله  عليه وسلم يَقُولُ&amp;nbsp; مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ   بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ   مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Ma’dikarib, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw  bersabda “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Tiada  ada bejana anak Adam yang diisi oleh manusia yang lebih  buruk dari  perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar  dapat  menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak  mau,  maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan,  sepertiga  minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;” (HR. Ahmad,  Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Keseimbangan  makan seperti ini bukan hanya menyebabkan kesehatan  fisik, namun juga  menjaga kesehatan ruhiyah. Sehingga tidak timbul rasa  malas untuk  melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;2 - Menjaga kesehatan Makanan dan minuman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم  نَهَى  عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا  فِى  الإِنَاءِ قَالَ&amp;nbsp; أَهْرِقْهَا . قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ  نَفَسٍ  وَاحِدٍ قَالَ : فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Nabi saw melarang untuk meniup ke  dalam minuman&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Kemudian seroang laki-laki berkata, “&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;strong&gt;Lalu bagaimana bila  aku melihat kotoran di dalam bejana?”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Beliau bersabda: “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Kalau begitu,  tumpahkanlah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;” Ia berkata lagi, “&lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;strong&gt;Sungguh, aku tidaklah puasa dengan  sekali tarikan nafas.”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Beliau bersabda: “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Kalau begitu, jauhkanlah bejana  (tempat untuk minum) dari mulutmu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;” (HR at-Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ أَبِى قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Abu Qatadah; Bahwa &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Nabi saw melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. (HR al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Orang  yang bernafas mengeluarkan karbon (C02), dan jika zat ini  bersenyawa  dengan air maka akan mencemari air di dalam gelas. Bila  petunjuk  Rasulullah saw ini kita kembangkan, maka kita harus menjauhkan  dari  hal-hal yang menjadikan bahan makanan kita mengandung zat-zat yang   berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;3 - Menutup tempat makanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا   السِّقَاءَ فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لَا   يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ   وِكَاءٌ إِلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Jabir bin ‘Abdullah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Tutuplah  bejana-bejana, dan  ikatlah tempat-tempat minuman, karena di suatu  malam pada setiap  tahunnya akan ada wabah penyakit (berbahaya) yang  akan jatuh ke dalam  bejana dan ketempat-tempat air yang tidak tertutup.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Makanan  dan minuman yang terbuka sangat mudah terkena debu ataupun  dimasuki  binatang-binatang pembawa kuman, seperti lalat, cicak dan  lain-lainnya.  Anjuran Rasulullah saw untuk menutup makanan agar tidak  kemasukan  kuman sangat jelas di dalam hadits ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;4 - Makan Buah-buahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ جَعْفَرٍ قَالَ  رَأَيْتُ  النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ الرُّطَبَ   بِالْقِثَّاءِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari sa’d, bahwasannya ia berkata, “Aku mendengar Abdullah bin Ja’far  berkata, “&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Aku melihat Nabi saw makan kurma segar dengan qitsa` (sejenis  mentimun).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ccffff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Pola Hidup Bersih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;1 - Menjaga kebersihan gigi dengan bersiwak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ أَنَسٌ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Anas, bahwasannya ia berkata, “Rasulullah saw bersabda: “&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Aku  telah terlalu sering memperingatkan kalian untuk selalu bersiwak.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;” (HR  al- Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;dari Hudzaifah berkata, “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;” (HR  al- Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى  أُمَّتِي  أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ  صَلَاةٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Sekiranya  tidak  memberatkan ummatku atau manusia, niscaya aku akan perintahkan  kepada  mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali hendak  shalat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;”  (HR al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Mulut  adalah rongga tempat mengolah makan pertama kali. Karena itu di  dalam  mulut sering ada sisa-sisa makanan. Sisa-sisa ini akan menjadi  tempat  tumbuh dan berkembangnya penyakit apabila tidak dibersihkan.  Anjuran  Rasulullah saw untuk bersiwak (gosok gigi) menunjukkan perhatian  beliau  yang sangat tinggi terhadap kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;2 - Menjaga kebersihan tubuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  عَشْرٌ مِنَ  الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ  وَالسِّوَاكُ  وَالاِسْتِنْشَاقُ بِالْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ  الْبَرَاجِمِ  وَنَتْفُ الإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ  . يَعْنِى  الاِسْتِنْجَاءَ بِالْمَاءِ. قَالَ زَكَرِيَّا قَالَ مُصْعَبٌ  وَنَسِيتُ  الْعَاشِرَةَ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Aisyah dia berkata, “Rasulullah saw bersabda: “A&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;da  sepuluh  perkara dari fitrah; mencukur kumis, memanjangkan jenggot,  bersiwak,  beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), memotong kuku,  bersuci  dengan air, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan  beristinja’  dengan air.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;” Zakariya berkata, Mush’ab berkata, “&lt;span style="color: blue;"&gt;Dan aku lupa yang  kesepuluh, kemungkinan adalah berkumur-kumur.&lt;/span&gt;” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Di dalam riwayat lain,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ  قَالَ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ  الْخِتَانُ  وَالِاسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ  وَقَصُّ  الشَّارِبِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: “&lt;strong&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Fithrah  itu ada  lima, atau ada lima fithrah yaitu: khitan, mencukur bulu  kemaluan,  memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Baik  dalam lima atau yang sepuluh hal di dalam hadits di atas  semuanya  mengajarkan kebersihan tubuh. Dan kebersihan tubuh akan  menjauhkan  seseorang dari kuman yang menyebabkannya menjadi sakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;3 - Kebersihan air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ  قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ   يَغْتَسِلُ مِنْهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: “&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Janganlah salah  seorang di antara kalian kencing di air yang menggenang kemudian dia  mandi darinya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;” (HR al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Air  kencing mengandung banyak zat-zat beracun yang dikeluarkan dari  dalam  tubuh. Jika seseorang kencing di dalam air yang menggenang dan  tidak  mengalir lalu mandi dengan air itu, maka artinya ia mandi dengan  air  yang mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuhnya. Tindakan  ini  bisa berakibat buruk bagi kesehatan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ccffff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Berolah raga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Di antara beberapa cabang olah raga yang dilakukan pada masa Rasulullah saw adalah sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Panahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ {  وَأَعِدُّوا  لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ } أَلَا إِنَّ  الْقُوَّةَ  الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ  الْقُوَّةَ  الرَّمْيُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari ‘Uqbah bin ‘Amir berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah saw  menyampaikan ketika beliau di atas mimbar: ‘&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;(Dan  siapkanlah untuk  menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu  sanggupi) ‘ (Al Anfaal:  60), ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu  adalah memanah, ketahuilah  sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah,  ketahuilah sesungguhnya  kekuatan itu adalah memanah.”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ  سَابَقَ بِالْخَيْلِ الَّتِي قَدْ أُضْمِرَتْ مِنْ الْحَفْيَاءِ  وَكَانَ  أَمَدُهَا ثَنِيَّةَ الْوَدَاعِ وَسَابَقَ بَيْنَ الْخَيْلِ  الَّتِي لَمْ  تُضْمَرْ مِنْ الثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ  وَكَانَ ابْنُ  عُمَرَ فِيمَنْ سَابَقَ بِهَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Berkuda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Ibnu Umar, bahwa &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam pernah  mengadakan lomba pacuan kuda yang  telah mengkabarkan kepada kamilah  dilatih dari Haifa sampai ke  Tsaniyatul Wada’, dankuda yang belum  dilatih dari Tsaniyah hingga  Masjid Bani zurai’. Dan Ibnu’Umar sendiri  turut dalam perlombaan itu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Gulat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;عَنْ  عَلِيِّ بْنِ رُكَانَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رُكَانَةَ صَارَعَ  النَّبِيَّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَرَعَهُ النَّبِيُّ  صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُكَانَةُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;dari Ali bin Rukanah, bahwsannya ia berkata, “&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Rukanah pernah  menggulat (membanting) Nabi saw, lalu Nabi saw ganti membanting rukanah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.  (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-5322081302421671243?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/5322081302421671243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/pola-hidup-sehat-dalam-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5322081302421671243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5322081302421671243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/pola-hidup-sehat-dalam-sunnah.html' title='Pola Hidup Sehat dalam Sunnah Rasulullah SAW'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-6183329187559786656</id><published>2011-10-16T09:17:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T09:17:44.773-07:00</updated><title type='text'>Sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Realitas Umat</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sirah   Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang harum, sejarah hidup manusia   pilihan yang berisi akhlak-akhlak Nabi, mukjizat-mukjizat Muhammad   Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan kejadian-kejadian yang melibatkan   Rasulullah, semuanya adalah sumber air yang deras dan mata air jernih   dan melimpah. Air segarnya bisa ditimba oleh setiap orang yang ingin   membersihkan dirinya dari polusi-polusi berhala dan menyelamatkan   dirinya dari noda-noda jahiliyah. Bahkan sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi   Wasallam laksana matahari yang bersinar terang, bulan purnama yang   bercahaya, pemantik api yang menyala, dan cahaya berbinar, yang dapat   melenyapkan gelapnya penyimpangan akidah, prilaku sosial, akhlak dan   lain-lainnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sesungguhnya  kebutuhan umat akan pengetahuan tentang Sirah Nabi   Shallallahu  ‘Alaihi Wasallam dan pengambilan sinar dari pelita kenabian  melebihi  kebutuhan lainnya. Bahkan urgensinya melebihi segala hal yang  dianggap  urgen. Maka setiap orang yang mengharapkan Allah dan hari Akhir  selalu  menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai suri   tauladan dan menempatkan Nabi sebagai panutan. Sebagaimana firman Allah   Subhanahu Wata’ala. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;لَّقَدْ  كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن  كَانَ يَرْجُوا  اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya   telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu   (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari   kiamat dan dia banyak menyebut Allah. &lt;/strong&gt;(QS. Al-Ahzab :21) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Orang-orang   yang beriman dengan sungguh-sungguh selalu menggali urusan-urusannya   dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena segala sesuatu   bisa berjalan dengan baik tanpa hal itu. Maka petunjuknyalah yang mereka   ikuti, hanya dengan cahaya Sunnahnya mereka berjalan, dari mata air   kenabiannya mereka memuaskan dahaganya, panji-panji petunjuknyalah yang   mereka angkat, dan hanya dibawah benderanya mereka berkumpul. Mereka   menjatuhkan bendera-bendera yang mencurigakan, menyingkirkan   simbol-simbol tauhid dan mutaba’ah (mengikuti Sunnah). Simbol  inilah  yang mereka jadikan sebagai pedoman hidup, bekal kematian, obyek   perjuangan, dan pegangan untuk berjumpa dengan Tuhan semesta Alam. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kebutuhan  umat untuk menjadikan Sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi  Wasallam sebagai  petunjuk dan teladan belum pernah sebesar kebutuhan  mereka saat ini.  Saat umat tengah dihantam beragam gelombang cobaan,  lingkaran fitnah  saling silang, hawa nafsu menjadi pemenang, anggapan  dan pendapat  berkuasa. Di samping itu umat juga berhadapan dengan  serangan yang  terbuka, tantangan yang licik, dan persekongkolan yang  mengerikan dari  musuh-musuh Islam yang memiliki latar belakang agama  yang beragam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Mereka  dipimpin oleh orang-orang yang dikutuk dan dimurkai  oleh Allah.  Sebagian mereka diubah wujudnya menjadi monyet dan babi,  serta mengabdi  kepada Thaghut. Yaitu orang-orang yahudi, Zionis, dan  para  pendukungnya yang berasal dari kalangan penyeru trinitas dan  penyembah  salib. Serta para pendukung mereka dari kalangan orang-orang  yang  terpedaya oleh mereka, dan orang-orang sekuler dan para penganjur   westernisasi yang terpengaruh dengan panah gagasan mereka dan borok   budaya barat.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kepedihan   semakin parah ketika banyak umat Islam yang tidak mengetahui hakikat   agama dan esensi akidahnya. Mereka justru mengikuti arus yang datang   tanpa memilah dan memilih. Atau mereka bersikukuh mempertahankan warisan   bid’ah tanpa penyelidikan dan penelitian.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dan  ketika  dibuat perbandingan atas pandangan mayoritas umat Islam  terhadap Sirah  Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, anda benar-benar  menemukan keanehan  yang luar biasa. Sebagian orang berlebih-lebihan  dalam memuja Muhammad  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan menempatkannya  pada posisi tuhan. Ada  golongan yang tidak peduli kepadanya. Dan ada  orang yang memandang Sirah  Nabi sebagai cerita belaka yang bisa dibaca  tanpa perlu diikuti dan  diteladani. Sehingga tidak mampu menggerakkan  hati, membangkitkan  harapan, dan mengasah tekadnya.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abul  Qosim  Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib Al-Hasyimi Al-Qurasyi  lebih  dari seorang tokoh besar di dalam sejarah. Karena kemuliaan  seseorang  Nabi dan kehormatan seorang Rasul yang membuatnya harus  dicintai dan  diikuti. Hubungan kita dengan Rasul tercinta dan Sirahnya  yang semerbak  bukanlah hubungan sementara atau kisah tentang mukjizat  dan nostalgia  belaka. Melainkan hubungan erat yang berlaku dalam segala  kondisi dan  urusan sampai nyawa terlepas dari badan. Figur Nabi  Shallallahu ‘Alaihi  Wasallam bukanlah figure yang tenggelam dan  terkubur di dalam sejarah  yang kadang timbul dan kadang tenggelam.  Kisah beliau memenuhi cakrawala  dan kesaksian terhadap kerasulannya  bergaung melalui mimbar-mimbar dan  meleset melalui menara-menara. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Seorang  muslim  yang tidak menghayati cinta Rasulullah di dalam hatinya dan  tidak  meneladani beliau di dalam tindakan dan pikirannya di setiap  waktu dan  setiap saat, maka tidak berguna baginya mendendangkan sejarah  hidup  beliau dan menyusun kata-kata yang memuja dan memuji beliau. Dan  tidak  ada yang lebih berharga dan lebih tinggi di banding pujian dan  sanjungan  yang diberikan Tuhan kepada beliau. Bukankah dia telah  mengharumkan  namanya, mengangkat derajatnya setinggi-tigginya, dan  melapangkan  dadanya ?  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kecenderungan   sebagian umat Islam untuk menyatakan kecintaan mereka kepada Nabinya   melalui kata-kata, sesungguhnya terjadi ketika mereka tidak mampu   memikul beban amal, jiwa mereka meninggalkan tekad yang kuat, dan   menyerah kepada kemalasan. Sebab, upaya yang membutuhkan tekad yang kuat   ialah memegang teguh dan meneladani. Daripada berdendang dan  bernyanyi,  seorang muslim yang serius memilih bangkit untuk mengoreksi  diri  sendiri dan memperbaiki kondisi pribadi. Sehingga ia dapat  benar-benar  meneladani Rasulullah dan menerjemahkan pengakuannya ke  dalam realitas  nyata di segala bidang. Mulai dari urusan duniawi,  ukhrawi, perang,  damai, suka, duka, ilmu,amal, ibadah hingga muamalah.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Menjadikan   Islam menjadi menggelengkan kepala, memperbesar surban, memperpanjang   tasbih, diikuti dengan mulut komat kamit, mengandalkan bacaan-bacaan   dzikir yang tidak diajarkan oleh Allah, dan mempertahankan   kasidah-kasidah dan syair-syair pujian benar-benar sesuatu yang aneh dan   sulit diterima akal sehat.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dan  yang  lebih gila lagi, hal-hal semacam itu dijadikan sebagai parameter  untuk  mengukur benar atau tidaknya kecintaan seseorang kepada Nabi  Shallallahu  ‘Alaihi Wasallam, dan pedoman untuk menuduh orang yang  meninggalkannya  dan menunjukkan kekeliruannya sebagai orang yang  melecehkan Nabi  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Seperti kata pepatah : ‘‘&lt;span style="color: blue;"&gt; Itu adalah prilaku yang kuketahui dari Akhzam&lt;/span&gt;’’. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Jadi,  cinta kita  kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tertanam di  lubuk hati  kita. Dan cinta kepada beliau tidak bisa masuk ke dalam hati  semua orang  yang munafik dan ingkar.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sayangnya,   musuh-musuh agama berhasil meruntuhkan bangunan cinta tersebut dan   menghancurkan pilar-pilarnya akibat lengahnya para penganjur kebaikan.   Wahai para pecinta Rasulullah, bagaimana mungkin warisan Nabi   Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dibiarkan menjadi jarahan musuh ? Bagaimana   mungkin agama Allah diutak-atik dan diubah dalam kelengahan dan   ketenangan ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Bagaimana  mungkin jahiliyah masa lalu disiapkan untuk  kembali lagi ? Maka  hendaknya seluruh umat Islam memahami sejarah hidup  Rasulnya dengan  pemahaman yang dilandasi dalil dan argumen yang jelas.  Sebelum mereka  tersesat oleh jalan yang bengkok dan menjauhi dari jalan  yang benar.  Sementara mereka beranggapan bahwa diri mereka tengah  melakukan  kebajikan.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Umat  ini pernah mengalami gejala-gejala semacam ini pasca  berakhirnya tiga  generasi awal Islam. Ternyata gejala-gejala semacam itu  tidak  memberikan manfaat apa-apa, tidak bisa mengembalikan kejayaan,  tidak  mampu melahirkan imunitas (kekebalan), dan tidak sanggup  mengembalikan  tempat-tempat yang disucikan. Apabila umat Islam yang  telah mengalami  kondisi yang memperihatinkan ini berbicara tentang  mukjizat-mukjizat  Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mana mungkin  pembicaraan itu terasa  nikmat, dan mana mungkin perbincangan itu terasa  enak ? Sementara  tempat-tempat yang disucikan oleh umat Islam  diobrak-abrik oleh  musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi yang keji !  Lihatlah ! Mereka  menunjukkan sikap permusuhannya secara terbuka dan  membuat nyala api  fitnah semakin membara dan mengincar tempat-tempat  ibadah umat Islam.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Pantaskah  kita  berbicara tentang mukjizat dan nostalgia sementara orang-orang  serba  menyerang saudara-saudara kita dan menginjak-injak kehormatan di   Republik Bosnia Herzegovina ?  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Apa  enaknya  berbicara, sementara orang-orang hindu penyembah berhala yang   nyata-nyata menyimpan dendam kesumat mengincar masjid-masjid dan   tempat-tempat ibadah kita di anak benua India ? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Bagaimana  ?  Dan bagaimana ? Sementara isu-isu keislaman menggantung dan   masalah-masalah umat Islam tengah terperosok, kecuali orang-orang yang   mendapat rahmat Allah. Laa haula wala quwwata illa billah.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Wahai  umat Islam, sesungguhnya kita perlu  memperbaharui orientasi,  mengoreksi sikap, dan berfikir panjang untuk  melakukan evaluasi dan  introspeksi. Dengan mengkaji sirah Nabi , kita  ingin mendapatkan  sesuatu yang bisa meningkatkan iman, menyucikan hati,  memperbaiki  perangai dan meluruskan orientasi. Banyak orang yang keliru  ketika  memandang Nabi Shllallahu ‘Alaihi Wasallam dan sejarah hidupnya  seperti  memandang orang-orang besar di masa mereka, hanya pada  aspek-aspek  tertentu yang sangat terbatas berdasarkan ilmu pengetahuan,  pengalaman,  atau kejeniusan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Karena  Rasulullah memiliki seluruh aspek  kebesaran di dalam dirinya,  prilakunya, dan seluruh hal-ihwalnya.  Meskipun demikian, beliau  bukanlah tuhan yang bisa dijadikan sebagai  tempat mengadu atau  disembah. Beliau hanyalah seorang Nabi yang harus  ditaati dan diikuti.  Beliau adalah anugerah yang diberikan Allah kepada  umat ini.  Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَقَدْ مَنَّ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;strong&gt;Sungguh  Allah  telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika  Allah  mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka  sendiri.&lt;/strong&gt; (QS.Ali Imran :164) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sungguh   sangat disayangkan bahwa sebagian umat Islam tidak menghargai  Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana mestinya. Meskipun  mereka  mencintai dan menghormatinya.  Karena kecintaan mereka adalah  cinta  pasif yang tidak punya gaung di dalam perilaku dan perbuatan.   Perhatikanlah petunjuk Nabi di bidang akhlak, maka anda akan mendapatkan   contoh yang sempurna dalam hal kelembutan hati, keringanan tangan,   menghindari hal yang menyakitkan hati, berbagi, menjaga kehormatan diri   dan mempertahankan integritas. Beliau selalu berseri-seri, mudah   kompromi, sangat santun, tidak kasar dan tidak suka berteriak-teriak di   pasar.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Anas Radiyallahu ‘Anhu menyatakan : ‘  &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Aku  tidak pernah memegang kain sutera yang lebih lembut dari tangan   Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dan aku tidak pernah mencium   sesuatu yang lebih harum dari bau tubuh Rasulullah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;’. ( HR. Ahmad,3/227 Al-Bukhari, 3561, dan Muslim, 2330 )  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt; Ia juga mengatakan: ‘ &lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;strong&gt; Aku pernah menjadi pembantu Rasulullah selama 10 tahun. Selama itu  beliau tidak pernah berkata ‘Ah’ &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;kepadaku. Beliau tidak pernah bertanya:  &lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa  kamu lakukan itu ? untuk sesuatu yang aku lakukan. Dan beliau  juga  tidak pernah bertanya : Mengapa kamu tidak melakukan ini ? untuk   sesuatu yang tidak aku lakukan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;’. (HR. Al-Bukhari, 3068, Muslim, 2309 dan At-Tirmidzi, 2015 ). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abdullah Bin Harits Radiyallahu ‘anhu berkata : ‘&lt;span style="color: blue;"&gt;Aku tidak pernah melihat orang yang lebih banyak tersenyum selain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Di dalam  Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan bahwa Anas bin Malik  Radiyallahu ‘Anhu berkata : &lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Aku  pernah berjalan kaki bersama Rasulullah  sementara beliau mengenakan  jubah ala Narjan yang bagian tepinya keras.  Kemudian beliau disusul  oleh seorang badui yang langsung menarik jubah  beliau dengan keras. Aku  melihat kulit pundak Nabi Shallallahu ‘Alaihi  Wasallam dan terdapat  bekas tepi jubah yang ditarik dengan kera&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;s&lt;/span&gt;. Lalu  ia berkata : ‘‘&lt;span style="color: maroon;"&gt;Berilah aku sesuatu dari harta Allah yang ada padamu. &lt;/span&gt; ‘&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Beliau menoleh ke arahnya lalu tertawa dan memerintahkan agar  memberinya sesuatu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.’’(HR. Al-Bukhari, 3149 dan Muslim, 1057) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sungguh   benar-benar perangai yang luhur dan akhlak yang mulia. Lalu,apakah   orang-orang yang mendendangkan sejarah hidupnya saat ini mau mengikuti   jejaknya.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abdullah bin Rawahah berkata :  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="color: teal;"&gt;&lt;strong&gt;Di tengah kami ada utusan Allah yang membaca kitabNya&lt;br /&gt;Ketika kebaikan muncul dari fajar dan bersinar terang&lt;br /&gt;Dia membuat kami melihat petunjuk setelah kami buta&lt;br /&gt;Hati kami pun yakin bahwa apa katanya pasti terjadi&lt;br /&gt;Pinggangnya jauh dari kasurnya sepanjang malam&lt;br /&gt;Kala orang-orang musyrik berat meninggalkan ranjangnya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Ali  Radiyallahu ‘Anhu berkata: ‘&lt;span style="color: blue;"&gt;Dahulu  ketika kondisi mencekam dan pasukan  telah bertemu dengan pasukan, kami  berlindung kepada Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Maka tidak  ada orang yang lebih dekat  dengan musuh selain beliau. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Begitu  juga  dalam interaksi beliau dengan Sahabat-Sahabat, keluarga dan   istri-istrinya. Termasuk di dalam mengelola Negara Islam, beribadah   kepada Tuhan, membelanjakan harta dan berbagi dengan sesama. Serta upaya   menjalankan tugas kerasulannya dan menyampaikan dakwahnya.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;  Sesungguhnya  umat Islam sebagai pihak yang diberi amanah untuk merawat  warisan Nabi  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam harus ditimpa oleh  kejadian-kejadian dan  dididik oleh pengalaman-pengalaman. Karena fitnah  dan malapetaka  senantiasa mengepung umat ini.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Namun,  kendati  dihantam banyak tragedi dan didera banyak luka, umat ini tetap   produktif dan kebaikannya tidak akan ada habisnya sampai Hari kiamat.   Sebab, di tengah penderitaan melawan musuh, kilauan optimisme masih   menyembul dan kilatan harapan masih muncul ke permukaan. Hal itu   diwujudkan dengan adanya kesadaran global, kebangkitan Islam, dan   gerakan-gerakan sosial yang menyuarakan Islam dengan prinsip-prinsipnya   yang benar dan fakta-faktanya yang cemerlang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;  Telah terbukti  dengan jelas, bahwa mengangkat panji-panji jihad di  jalan Allah,  memproklamirkan semangat bekorban dan kesiapan menjadi  syahid dalam  rangka membela kebenaran adalah satu-satunya jalan untuk  menjunjung  tinggi kalimat Allah dan membawa pemeluk agama ini ke tempat  yang  terhormat. Sementara pertarungan dengan musuh-musuh Islam yang  semakin  banyak semoga Allah tidak memperbanyak lagi jumlahnya adalah  pertarungan  akidah, ideologi, dan masa depan. Dan tempat-tempat yang  disucikan  tidak mungkin bisa dibebaskan (dari cengkeraman musuh) hanya  dengan  mengandalkan panji-panji regional yang terbatas atau  simbol-simbol  golongan yang sempit. Pembebasan itu hanya bisa dilakukan  dengan  menggunakan simbol Islam, dan hanya Islam, jihad dan syahid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُونَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;‘’&lt;strong&gt;Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya&lt;/strong&gt;’’. (QS. Yusuf :21)&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Ibadallah,  Bertakwalah kepada Allah. Guyurlah hati dan jiwa anda dengan sirah   Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Renungkanlah mukjizat-mukjizatnya   yang agung, dan temukanlah hikmah dan rahasia yang terkandung di   dalamnya. Akrabkanlah diri anda, putra-putri anda, dan keluarga anda   dengannya. Tanpa dibatasi oleh waktu-waktu tertentu atau   momentum-momentum tertentu. Ketahuilah bahwa momentum-momentum syar’i   dan kejadian-kejadian yang dialami Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di   dalam sejarah kita yang cemerlang harus memiliki pengaruh terhadap  upaya  memperbaiki metode, memantapkan orientasi dan mengokohkan  bangunan.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Di  dalam  sejarah Islam yang agung terdapat momentum-momentum besar dan   kejadian-kejadian penting yang membanggakan dan menyenangkan hati.   Namun, metode Islam tidak menganjurkan kita untuk menghidupkan kembali   nostalgia-nostalgia semacam itu dan merayakan momentum-momentum   tersebut. Yang mutlak dan baik adalah bersikap seperti generasi Salaf.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;  Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun, edisi   pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya. Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-6183329187559786656?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/6183329187559786656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sirah-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/6183329187559786656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/6183329187559786656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sirah-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam.html' title='Sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Realitas Umat'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-6387398832605038680</id><published>2011-10-16T09:16:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T09:16:30.646-07:00</updated><title type='text'>Gambaran Akhlaq Rosulullah saw</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Rasulullah adalah orang yang paling lembut, pemurah dan dermawan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Beliau biasa memperbaiki terompahnya sendiri, menjahit pakaiannya sendiri dan memenuhi kebutuhan&amp;nbsp;keluarganya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Beliau lebih malu dari pada anak gadis di tempat pingitannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Beliau  biasa memenuhi undangan hamba sahaya, menjenguk orang sakit,  menggoncengkan orang di  belakangnya, mau menerima hadiah dan enggan  menerima sedekah. Dan beliau  tidak pernah kenyang selama 3 hari  berturut-turut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Terkadang beliau mengganjal perutnya dengan batu karena lapar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Memakan makanan yang dihidangkan dan tidak pernah mencela sesuatu makanan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tidak makan sambil tidur, terlentang maupun bersandar. Dan beliau memakan makanan yang dekat dengannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan pakaian yang ada, terkadang mantel yang bergaris dan terkadang terbuat dari wol. &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Terkadang menunggang keledai, terkadang bighal, terkadang onta dan terkadang berjalan kaki tanpa menggunakan alas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Menyukai bau harum membenci bau tidak sedap. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Memuliakan orang yang memiliki keutamaan dan menempatkan orang yang mulia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tidak kasar terhadap seseorang pun dan suka memberi manfaat kepada orang yang meminta maaf. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Suka   bercanda tapi tidak mengatakan kecuali yang benar, tersenyum tanpa   mengeluarkan suara yang berbahak. Tidak ada waktu yang terlewatkan oleh   nya kecuali diisi dengan amal karena Allah atau hal-hal untuk   keperluannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tak pernah mengutuk wanita tanpa membantu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tak pernah memukul salah seorang dengan tangannya kecuali dalam jihad fii sabilillah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Jika   diberi pilihan tentang dua hal maka beliau pasti memilih yang lebih   mudah dan ringan kecuali dalam perkara dosa atau memutuskan silaturahim   maka beliau adalah yang paling jauh terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Diantara  sifat beliau yang disebutkan di dalam Taurat adalah: “Muhammad  adalah  utusan Allah hamba pilihanku bukan orang yang keras bukan orang  yang  berperangai kasar tidak suka bersuara gaduh di pasar, tidak  membalas  keburukan dengan keburukan tetapi dia lapang dada dan suka  memaafkan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Di   antara akhlak beliau adalah terlebih dahulu memulai mengucapkan salam.   Jika seseorang yang berhadapan dengan beliau ada keperluan maka beliau   bersabar menunggunya hingga orang itulah yang beranjak dari hadapan   beliau. Selagi bersalaman dengan seseorang maka beliau tidak   melepaskannya sehingga dia melepaskan tangan beliau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Lebih   banyak diam dan sekali berbicara maka perkataan beliau tidak   disampaikan dengan santai dan tidak berhenti akan tetapi dia berbicara   dengan perlahan, pelan dan juga perlu akan mengulanginya agar bisa   dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tidak menghadapi seseorang dengan sesuatu yang membuatnya kurang suka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Beliau   adalah orang yang paling jujur perkataannya, paling lembut tabiatnya   dan paling mulia pergaulannya. Siapa yang melihat beliau tentu akan   merasa enggan dan barang siapa yang bergaul dengannya tentu akan jatuh   cinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Beliau adalah seorang yang paling pemberani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Rambut beliau berombak, tidak lurus, kaku dan tidak pula keriting. Rambut beliau menjulur hingga daun telinga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kening   beliau lebar, alis beliau tipis memanjang, mata beliau lebar, bulu  mata  beliau panjang, hidung beliau mancung, jenggot beliau tebal,  pundak  beliau lebar, dada beliau bidang, permukaan perut dan dada  beliau tampak  sama, lengan beliau panjang, telapak tangan beliau lebih  lembut dari  pada sutera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Siapa   pun yang melihat keadaan beliau dan mendengar pengabaran-pengabaran   beliau yang meliputi akhlak, perbuatan dan adzab dan tindak-tindak untuk   kemaslahatan manusia niscaya berita dari langit dan kekuatan ilahi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Adapun   mu’jizat beliau yang paling agungdan yang paling nyata adalah  Al-Qur’an  Al-Karim yangb tidak mungkin seorang pun mampu mendatangkan  yang  semisal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-6387398832605038680?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/6387398832605038680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/gambaran-akhlaq-rosulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/6387398832605038680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/6387398832605038680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/gambaran-akhlaq-rosulullah-saw.html' title='Gambaran Akhlaq Rosulullah saw'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-8591148002768640615</id><published>2011-10-16T09:13:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T09:13:10.664-07:00</updated><title type='text'>Peristiwa Seputar Hijrah Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dalam  upaya menyelamatkan  dakwah Islam dari gangguan kafir Quraisy,  Rasulullah SAW bersegera  hijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah), dari  Daarul Harbi menuju Daarul  Islam. Saat hijrah berlangsung, banyak  peristiwa dan kejadian penting  yang patut menjadi teladan umat Islam.  Beberapa peristiwa penting  tersebut sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ali di tempat tidur Nabi SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Muhammad   Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad menuturkan, pemuda-pemuda   yang sudah disiapkan kaum Quraisy untuk membunuh Rasulullah pada malam   itu sudah mengepung rumah Nabi SAW. Pada saat bersamaan, Rasulullah   menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk memakai mantelnya yang berwarna hijau   dan tidur di kasur Rasulullah SAW. Nabi SAW meminta Ali supaya ia   tinggal dulu di Makkah untuk menyelesaikan berbagai keperluan dan amanah   umat, sebelum melaksanakan hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, para pemuda   yang sudah disiapkan Quraisy, dari sebuah celah, mengintip ke tempat   tidur Nabi SAW. Mereka melihat ada sesosok tubuh di tempat tidur itu dan   mereka pun puas bahwa orang yang mereka incar belum lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut   Martin Lings dalam Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber   Klasik, para pemuda Quraisy yang dipilih untuk membunuh Nabi SAW itu   telah sepakat untuk bertemu di luar gerbang rumah Nabi SAW saat malam   tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang larut malam, Rasulullah keluar rumah menuju   kediaman Abu Bakar setelah beliau membacakan surah yang diberi nama   dengan kalimat pembukanya, Yasiin. Ketika sampai pada kalimat, “Dan,   Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding   pula dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”   (QS Yasin [36]: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Nabi SAW dan Abu Bakar keluar melalui   jendela pintu belakang dan terus bertolak ke arah selatan, ke arah   Yaman, menuju Gua Tsur. Hal itu dilakukan untuk mengelabui para pemuda   Quraisy tersebut. Mereka menutup semua jalur menuju Madinah. Para pemuda   ini berencana akan menyergap Nabi SAW saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ketika   memasuki rumah Nabi SAW, mereka kaget karena Rasulullah sudah tidak ada.   Mereka hanya menemukan Ali sedang tidur di kasur Rasul SAW. Kafir   Quraisy merasa kecolongan karena tak menemukan Nabi Muhammad SAW.  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;strong&gt;Gua Tsur&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tiada  seorang pun yang mengetahui tempat persembunyian Nabi SAW dan  Abu  Bakar, selain Abdullah bin Abu Bakar, Aisyah, dan Asma' serta  pembantu  mereka, Amir bin Fuhaira. Abdullah diperintahkan untuk  mengawasi  gerak-gerik Quraisy pada siang hari dan memberitahukan keadaan  di  sekitar gua pada malam hari. Amir bin Fuhaira bertugas menyiapkan   kendaraan untuk Nabi SAW dan Abu Bakar, sedangkan Asma bertugas   mengantarkan makanan ke gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pihak Quraisy terus   berusaha mencari keberadaan Rasulullah tanpa mengenal lelah. Selain   mencari ke tempat lain, sebagian di antara mereka ada yang mendatangi   Gua Tsur. Tidak jauh dari Gua Tsur itu, mereka bertemu seorang gembala   (menurut sebagian riwayat, penggembala itu adalah Amir bin Fuhaira),   yang lalu ditanya. “Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak   melihat ada orang yang ke sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, orang-orang Quraisy datang   menaiki gua itu. Tapi, kemudian, ada yang turun lagi. “Mengapa kau   tidak menjenguk ke dalam gua?” tanya kawan-kawannya. “Ada sarang   laba-laba di tempat itu yang memang sudah ada sebelum Muhammad lahir,”   jawabnya. “Saya melihat ada dua ekor burung dara hutan di lubang gua   itu. Jadi, saya mengetahui tak ada orang di sana,” seru yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara   itu, Abu Bakar merasa khawatir jika keberadaan mereka akan diketahui   pihak Quraisy. Rasulullah mengatakan, “Jangan takut, Allah bersama   kita.” (QS Al-Anfal [9]: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mukjizat gua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di   depan mulut Gua Tsur, terdapat sarang laba-laba, sarang burung dara,   dan cabang pohon akasia yang menjuntai ke arah gua. Pohon akasia ini   digambarkan oleh Martin Lings memiliki ketinggian kira-kira setengah   tinggi manusia. Kemudian, mereka pun pergi meninggalkan gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih   menurut Lings, di celah antara pohon dan dinding gua terdapat seekor   laba-laba yang telah membuat sarangnya. Kemudian, di lubang gua-tempat   seseorang mungkin akan melangkah jika ingin memasuki gua-ada seekor   burung dara telah bersarang dan sedang duduk seakan-akan mengerami   telur-telurnya. Sementara itu, pasangannya yang jantan sedang menjaga si   betina mengerami telur-telurnya di dekat pohon yang mengarah ke gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarang   laba-laba, dua ekor burung dara, dan pohon akasia inilah mukjizat yang   diceritakan oleh buku-buku sejarah hidup Nabi SAW mengenai masalah   persembunyian dalam Gua Tsur itu. Melihat kondisi ini, orang-orang   Quraisy ini berpindah dan mencari Nabi SAW ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan   dengan mukjizat ini, penulis Prancis Emile Dermenghem dalam karyanya   yang bertajuk La Vie de Mahomet mengatakan, “Tiga peristiwa itu sajalah   mukjizat yang diceritakan oleh sejarah Islam yang benar-benar: sarang   laba-laba, hinggapnya burung dara, dan tumbuhnya pohon-pohonan. Ketiga   keajaiban ini setiap hari persamaannya selalu ada di muka bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kisah Suraqah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun   peristiwa lainnya yang juga memberi arti penting dalam hijrah   Rasulullah SAW, yakni pengejaran yang dilakukan oleh Suraqah bin Malik   bin Ja'syam. Ia bermaksud menangkap Rasulullah SAW dan Abu Bakar, lalu   menyerahkannya kepada Quraisy karena tergiur dengan iming-iming yang   diberikan bila dapat menangkap Rasul SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, belum sempat   mendekati Rasul, kudanya terperosok dan ia pun terjungkal. Hal itu   berulang-ulang terjadi hingga akhirnya ia memohon maaf dan mengaku terus   terang perbuatannya untuk menangkap Rasulullah SAW karena tergoda oleh   imbalan besar yang dijanjikan orang-orang kafir Quraisy. Rasul  kemudian  memaafkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-8591148002768640615?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/8591148002768640615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/peristiwa-seputar-hijrah-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/8591148002768640615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/8591148002768640615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/peristiwa-seputar-hijrah-rasulullah-saw.html' title='Peristiwa Seputar Hijrah Rasulullah SAW'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-8399406294776421502</id><published>2011-10-16T09:11:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T09:11:40.925-07:00</updated><title type='text'>Sepuluh Wasiat Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sebaik-baik perhiasan dunia adalah  wanita sholehah. Dan "&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Perkara  yang pertama kali ditanyakan kepada  seorang wanita pada hari kiamat  nanti, adalah mengenai sholat lima waktu  dan ketaatannya terhadap  suami.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;" (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.  Sepuluh  wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal  nilainya  bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb  adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan  anak-anaknya, Allah  pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap  biji gandum, melebur  kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung  untuk suami dan  anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan  neraka tujuh  tabir pemisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;, tiadalah  seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu  menyisirnya dan mencuci  pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan  pahala baginya seperti  pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan  dan memberi pakaian  seribu orang yang telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya,  melainkan Allah  akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari  kiamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah  keridhoaan  suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu,  maka aku  tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan  suami  adalah kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan  ampunan baginya,  dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu  kebaikan serta melebur  seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan  melahirkan, Allah  menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para  pejuang di jalan  Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah  dosa-dosanya  seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila  meninggal  ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa  sedikitpun. Didalam  kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan  bagian dari taman  sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama  dengan pahala seribu  orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan  seribu malaikat  memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari  semalam dengan rasa  senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni  dosa-dosanya serta  memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa  pakaian yang serba  hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada  tubuhnya seribu  kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus  kali beribadah  haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk  suami dengan rasa  senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil  dari langit menyeru  wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan  Allah mengampuni  dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Ya Fathimah&lt;/strong&gt;,  tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan  menyisirnya, meminyaki  jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong  kukunya, melainkan Allah  memberi minuman arak yang dikemas indah  kepadanya yang didatangkan  dari sungai2 sorga. Allah mempermudah  sakaratul-maut baginya, serta  kuburnya menjadi bagian dari taman sorga.  Dan Allah menetapkan baginya  bebas dari siksa neraka serta dapat  melintasi shirathal-mustaqim dengan  selamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-8399406294776421502?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/8399406294776421502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sepuluh-wasiat-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/8399406294776421502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/8399406294776421502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sepuluh-wasiat-rasulullah-saw.html' title='Sepuluh Wasiat Rasulullah SAW'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-8615750317047899749</id><published>2011-10-16T09:10:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T09:10:26.894-07:00</updated><title type='text'>Seratus Enam Puluh Kebiasaan Nabi Muhammad Saw</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;I. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selalu shalat sunnah fajar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Meringankan shalat sunnah fajar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengerjakan shalat sunnah di rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat sunnah setelah Isya’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengakhirkan shalat Isya’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menggosok gigi apabila bangun malam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memanjangkan shalat malamnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca surat Al-A’la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat dhuha empat rakaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama’ah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku’ dan bangun dari ruku’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengarahkan pandangan ke tempat sujud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke arah jari telunjuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Meringankan tasyahhud pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Meringankan shalat jika berjama’ah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama’ah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;II. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM’AT DAN DUA HARI RAYA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mandi pada hari Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memendekkan khutbah Jum’at dan memanjangkan shalat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Duduk di antara dua khutbah Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat sunnah setelah jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mandi sebelum berangkat shalat Id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memakai pakaian teraik ketika shalat Id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat Id di tanah lapang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dua kali khutbah dengan diselingi duduk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berjalan kaki menuju tempat shalat Id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;III. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Puasa dan berbuka secara seimbang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berbuka puasa sebelum shalat maghrib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berbuka dengan korma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Banyak puasa di bulan sya’ban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Puasa enam hari syawal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Puasa hari Arafah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Puasa Asyura atau sepuluh muharam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Puasa hari senin dan kami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mencium istri di siang hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;IV. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memperbanyak sedekah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memperbanyak membaca Al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengakhirkan waktu sahur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Puasa wishal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;I’tikaf&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menyuruh para sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;V. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak pernah mencela makanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak makan sambil bersandar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Makan dan minum dengan tangan kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Makan dengan tiga jari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengambil nafas tiga kali ketika minum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Minum dengan duduk dan berdiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mulai makan dari pinggir tempat makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a sebelum dan sesudah makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak pernah makan di depan meja makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;VI. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidur dalam keadaan suci&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidur di atas bahu sebelah kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Meletakkan tangan di bawah pipi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Meniup kedua tangan dan membaca do’a lalu mengusapkannya ke badan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak suka tidur sebelum Isya’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a sebelum dan setelah bangun tidur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca do’a jika terjaga dari tidur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidur matanya namun tidak tidur hatinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menyilangkan kaki jika tidur di masjid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidur hanya beralaskan tikar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak menyukai tidur tengkurap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;VII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sengang bepergian pada hari kamis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Senang pergi pada pagi hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berada di barisan belakang saat bepergian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a jika tiba waktu malam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a jika melihat fajar dalam perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a ketika kembali dari bepergian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka’at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengundi istri-istrinya jika bepergian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Shalat di atas kendaraan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mendo’akan orang yang ditinggal pergi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mendo’akan orang yang akan bepergian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;VIII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO’ANYA&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Senang berdoa dengan do’a yang ringkas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca do’a di pagi dan sore hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca do’a di akhir majlis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Membaca do’a saat keluar rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a jika masuk dan keluar kamar kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdoa jika memakai pakaian baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a jika merasa sakit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a jika melihat bulna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memanjatkan do’a di saat sulit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdo’a jika bertiup angin kencang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;IX. PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selalu mengingat Allah di setiap waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selalu mendahulukan yang kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak menolak jika diberi minyak wangi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak pernah menolak hadiah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selalu memilih yang lebih mudah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengulang salam hingga tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Turut mengerjakan pekerjaan rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pergi ke masjid Quba setiap sabtu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memilih waktu yang tepat dalam menasehati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak bohong dalam bergurau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berdiri apabila melihat iringan jenazah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Buang air kecil dengan jongkok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menyuruh istrinya agar memakai kain jika ingin menggaulinya dalam keadaan haidh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kuitipan: Akaha, Abduh Zulfidar, &lt;em&gt;160 Kebiasaan Nabi saw&lt;/em&gt;, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, cetakan I, 2002&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-8615750317047899749?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/8615750317047899749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/seratus-enam-puluh-kebiasaan-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/8615750317047899749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/8615750317047899749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/seratus-enam-puluh-kebiasaan-nabi.html' title='Seratus Enam Puluh Kebiasaan Nabi Muhammad Saw'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-770838627188234031</id><published>2011-10-16T09:07:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T09:07:03.696-07:00</updated><title type='text'>Nabi Muhammad Saw Bercita-cita Mati Syahid</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Rasulullah  Muhammad صلى الله عليه و سلم wafat di tempat tidurnya didampingi oleh  istrinya Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha. Berpisahnya ruh mulia  teladan ummat ini dengan jasad agungnya terjadi sesudah beliau  menderita sakit yang kian melemahkan tubuhnya sehingga menjadi jalan  sampainya beliau kepada taqdir wafatnya. Betapapun sedih dan berdukanya  ummat, tidak seorang muslim-pun dibenarkan untuk kembali menjadi musyrik  atau kafir karena berpulangnya Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم ke  Rahmatullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;strong&gt;Muhammad  itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya  beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik  ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia  tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah  akan memberi balasan kepada &lt;br /&gt;orang-orang yang bersyukur.&lt;/strong&gt;” (QS Ali Imran 144)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di  dalam ayat di atas Allah سبحانه و تعالى menyebutkan bahwa para  Rasul-Nya ada yang wafat karena tutup usia dan ada yang meninggal karena  dibunuh oleh musuh-musuh Allah سبحانه و تعالى . Nabi Muhammad صلى الله  عليه و سلم termasuk yang ditaqdirkan Allah سبحانه و تعالى menemui  kematian bukan dalam bentuk dibunuh oleh musuh-musuh Allah سبحانه و  تعالى . Ini merupakan suatu taqdir Allah سبحانه و تعالى yang sungguh  meringankan beban ummat Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kita  semua tahu bahwa Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم merupakan teladan  bagi ummat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Hendaknya kita semua  menjalani segenap urusan hidup dan mati kita dengan semaksimal mungkin  mencontoh peri-kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Jelas,  Allah سبحانه و تعالى telah menempatkan beliau sebagai prototype ideal  bagi segenap manusia yang mengaku beriman. Perhatikan ayat di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;strong&gt;Sesungguhnya  telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu  (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari  kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&lt;/strong&gt;” (QS Al-Ahzab 21)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dengan  adanya kenyataan bahwa Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menemui  kematiannya dalam bentuk wafat tutup usia sebagaimana lazimnya  kebanyakan orang, maka hal ini meringankan ummat Islam untuk meneladani  Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم dalam perkara menjemput kematian. Bisa  kita bayangkan betapa sulit dan beratnya beban ummat Islam sekiranya  Allah سبحانه و تعالى taqdirkan kematian Rasulullah صلى الله عليه و سلم  dalam bentuk dibunuh oleh musuh-musuh Allah سبحانه و تعالى . Hal ini  menjadi beban berat bagi ummat Islam karena itu berarti semua kita perlu  mengharapkan agar menemui ajal dengan cara dibunuh oleh musuh-musuh  Allah سبحانه و تعالى .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Namun  demikian, patut diketahui oleh setiap muslim bahwa sesungguhnya secara  pribadi Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم memiliki keinginan khusus  untuk menemui kematian dengan cara yang istimewa, yaitu mati syahid di  jalan Allah سبحانه و تعالى . Beliau sebenarnya sangat berambisi untuk  menemui ajalnya dengan cara dibunuh oleh musuh-musuh Allah سبحانه و  تعالى .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;وَلَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي مَا قَعَدْتُ خَلْفَ سَرِيَّةٍ وَلَوَدِدْتُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;أَنِّي أُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;(BUKHARI - 35) Nabi Saw bersabda: "&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Kalau  seandainya tidak memberatkan umatku tentu aku tidak akan duduk tinggal  diam di belakang sariyyah (pasukan khusus) dan tentu aku ingin sekali  bila aku terbunuh di jalan Allah lalu aku dihidupkan lagi kemudian  terbunuh lagi lalu aku dihidupkan kembali kemudian terbunuh lagi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Subhaanallah...!  Bayangkan, Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم jelas-jelas berkeinginan  sekali untuk terbunuh di jalan Allah سبحانه و تعالى bahkan berharap jika  hal itu terjadi kemudian berharap dirinya dihidupkan kembali oleh Allah  سبحانه و تعالى lalu kembali dibunuh di jalan Allah سبحانه و تعالى .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tetapi  ada catatan dari ucapan teladan ummat Islam di atas yakni kalimat:  "Kalau seandainya tidak memberatkan umatku...” Jadi jelas bahwa Nabi  Muhammad صلى الله عليه و سلم khawatir bahwa jika apa yang ia inginkan  benar-benar menjadi kenyataan maka sudah barang tentu hal tersebut bakal  memberatkan ummat Islam seluruhnya. Oleh karenanya, Nabi Muhammad صلى  الله عليه و سلم tetap menghibur orang-orang beriman yang juga memiliki  ambisi mati syahid. Beliau sampai mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;مَا مِنْ عَبْدٍ يَمُوتُ لَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ يَسُرُّهُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَأَنَّ لَهُ الدُّنْيَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;وَمَا فِيهَا إِلَّا الشَّهِيدَ لِمَا يَرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;فَإِنَّهُ يَسُرُّهُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ مَرَّةً أُخْرَى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Nabi Saw bersabda: "&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak  ada seorang hamba pun yang meninggal dunia, di dimana di sisi Allah dia  mendaptkan balasan, yang lebih baik sehingga membuatnya berhasrat untuk  kembali lagi ke dunia dan sungguh dia mendapatkan dunia beserta isinya  kecuali orang yang mati syahid karena dia melihat keutamaan mati syahid.  Sungguh dia menginginkan dapat kembali ke dunia kemudian dia  (berperang) dan mati syahid sekali lagi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;".(BUKHARI - 2586)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berarti,  dapat disimpulkan bahwa kendati Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم  menemui kematian dengan cara yang lazimnya kebanyakan orang, yaitu  meninggal di tempat tidur, tetapi sesungguhnya cita-cita beliau yang  sebenarnya ialah menemui kematian dalam bentuk mati syahid di jalan  Allah سبحانه و تعالى . Sehingga perkara ini menjadi suatu anjuran yang  jelas diarahkan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم kepada ummat Islam.  Bahkan agar peluang memperolehnya menjadi lebih besar, maka setiap  muslim dianjurkan untuk memiliki niat berperang di jalan Allah سبحانه و  تعالى . Barangsiapa menemui kematian tanpa pernah berniat berperang di  jalan Allah سبحانه و تعالى seumur hidupnya, maka berarti ia mati dalam  salah satu indikasi kemunafikan. Wa na’udzu billaahi min dzaalika...!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 26px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِالْغَزْوِ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Nabi Saw berkata: "&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa  yang meninggal dan belum berperang serta belum berniat untuk berperang,  maka ia meninggal berada di atas cabang kemunafikan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;" (Hadits Shahih Riwayat ABUDAUD - 2141)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ya  Allah, karuniakanlah kepada kami rezeki berjihad di jalan-Mu dan  memperoleh mati syahid di jalan-Mu. Amin ya rabbal ‘aalamiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-770838627188234031?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/770838627188234031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/nabi-muhammad-saw-bercita-cita-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/770838627188234031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/770838627188234031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/nabi-muhammad-saw-bercita-cita-mati.html' title='Nabi Muhammad Saw Bercita-cita Mati Syahid'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-2635614779882969001</id><published>2011-10-16T09:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T09:04:43.482-07:00</updated><title type='text'>Muhammad Saw Pembebas Kaum Wanita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Berbagai  aspek kehidupan Nabi Muhammad Saw. sangatlah sempurna, sehingga  siapapun yang memilih untuk menulis mengenai hal tersebut akan  tercengang dan sangatlah sulit untuk memilih topik ini. Dengan  mempertimbangkan kebutuhan masa kini, bagaimanapun, saya berharap dapat  mengangkat sisi kehidupan Nabi Muhammad Saw., mengenai cara beliau  membebaskan dunia dari perbudakan yang terang-terangan, yang menjadi  kutukan bagi kemanusiaan.&amp;nbsp; Saya maksudkan disini adalah, perbudakan  terhadap wanita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum  kedatangan Nabi Muhammad Saw., seluruh wanita di seluruh bagian dunia  berada dalam posisi sebagai budak dan dianggap sebagai barang yang bisa  dimiliki, dan perbudakan terhadap mereka menjadi bumerang bahkan  terhadap laki-laki, dalam hal anak laki-laki dari seorang budak  perempuan tidak memiliki spirit kebebasan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak  ada keraguan, wanita, baik karena kecantikannya ataupun karakternya  yang berkilau, mampu, dalam kasus2 perorangan, mendominasi laki-laki,  namun kebebasan yang diperoleh tersebut tidak dapat diartikan sebagai  kebebasan sebenarnya, untuk alasan sederhana bahwa wanita tidak memiliki  hak terhadap kebebasan.&amp;nbsp; Ini hanya merupakan pengecualian dari aturan  yang berlaku umum, dan kebebasan yang sesungguhnya luarbiasa, sulit  untuk dapat menjadi budaya dari aspirasi yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw., datang sekitar 1.350 tahun lalu.&amp;nbsp; Sebelum itu,  tidak ada agama ataupun negara yang memberikan kebebasan kepada wanita  sebagai sebuah hak.&amp;nbsp; Tentu saja, di negara2 dimana tidak ada hukum yang  berlaku, wanita bebas dari segala ketidakberdayaan.&amp;nbsp; Namun, tetap saja  kebebasan semacam inipun tidak dapat dikatakan sebagai kebebasan  sejati.&amp;nbsp; Lebih dapat diartikan sebagai ijin.&amp;nbsp; Kebebasan sejati adalah  yang muncul dari peradaban dan sesuai dengan hukum.&amp;nbsp; Kebebasan yang kita  dapatkan pada saat kita melanggar hukum bukanlah kebebasan sama sekali,  karena kebebasan semacam ini tidak menghasilkan kekuatan karakter.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;*****&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pada  masa Rasulullah Saw., dan sebelumnya, wanita ditempatkan pada kondisi  dimana dia bukan pemilik dari harta yang ia miliki, suaminya dianggap  sebagai pemilik harta istrinya.&amp;nbsp; Wanita tidak memiliki bagian dari harta  ayahnya.&amp;nbsp; Dia juga tidak dapat mewarisi harta dari suaminya, walaupun  dalam beberapa kasus, dia dapat mengelola harta tersebut selama suaminya  masih hidup.&amp;nbsp; Pada saat telah menikah, seorang wanita dianggap sebagai  harta suaminya, tidak dimungkinkan untuk berpisah darinya, atau sebagai  alternatif, suaminya memiliki hak untuk menceraikannya namun wanita  tidak diberi hak untuk memisahkan diri dari suaminya, bagaimanapun  sulitnya masalah yang ia hadapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Apabila  suaminya meninggalkannya, mengabaikan kewajibannya terhadapnya, ataupun  melarikan diri dari istrinya, tidak ada hukum yang melindungi wanita.&amp;nbsp;  Menjadi kewajiban bagi wanita untuk menerima konsekuensinya, bekerja  untuk menghidupi diri dan anak-anaknya.&amp;nbsp; Sang suami, memiliki hak, ini  diluar masalah tempramen yang tinggi, untuk memukul istrinya, dan  istrinya bahkan tidak boleh meninggikan suara untuk melawan hal  tersebut.&amp;nbsp; Apabila suami meninggal, istri, di beberapa negara, diberikan  kepada kerabat suami, yang dapat menikahinya, atau kepada siapapun yang  mereka inginkan, baik sebagai sumbangan ataupun balas jasa dari  keuntungan yang diterima.&amp;nbsp; Di beberapa tempat, dilain pihak, wanita  lebih dianggap sebagai properti suaminya.&amp;nbsp; Beberapa suami akan menjual  istrinya apabila mereka kalah berjudi, dan pada saat mereka melakukan  itu, mereka menganggap hal tersebut adalah merupakan hak suami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Seorang  wanita tidak memiliki hak terhadap anak-nya baik dalam posisinya  sebagai seorang istri, ataupun dalam posisi dia tidak tergantung pada  suaminya.&amp;nbsp; Dalam urusan rumah tangga ia tidak memiliki hak istimewa.&amp;nbsp;  Bahkan dalam agama dia tidak memiliki status.&amp;nbsp; Dalam ikatan  sipiritualpun wanita tidak memiliki bagian.&amp;nbsp; Sebagai konsekuensinya,  para suami terbiasa menghamburkan harta istri-istri mereka dan  meninggalkan mereka tanpa memberikan sedikitpun untuk keperluan  istrinya.&amp;nbsp; Si Istri, tidak dapat, walaupun itu harta mereka sendiri,  memberikan sebagai sumbangan atau untuk menolong kerabatnya, tanpa  persetujuan suaminya, dan suami yang serakah tidak akan memberikan ijin  untuk hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengenai  harta milik orangtua seorang wanita, dimana ada ikatan kasih sayang  yang dalam, wanitapun tidak memiliki bagian.&amp;nbsp; Dan anak-anak perempuan  memiliki hak yang sama atas orangtuanya sebagaimana anak laki-laki.&amp;nbsp;  Orangtua yang memiliki rasa keadilan, selama hidupnya akan memberikan  sebagian hartanya kepada anak-anak perempuan mereka, dan menyisakan  hanya untuk nafkah keluarga mereka.&amp;nbsp; Hal ini tidak berlaku untuk anak  laki-laki, karena setelah kematian orangtua, mereka akan mewarisi  seluruh harta (dan karenanya seharusnya tidak boleh berkeberatan apabila  saudara perempuan mereka menerima pemberian dari orangtua mereka); yang  menjadi pertimbangan mereka&amp;nbsp; adalah, saudara perempuan mereka pada saat  itu memiliki lebih banyak dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengenai  harta suaminya, dimana seorang istri memiliki hubungan yang total,  wanita juga tidak memiliki hak.&amp;nbsp; Kerabat jauh dari suami dapat meminta  bagian, namun tidak seorang istri. Seorang istri, sebenarnya, adalah  orang yang menjaga harga diri suami, seorang pasangan hidup, yang  pengabdian dan kasih sayangnya tentunya sangat berkontribusi terhadap  pendapatan seorang suami.&amp;nbsp; Disisi lain, disaat seorang istri mengelola  harta suaminya, dia tidak memiliki hak dan bagian sedikitpun dari harta  tersebut.&amp;nbsp; Bila seorang istri dapat membelanjakan pendapatan dari harta  tersebut, ia tetap tidak boleh mengatur bagiannya.&amp;nbsp; Dalam hal untuk  sedekah, karenanya, ia tidak diperbolehkan untuk menentukan sesuai  keinginannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Apabila  suami berlaku kejam terhadap istrinya, ia tidak dapat berpisah dari  suaminya.&amp;nbsp; Pada masyarakat dimana perpisahan dimungkinkan, adalah pada  kondisi dimana wanita yang menghargai diri sendiri memilih kematian  sebagai cara perpisahan. Sebagai contoh, sebuah perpisahan harus  memberikan bukti kesalahan dari salah satu pihak, termasuk juga bukti  perlakuan buruk dari suami.&amp;nbsp; Lebih buruk lagi, pada kasus-kasus  demikian, dimana pihak istri sudah tidak mungkin lagi hidup dengan  suaminya, ia tetap tidak dapat berpisah dari suaminya, namun ia hanya  diijinkan untuk tinggal terpisah, yang merupakan salah satu bentuk  penyiksaan juga, karena dengan demikian ia dipaksa untuk menjalani  kehidupan yang kosong dan tidak memiliki tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pada  beberapa kasus terjadi dimana suami dapat menceraikan istrinya kapanpun  ia suka, sementara seorang istri tidak dimungkinkan untuk meminta  cerai.&amp;nbsp; Apabila seorang suami meninggalkan istri, atau meninggalkan  negaranya tanpa memberi tunjangan, istri wajib untuk tetap menjalani  kehidupan tanpa hak untuk mengabdikan dirinya pada negara atau  masyarakat.&amp;nbsp; Kehidupan perkawinan, alih-alih memberikan suatu  kebahagian, malah menjadi kehidupan yang penuh penderitaan untuk seorang  istri.&amp;nbsp; Kewajiban istri tidak hanya melaksanakan kewajiban suami dan  dirinya namun ia juga wajib untuk menunggu suaminya.&amp;nbsp; Kewajiban suami,  sebutlah untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga menjadi tanggung jawab  istri, belum lagi kewajibannya sendiri untuk mengasuh dan membesarkan  anak-anaknya.&amp;nbsp; Beban mental disatu sisi, dan kewajiban menyediakan  materi di sisi lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Semuanya  ini, singkat kata, ditoleransi dalam kasus yang melibatkan mahluk  malang dan tidak dilindungi ini.&amp;nbsp; Wanita dipukuli, dan dianggap sebagai  properti suami.&amp;nbsp; Ketika suami meninggal, jandanya dipaksa untuk menikah  dengan kerabat suaminya atau dijual untuk mendapatkan uang.&amp;nbsp;  Kenyataanya, para suami sendiri juga menjual istrinya. Pangeran bangsa  India seperti Panawas kehilangan istri mereka di meja judi dan untuk  melawan hukum kepemilikan tanah, seorang Puteri terhormat seperti  Drupadi, tidak dapat sedikitpun bersuara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam  hal pendidikan anak-anak, para ibu tidak diajak diskusi dan mereka  tidak memiliki hak terhadap anak-anak mereka.&amp;nbsp; Apabila ayah dan ibu  berpisah, anak-anak diserahkan kepada ayah.&amp;nbsp; Wanita tidak memiliki hak  apapun terhadap rumah tangga.&amp;nbsp; Kapanpun suami menghendaki, ia dapat  melempar istrinya dari rumah dan hingga mesti terlunta-lunta tanpa  tempat berteduh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;*****&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kedatangan  Nabi Muhamad Saw. menghapuskan seluruh kebiadaban ini dengan satu  sapuan.&amp;nbsp; Beliau menyatakan bahwa Tuhan telah mempercayakan kepadanya  tugas untuk menjaga hak-hak wanita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Beliau  menyatakan dengan nama Allah bahwa sebagai manusia pria dan wanita  adalah sama, dan pada saat mereka hidup bersama, sebagaimana laki-laki  memiliki hak-hak tertentu terhadap wanita, demikian pula sebaliknya,  wanita memiliki hak-hak tertentu terhadap laki-laki. Wanita dapat  memiliki hak terhadap hartanya sebagaimana laki-laki.&amp;nbsp; Seorang suami  tidak memiliki hak untuk menggunakan harta istrinya, selama si istri,  dengan kehendaknya sendiri, tidak memberi ijin.&amp;nbsp; Untuk mengambil paksa  hak miliknya ataupun dimana wanita malu untuk menunjukkan penolakannya,  adalah salah.&amp;nbsp; Apapun yang diberikan oleh suami dengan ikhlas, akan  menjadi hak istri dan suami tidak boleh mengambilnya lagi.&amp;nbsp; Ia juga  berhak mewarisi harta orangtuanya sebagaimana saudara lelakinya.&amp;nbsp; Namun  dengan menimbang bahwa kewajiban menanggung keluarga adalah pada  laki-laki, dan wanita dianggap hanya perlu menanggung dirinya sendiri,  maka bagiannya adalah separuh dari bagian laki-laki, dari seluruh harta  orang tua mereka yang meninggal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sama  halnya, seorang ibu juga berhak mewarisi harta dari anak laki-lakinya  yang meninggal sebagaimana juga ayah anak laki-laki tersebut.&amp;nbsp; Namun  mengingat situasi yang berbeda2 dan tanggungjawab yang ia emban dalam  kasus-kasus tertentu, bagiannya bisa sama bisa juga kurang dari bagian  ayahnya.&amp;nbsp; Apabila suaminya meninggal istri berhak mendapat warisan, baik  ia memiliki atau tidak memiliki anak, karena ia dianggap tidak  tergantung dengan hal lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pernikahannya  (sudah dianggap lazim) adalah, tanpa ragu lagi, merupakan ikatan suci,  dimana, setelah suami istri menikmati keintiman yang paling dalam,  sehingga perpisahan suami istri adalah suatu hal yang sangat dibenci.&amp;nbsp;  Namun bagaimanapun, separah apapun perbedaan diantara duabelah pihak,  dalam masalah agama, fisik, ekonomi, sosial ataupun mental, mereka  haruslah memiliki komitmen kuat untuk mempertahankan keutuhan perkawinan  mereka, dan tidak boleh&amp;nbsp; menghancurkan hidup mereka dan menghancurkan  tujuan keberadaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Apabila  perbedaan ini muncul, dan suami dan istri sepakat bahwa mereka tidak  dapat hidup bersama, mereka (telah diajarkan) dapat – dengan persetujuan  bersama – mengakhiri kebersamaan.&amp;nbsp; Namun apabila hanya suami yang  memiliki pandangan ini dan istri tidak, dan mereka gagal untuk saling  menyesuaikan diri satu sama lain, urusan ini haruslah di bantu oleh dua  orang hakam, yang satu mewakili suami dan yang satu mewakili istri.&amp;nbsp;  Apabila hakam ini memutuskan bahwa kedua belah pihak harus berupaya  untuk tetap hidup bersama, maka sebaiknya masing-masing pihak berusaha  menyelesaikan masalah sesuai dengan rekomendasi hakam.&amp;nbsp; Apabila  kesepakatan tidak dapat dicapai, suami dapat menceraikan istri, namun  dalam kasus ini, ia tidak memiliki hak untuk mengambil kembali apapun  yang telah ia (sebelum bercerai) berikan kepada istrinya, termasuk  seluruh mas kawin (mahar).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Apabila  di lain pihak istri yang menginginkan perpisahan dan bukan sang suami,  istri harus mengajukan permohonan kepada hakim, dan apabila hakim telah  yakin bahwa tidak ada motif buruk dari permohonan tersebut maka hakim  dapat memutuskan perpisahan. Hanya pada kasus tertentu saja istri harus  mengembalikan kepada suaminya, harta yang telah diberikan kepadanya,  termasuk mahar/mas kawin.&amp;nbsp; Apabila suami gagal untuk memenuhi  kewajibannya dalam perkawinan, atau tidak mau berbicara lagi dengan  istrinya atau ia meminta istrinya untuk pisah ranjang, ia tidak boleh  melebihi batas waktu tertentu.&amp;nbsp; Dalam waktu empat bulan setelah  perlakuan tersebut ia harus menyatakan apakah akan mempertahankan  perkawinannya atau menceraikan istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Apabila  suami menghentikan nafkah kepada istrinya atau meninggalkannya, atau  tidak lagi mengurus istrinya, maka perkawinan tersebut dapat dibatalkan.  (Tiga tahun telah ditetapkan sebagai batas meninggalkan istri oleh para  hakim muslim). Istri kemudian bebas untuk menikah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Suami  harus bertanggungjawab terhadap pemeliharaan istri dan anak-anaknya.&amp;nbsp;  Ia hanya boleh menerapkan disiplin yang sewajarnya, namun apabila untuk  mendisiplinkan ini harus memberikan hukuman, ia harus memiliki saksi  yang cukup dan mengungkapkan kesalahan istrinya dan mendasarkan  penilaiannya pada bukti-bukti.&amp;nbsp; Hukuman tersebut tidak boleh  meninggalkan cacat yang menetap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Seorang  suami tidak “memiliki” istrinya sebagai properti. Ia tidak boleh  menjualnya, atau memaksanya dalam pekerjaan rumah tangga.&amp;nbsp; Istri berbagi  segala hal dalam rumah tangga, dan perlakuan suami terhadap istri akan  menunjukkan posisi dimana ia berada.&amp;nbsp; Sebuah perlakuan yang lebih rendah  daripada yang seharusnya dilakukan oleh seorang laki-laki dengan status  suami adalah tidak benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pada  saat suaminya meninggal, keluarganya tidak memiliki hak terhadap  istri.&amp;nbsp; Istri boleh bebas dan apabila ada kesempatan maka ia memiliki  hak untuk menikah lagi. Tidak seorangpun boleh menghalanginya.&amp;nbsp; Seorang  janda juga tidak harus ditempatkan ditempat tertentu.&amp;nbsp; Ia boleh tinggal  di rumah suaminya selama empat bulan sepuluh hari sampai semua hak istri  dan hak keluarganya telah selesai diurus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Setahun  setelah kematian suaminya seorang janda, apapun yang terjadi padanya,  adalah berhak untuk menggunakan rumah suaminya, sehingga ia dapat  menggunakan apa yang tertinggal untuk kebutuhannya dan ia memiliki  tempat tinggal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Apabila  suami cekcok dengan istrinya maka suami yang harus meninggalkan rumah,  dan tidak boleh meminta istrinya untuk keluar, karena rumah menjadi hak  istri.&amp;nbsp; Dalam hal pengurusan anak-anak, wanita memiliki hak dan  kewajibannya.&amp;nbsp; Ia harus dilibatkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam  persoalan anak-anaknya, wanita tidak boleh diabaikan dalam hal apapun.&amp;nbsp;  Perihal menyusui, pengasuhan adalah tergantung pada pendapatnya.&amp;nbsp;  Apabila suami dan istri merasa tidak mungkin lagi untuk hidup bersama,  dan menginginkan untuk berpisah, maka pengasuhan anak yang masih kecil  harus diserahkan kepada sang ibu. Pada saat anak-anak dewasa, untuk  tujuan pendidikan, anak boleh kembali kepada ayahnya.&amp;nbsp; Selama anak-anak  tinggal dengan ibunya, maka pemeliharaan harus disediakan oleh ayah.  Ayah juga harus membayar waktu dan upaya yang dikeluarkan si ibu dalam  mengurus anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Singkatnya,  wanita memiliki status independen.&amp;nbsp; Pahala spiritual juga terbuka  untuknya. Ia juga dapat mencapai kemuliaan tertinggi dalam kehidupan  akhirat, dan dalam kehidupan dunia ia dapat berperan serta dalam  berbagai urusan kemasyarakatan.&amp;nbsp; Dalam hal ini ia memiliki hak untuk  diperlakukan sama dengan laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #38761d; text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size: 20px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;*****&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Inilah  ajaran dari Nabi Muhammad, Saw. yang disebarkan pada saat standard  perlakuan di seluruh dunia adalah kebalikannya.&amp;nbsp; Melalui perintahnya,  beliau membebaskan wanita dari perbudakan yang telah menjadi satu dengan  kehidupan mereka selama ribuan tahun, dimana mereka dipaksa menerimanya  di berbagai belahan dunia, belum lagi tekanan dari berbagai agama  terhadap wanita.&amp;nbsp; Seorang laki-laki dalam satu masa, menghapus seluruh  rantai perbudakan ini! Membawa kebebasan bagi para ibu, dan beliau pada  saat yang sama membebaskan anak-anak dari sentimen perbudakan dan  menyemaikan dan memupuk ambisi dan harga diri yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Namun  demikian, dunia tidak menghargai nilai ajaran tersebut.&amp;nbsp; Apa yang  dianggap sebagai keuntungan diberi label sebagai tirani. Perceraian dan  perpisahan dianggap sebagai masalah, warisan dianggap menghancurkan  keluarga, independensi seorang wanita dianggap sebagai penghancuran  kehidupan rumah tangga.&amp;nbsp; Selama seribu tiga ratus tahun, hal tersebut  terus dipraktikkan secara membabi buta, padahal apa yang disampaikan  Rasulullah adalah untuk kebaikan umat manusia.&amp;nbsp; Berlanjut dengan hujatan  terhadap ajarannya yang menyatakan bahwa ajaran tersebut bertentangan  dengan fitrah manusia.&amp;nbsp; Lalu tiba satu masa dimana kalimat Tuhan (yang  disampaikan melalui rasulnya) kemudian menjadi nyata.&amp;nbsp; Orang-orang yang  menganggap dirinya beradab, mulai mematuhi ajaran Rasulullah.&amp;nbsp; Semua  orang, kemudian mulai mengubah aturan mereka untuk menyesuaikan dengan  ajaran Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Undang-undang  di Inggris, yang mempersyaratkan adanya perlakuan buruk dan  sewenang-wenang, dan kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi pada  salah satu pihak sebagai syarat perceraian, diubah pada tahun 1923.&amp;nbsp;  Perlakuan buruk sudah cukup memenuhi syarat perceraian pada  undang-undang&amp;nbsp; yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selandia  Baru memutuskan, pada tahun 1912, bahwa bila seorang istri tidak waras  selama tujuh tahun, perkawinannya dapat dibatalkan.&amp;nbsp; Pada tahun 1925,  lebih lanjut diatur bahwa apabila suami atau istri tidak dapat memenuhi  kewajiban perkawinan mereka, maka mereka boleh bercerai atau berpisah.&amp;nbsp;  Apabila dalam waktu tiga tahun suami istri tidak memperdulikan satu sama  lain, maka cerai dijatuhkan.&amp;nbsp; Suatu peniruan yang bagus terhadap hukum  Islam, tentunya, namun baru dibuat setelah 1.300 tahun penyerangan  terhadap ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Di  Negara bagian Australia, Queensland, ketidakwarasan selama lima tahun,  dianggap cukup sebagai alasan untuk bercerai.&amp;nbsp; Di Tasmania, sebuah  undang-undang yang diberlakukan pada tahun 1919, yang mengatakan bahwa  perlakuan buruk, meninggalkan selama empat tahun, kebiasaan mabuk, dan  pengacuhan selama tiga tahun, masuk penjara, pemukulan, ketidak warasan,  harus, baik salah satu maupun seluruhnya cukup menjadi alasan untuk  bercerai.&amp;nbsp; Di Victoria, undang-undang yang diberlakukan tahun 1923  menyatakan bahwa apabila seorang suami tidak mengurus istrinya selama  tiga tahun, atau berlaku buruk, atau tidak memberi nafkah, menganiaya  istrinya, maka perceraian dimungkinkan.&amp;nbsp; Selanjutnya diatur bahwa  apabila masuk penjara, pemukulan, perilaku buruk dari pihak istri,  ketidakwarasan, perlakuan sewenang-wenang dan percekcokan terus menerus  cukup menjadi alasan untuk perceraian atau perpisahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Di  bagian barat Australia, selain undang-undang yang mengatur hal tersebut  diatas, pernikahan seorang wanita yang dalam keadaan mengandung juga  dinyatakan tidak sah atau batal (Islam juga memiliki pandangan yang  sama).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Di  Kuba, telah diputuskan pada tahun 1918 bahwa perilaku buruk, pemukulan,  mencaci maki, berada dalam pemeriksaan polisi, kebiasaan mabuk,  kebiasaan berjudi, tidak dapat memenuhi kewajiban, tidak menafkahi,  penyakit menular atau kesepakatan bersama, dapat diterima sebagai syarat  perceraian atau perpisahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Italy  menyatakan pada tahun 1919 bahwa wanita harus memilik hak atas  hartanya.&amp;nbsp; Ia dapat memberikannya sebagai sumbangan atau menjualnya  apabila ia menghendaki.&amp;nbsp; (hingga saat ini di Eropa, wanita tidak diakui  sebagai pemilik dari hartanya sendiri) Di Mexico juga, kondisi  sebagaimana diatas dianggap cukup sebagai syarat untuk bercerai.&amp;nbsp;  Disamping itu, kesepakatan bersama juga dianggap cukup.&amp;nbsp; Hukum ini  diberlakukan tahun 1917.&amp;nbsp; Portugal memberlakukan tahun 1915, Norwegia  1909, Swedia 1920, dan Swiss pada tahun 1912 telah memberlakukan  undang-undang yang mengijinkan perceraian dan perpisahan. Di Swedia,  hukum mengharuskan ayah untuk menunjang kebutuhan hidup anaknya sampai  dengan usia delapan belas tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Di  Amerika walaupun undang-undang mengharuskan untuk menjaga hak ayah  terhadap anaknya, namun pada praktiknya, hakim mulai memperhatikan  faktor kelemahan dari pihak ibu, dan sekarang ayah wajib untuk menafkahi  anaknya yang tinggal dengan ibunya.&amp;nbsp; Tentu saja terdapat banyak&amp;nbsp;  kekurangan dalam hukum mereka.&amp;nbsp; Walaupun hak laki-laki dijaga, namun  wanita juga diijinkan untuk memiliki hak terhadap hartanya.&amp;nbsp; Pada saat  bersamaan, di banyak negara bagian, diatur apabila suami mengalami cacat  tetap, maka istri harus menunjang kebutuhan hidup suami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Wanita  sekarang memiliki hak untuk memilih, dan jalan telah terbuka dimana  mereka dapat memberikan suara terhadap kepentingan nasional.&amp;nbsp; Namun  demikian, semua ini terjadi 1300 tahun setelah Rasulullah Saw.  menyebarkan ajarannya.&amp;nbsp; Banyak hal yang masih menunggu untuk terjadi.&amp;nbsp;  Di beberapa negara, wanita masih tetap tidak memiliki bagian dari  warisan orang tua atau suaminya.&amp;nbsp; Demikian juga dalam beberapa masalah  lainnya, Islam terus memberikan pedoman kepada seluruh dunia, walaupun  dunia belum mengakui hal tersebut.&amp;nbsp; Dalam waktu yang tidak lama lagi,  bagaimanapun juga, dunia akan menerima tuntunan dari Rasulullah saw  mengenai hal ini,&amp;nbsp; sebagaimana juga mengenai hal lainnya, hal mana  Rasulullah telah memulainya atas nama kebebasan bagi wanita akan segera  membuahkan hasil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-2635614779882969001?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/2635614779882969001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/muhammad-saw-pembebas-kaum-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2635614779882969001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2635614779882969001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/muhammad-saw-pembebas-kaum-wanita.html' title='Muhammad Saw Pembebas Kaum Wanita'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-2115645082138394797</id><published>2011-10-16T09:01:00.005-07:00</published><updated>2011-10-16T09:01:52.532-07:00</updated><title type='text'>Nabi Muhammad Saw Yang Ummy</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Disadari  atau tidak, wujud Tuhan pasti dirasakan oleh jiwa manusia baik redup  atau benderang. Manusia menyadari bahwa suatu ketika dirinya akan mati.  Kesadaran ini mengantarkannya kepada pertanyaan tentang apa yang akan  terjadi sesudah kematian, bahkan menyebabkan manusia berusaha memperoleh  kedamaian dan keselamatan di negeri yang tak dikenal itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wujud  Tuhan yang dirasakan, serta hal-ihwal kematian, merupakan dua dari  sekian banyak faktor pendorong manusia untuk berhubungan dengan Tuhan  dan memperoleh informasi yang pasti. Sayangnya tidak semua manusia mampu  melakukan hal itu. Namun, kemurahan Allah menyebabkan-Nya memilih  manusia tertentu untuk menyampaikan pesan-pesan Allah, baik untuk  periode dan masyarakat tertentu maupun untuk seluruh manusia di setiap  waktu dan tempat. Mereka yang mendapat tugas itulah yang dinamai Nabi  (penyampai berita) dan Rasul (Utusan Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Jumlah mereka secara pasti tidak diketahui. Al-Quran hanya menginforrnasikan bahwa,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Tidak  satu umat (kelompok masyarakat) pun kecuali telah pernah diutus  kepadanya seorang pembawa peringatan” (QS Fathir [35]: 24).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Al-Quran juga menyatakan kepada Nabinya bahwa,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Kami  telah mengutus nabi-nabi sebelum kamu, di antara mereka ada yang telah  kami sampaikan kisahnya, dan ada pula yang tidak Kami sampaikan  kepadamu” (QS Al-Mu’min [40]: 78)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Al-Quran  menyebutkan secara tegas nama dua puluh lima Nabi/Rasul; delapan belas  di antaranya disebutkan dalam Al-Quran surat Al-An’am (6): 83-86,  sisanya didapatkan dari berbagai ayat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Nabi  Muhammad Saw. seperti dinyatakan Al-Quran surat Al-A’raf (7): 158  -diutus kepada seluruh manusia, dan beliau merupakan khataman nabiyyin  (penutup para nabi) (QS Al-Ahzab [33]: 40).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Masa Prakelahiran&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Al-Quran menegaskan bahwa para nabi telah pernah diangkat janjinya untuk percaya dan membela Nabi Muhammad Saw.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Dan  ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dan para Nabi, ‘Sungguh apa  saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang  kepadamu seorang Rasul (Muhammad) yang membenarkan kamu, niscaya kamu  sungguh-sungguh akan beriman kepadanya dan menolongnya.’ Allah  berfirman, ‘Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku yang  demikian itu?’ Mereka menjawab, ‘Kami mengakui.’” (QS Ali’Imran [3]: 81)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad Saw. bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Demi  (Allah) yang jiwaku berada pada genggaman-Nya, seandainya Musa a.s.  hidup, dia tidak dapat mengelak dan mengikutiku” (HR Imam Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak  jelas kapan dan bagaimana perjanjian yang disinggung ayat tersebut.  Setidaknya, ia mengisyaratkan bahwa Allah Swt. telah merencanakan  sesuatu untuk Nabi Muhammad Saw., jauh sebelum kelahiran beliau. Karena  itu pula sementara pakar menyatakan bahwa kematian ayah beliau sebelum  kelahiran, kepergiannya ke pedesaan menjauhi ibunya, serta  ketidakmampuannya membaca dan menulis merupakan strategi yang  dipersiapkan Tuhan kepada beliau untuk dijadikan utusan-Nya kepada  seluruh umat manusia kelak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bahkan  ulama lain meyakini bahwa pemilihan hal-hal tertentu berkaitan dengan  beliau bukanlah kebetulan. Misalnya bulan lahir, hijrah, dan wafatnya  pada bulan Rabi’ul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang  terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah) , ibunya Aminah (yang memberi  rasa aman),&lt;br /&gt;kakeknya yang bergelar Abdul Muththalib bernama Syaibah (orang tua yang  bijaksana), sedangkan yang membantu ibunya melahirkan bernama  Asy-Syifa’ (yang sempurna dan sehat), serta yang menyusukannya adalah  Halimah As-Sa’diyah (yang lapang dada dan mujur). Semuanya  mengisyaratkan keistimewaan berkaitan dengan Nabi Muhammad Saw. Makna  nama-nama tersebut memiliki kaitan yang erat dengan kepribadian Nabi  Muhammad Saw.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Al-Quran  surat Al-A’raf (7): 157 juga menginformasikan bahwa Nabi Muhammad Saw.  pada hakikatnya dikenal oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Hal ini  antara lain disebabkan mereka mendapatkan (nama)-nya tertulis di dalam  Taurat dan Injil (QS Al-A’raf [7]: 157).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Menurut  pakar agama Islam, yang ditegaskan oleh Al-Quran itu, dapat terbaca  antara lain dalam Pertanjian Lama, Kitab Ulangan 33 ayat 2:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“…  bahwa Tuhan telah datang dari Torsina, dan telah terbit untuk mereka  itu dari Seir, kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung  Paran.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pemahaman  mereka berdasarkan analisis berikut: “Gunung Paran” menurut Kitab  Pertanjian Lama, Kejadian ayat 21, adalah tempat putra Ibrahim -yakni  Nabi Ismail- bersama ibunya Hajar memperoleh air (Zam-Zam). Ini berarti  bahwa tempat tersebut adalah Makkah, dan dengan demikian yang tercantum  dalam Kitab Ulangan di atas mengisyaratkan tiga tempat terpancarnya  cahaya wahyu Ilahi: Thur Sina tempat Nabi Musa a.s., Seir tempat Nabi  Isa a.s. , dan Makkah tempat Nabi Muhammad Saw. Sejarah membuktikan  bahwa beliau satu-satunya Nabi dari Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Karena  itu pula wajar jika Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 146 menyatakan  bahkan mereka itu mengenalnya (Muhammad Saw.), sebagaimana mereka  mengenal anak-anak mereka, bahkan salah&lt;br /&gt;seorang penganut agama Yahudi yang kemudian masuk Islam, yaitu Abdullah  bin Salam pernah berkata, “Kami lebih mengenal dan lebih yakin tentang  kenabian Muhammad Saw. daripada pengenalan dan keyakinan kami tentang  anak-anak kami. Siapa tahu pasangan kami menyeleweng.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Masa Prakenabian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ada beberapa ayat Al-Quran yang berbicara tentang Nabi Muhammad Saw. sebelum kenabian beliau. Antara lain,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Bukankah  Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu,  dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia memberi petunjuk kepadamu, dan Dia  mendapatimu dalam keadaan kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?”  (QS Al-Dhuha [93]: 6-8).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Beliau  yatim sejak di dalam kandungan, kemudian dipelihara dan dilindungi oleh  paman dan kakeknya. Beliau hidup di dalam keresahan dan kebimbangan  melihat sikap masyarakatnya, lalu Allah memberinya petunjuk, dan  mengangkatnya sebagai Nabi dan Rasul. Beliau hidup miskin karena ayahnya  tidak meninggalkan&lt;br /&gt;warisan untuknya, kecuali beberapa ekor kambing dan harta lainnya yang  tidak berarti. Tetapi Allah memberinya kecukupan, khususnya menjelang  dan saat hidup berumah tangga dengan istrinya, Khadijah a.s.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ayat  lain yang oleh ulama dianggap berbicara tentang Nabi Muhammad Saw. pada  masa kanak kanaknya, adalah surat Alam Nasyrah ayat pertama:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Bukankah Kami (Tuhan) telah melapangkan dada untukmu?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sebagian  ulama mengartikan kata nasyrah dengan “memotong/membedah”. Memang, bila  dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat materi, artinya demikian.  Apabila dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat nonmateri, kata itu  mengandung arti membuka, memberi pemahaman, menganugerahkan ketenangan  dan semaknanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Yang  mengaitkan dengan hal-hal materi berpendapat bahwa ayat ini berbicara  tentang “pembedahan” yang pernah dilakukan oleh para malaikat terhadap  Nabi Muhammad Saw. kala beliau remaja.&lt;br /&gt;Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh mufasir An -Naisaburi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tetapi  sepanjang penelitian penulis kata tersebut dengan berbagai bentuknya  terulang sebanyak 5 kali, dan tidak satu pun yang digunakan dengan arti  harfiah, apalagi bermakna pembedahan. Akan lebih jelas lagi jika hal itu  disejajarkan dengan ayat yang berbicara tentang doa Nabi Musa a.s. di  dalam&lt;br /&gt;Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Wahai  Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku dan  lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS  Thaha [20]: 25-28)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Selanjutnya  Al-Quran menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak pernah membaca satu  kitab atau menulis satu kata sebelum datangnya wahyu Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Engkau  tidak pernah membaca satu kitab pun sebelumnya (Al-Quran), tidak juga  menulis satu tulisan dengan tanganmu, (andai kata kamu pernah membaca  dan menulis) pasti akan&lt;br /&gt;benar-benar ragulah orang yang mengingkari-(mu)” (QS Al-’Ankabut [29]: 48).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ayat  ini secara pasti menyatakan bahwa beliau Saw. adalah orang yang tidak  pandai membaca dan menulis. Banyak ulama yang memahami bahwa kendatipun  kemudian Nabi Saw. menganjurkan umatnya belajar membaca dan menulis,  namun beliau sendiri tidak melakukannya, karena Allah Swt. ingin  menjadikan beliau sebagai bukti bahwa informasi yang diperolehnya  benar-benar bukan bersumber dari manusia, melainkan dari Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ada  juga ulama yang memahami bahwa ketidakmampuan beliau membaca hanya  terbatas sampai sebelum terbukti kebenaran ajaran Islam. Setelah  kebenaran Islam terbukti -setelah hijrah ke Madinah- beliau telah pandai  membaca. Menurut pendukungnya ide ini dikuatkan antara lain oleh kata  “sebelumnya” yang terdapat pada ayat di atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memang,  kata ummi hanya ditemukan dua kali dalam Al-Quran (QS Al-A’raf [7] 157  dan 158) , dan keduanya menjadi sifat Nabi Muhammad Saw. Memang kedua  ayat itu turun di Makkah, meskipun ada juga ayat lain yang turun di  Madinah menyatakan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Dia (Allah) yang mengutus kepada masyarakat ummiyyin (buta huruf), seorang Rasul di antara mereka” (QS Al-Jum’ah [62]: 2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Di sisi lain, harus disadari bahwa masyarakat beliau ketika itu menganggap kemampuan menulis sebagai bukti kelemahan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pada  masa itu sarana tulis-menulis amat langka, sehingga masyarakat amat  mengandalkan hafalan. Seseorang yang menulis dianggap tidak memiliki  kemampuan menghafal, dan ini merupakan kekurangan. Penyair Zurrummah  pernah ditemukan sedang menulis, dan ketika ia sadar bahwa ada orang  yang melihatnya, ia bermohon,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Jangan beri tahu siapa pun, karena ini (kemampuan menulis) bagi kami adalah aib.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memang,  nilai-nilai dalam masyarakat berubah, sehingga apa yang dianggap baik  pada hari ini, boleh jadi sebelumnya dinilai buruk. Pada masa kini  kemampuan menghafal tidak sepenting masa lalu, karena sarana  tulis-menulis dengan mudah diperoleh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Masa Kenabian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pada  usia 40 tahun, yang disebut oleh Al-Quran surat Al-Ahqaf ayat 15  sebagai usia kesempurnaan, Muhammad Saw. diangkat menjadi Nabi. Ditandai  dengan turunnya wahyu pertama Iqra’ bismi Rabbik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sebelumnya  beliau tidak pernah menduga akan mendapat tugas dan kedudukan yang  demikian terhormat. Karena itu ditemukan ayat-ayat Al-Quran yang  menguraikan sikap beliau terhadap wahyu dan memberi kesan bahwa pada  mulanya beliau sendiri “ragu” dan gelisah mengenai hal yang dialaminya.  QS Yunus&lt;br /&gt;(10): 94 mengisyaratkan bahwa,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Kalau  engkau ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah  kepada orang-orang yang membaca Kitab Suci sebelum kamu (QS Yunus [10]:  94).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kegelisahan  itu bertambah besar pada saat wahyu yang beliau nanti-nantikan tidak  kunjung datang, hingga menurut beberapa riwayat beliau sedemikian  gelisah, sampai-sampai konon beliau hampir saja mencelakakan dirinya.  Rupanya Allah Swt. bermaksud menjadikan beliau lebih merindukan lagi  “sang kekasih dan firman-firman-Nya” agar semakin mantap cinta beliau  kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Surat  Adh-Dhuha menyatakan sekelumit hal itu, sekaligus sekilas kedudukan  beliau di sisi Allah. Surat ini turun berkenaan dengan kegelisahan Nabi  Muhammad Saw. karena ketidakhadiran Malaikat Jibril membawa wahyu  setelah sekian kali sebelumnya datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Demi adh-dhuha, dan malam ketika hening. Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula membenci (mu dan siapa pun).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mengapa  adh-dhuha -yakni “matahari ketika naik sepenggalah”-yang dipilih  berkaitan dengan wahyu-wahyu yang diterima oleh Nabi Saw., atau apakah  adh-dhuha ada kaitannya dengan ketidakhadiran wahyu-wahyu Ilahi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ketika  matahari naik sepenggalah, cahayanya memancar menerangi seluruh  penjuru. Cahayanya tidak terlalu terik, sehingga tidak menyebabkan  gangguan sedikit pun, bahkan panasnya memberikan kesegaran, kenyamanan,  dan kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Di  sini Allah Swt. melambangkan kehadiran wahyu selama ini sebagai  kehadiran cahaya matahari yang sinarnya demikian jelas, menyegarkan, dan  menyenangkan. Sedangkan ketidakhadiran wahyu dinyatakan dengan kalimat,  “Demi malam ketika hening.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dari  kedua hal yang bertolak belakang itu, Allah menafikan dugaan atau  tanggapan yang menyatakan bahwa Muhammad Saw. telah ditinggalkan oleh  Tuhannya, atau bahkan Tuhan telah membencinya. Kehadiran malam tidak  menjadikan seseorang boleh berkata bahwa matahari tidak akan terbit  lagi, karena kenyataan sehari-hari membuktikan kekeliruan ucapan seperti  itu. Nah, ketidakhadiran wahyu beberapa saat tidak dapat dijadikan  alasan untuk menyatakan bahwa wahyu tidak akan hadir lagi atau Muhammad  telah ditinggalkan oleh Tuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ketidakhadiran  antara lain menjadi isyarat kepada Nabi Muhammad Saw. untuk  beristirahat, karena “malam” dijadikan Tuhan sebagai waktu  “beristirahat.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dapat  juga dikatakan bahwa ketidakhadiran wahyu justru pada saat Nabi  Muhammad menanti-nantikannya, membuktikan bahwa wahyu adalah wewenang  Tuhan sendiri. Walaupun keinginan Nabi Saw. meluap-luap menantikan  kehadirannya, namun jika Tuhan tidak menghendaki, wahyu tidak akan  datang. Ini membuktikan bahwa wahyu bukan merupakan hasil renungan atau  bisikan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kenabian  Muhammad Saw. bukan merupakan hal yang baru bagi umat manusia. Nabi  Muhammad secara tegas diperintahkan untuk menyatakan hal itu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Katakanlah,  ‘Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul. Aku tidak  mengetahui yang diperbuat terhadapku, tidak juga terhadapmu. Aku tidak  lain hanya mengikuti yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain seorang  pemberi peringatan yang menjelaskan.’” (QS Al-Ahqaf [46]: 9)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Namun  demikian’ kenabian Muhammad Saw. berbeda dengan kenabian utusan Tuhan  yang lain. Sebelum beliau, para Nabi dan Rasul diutus untuk masyarakat  dan waktu tertentu, tetapi Nabi Muhammad Saw. diutus untuk seluruh  manusia di setiap waktu dan tempat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Katakanlah  (hai Muhammad), ‘Wahai seluruh manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan  Allah untuk kamu semua’” (QS Al-A’raf [7]: 158)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ada  sementara orientalis yang menduga bahwa pada mulanya Nabi Muhammad Saw.  hanya bermaksud mengajarkan agamanya kepada orang-orang Arab, tetapi  setelah beliau berhasil di Madinah, beliau memperluas dakwahnya untuk  seluruh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Pendapat ini sungguh keliru, karena sejak di Makkah beliau telah menegaskan bahwa beliau diutus untuk seluruh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Katakanlah (hai Muhammad), ‘Wahai seluruh manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semua.’” (QS&lt;br /&gt;Al-A’raf [7]: 158).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ayat  ini turun ketika Nabi Saw. sedang berada di Makkah, bahkan menurut  sementara ulama, semua ayat Al-Quran yang dimulai dengan panggilan  “Wahai seluruh manusia,” semuanya turun di Makkah kecuali beberapa ayat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Perbedaan  yang lain adalah para nabi sebelum beliau selalu mengaitkan kenabian  dengan hal-hal yang bersifat suprarasional, baik berbentuk sihir,  pengetahuan gaib, mimpi-mimpi, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Isa a.s. misalnya bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Sesungguhnya  Aku telah datang kepadamu dengan membawa bukti (mukjizat) dari Tuhanmu,  yaitu aku membuat burung untuk kamu dari tanah, kemudian aku meniupnya  sehingga ia menjadi burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan  orang yang buta sejak lahir, dan orang yang berpenyakit sopak (lepra),  dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan  kepadamu yang kamu makan dan yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya  yang demikian itu adalah suatu tanda (mukjizat tentang kebenaran  kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (QS Ali ‘Imran  [3]: 49)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam Perjanjian Baru, Isa a.s. juga menyatakan, “Jangan percaya padaku, jika aku tidak mengerjakan pekerjaan Bapak …”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Demikian  halnya Isa a.s. dan para nabi sebelumnya. Oleh karena itu, ketika  masyarakat Arab Quraisy meminta bukti-bukti yang bersifat suprarasional,  Nabi Muhammad Saw. diperintahkan untuk menyampaikan kalimat-kalimat  berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Katakanlah,  ‘Sesungguhnya bukti-bukti itu bersumber dari Allah, sedang aku hanya  pembawa peringatan yang menjelaskan.’” (QS Al-’Ankabut [29]: 50)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dr.  Nazme Luke, seorang pendeta Mesir, berkomentar bahwa menghidupkan orang  mati, mengembalikan penglihatan orang buta, dan lain-lain adalah  hal-hal yang sangat mengagumkan, tetapi tidak berarti apa-apa jika  digunakan untuk membuktikan bahwa 2+2 = 5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Masyarakat  pada masa Isa a.s. membutuhkan bukti-bukti yang bersifat suprarasional,  karena mereka belum mencapai tingkat kedewasan yang memadai. Hal ini,  tulisnya, sama dengan membujuk anak kecil untuk makan, padahal jika  telah dewasa, ia akan makan tanpa dibujuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Memang Nabi Muhammad Saw. tidak mengandalkan hal-hal yang bersifat suprarasional sebagai bukti kebenaran ajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Bukti  kebenaran kenabian dan kerasulannya adalah Al-Quran dan diri beliau  sendiri yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis). Para pakar  bersepakat dengan menggunakan berbagai tolok ukur untuk mengakui beliau  sebagai manusia teragung yang pernah dikenal oleh sejarah kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Demikianlah  kesimpulan Thomas Carlyle dalam bukunya On Heroes, Hero, Worship and  the Heros in History dengan menggunakan tolok ukur kepahlawanan.  Demikian pula Will Durant dalam The Story of Civilization in the World  dengan tolok ukur hasil karya, Marcus Dodds dalam Muhammad, Buddha, and  Christ, dengan&lt;br /&gt;tolok ukur keberanian moral, Nazme Luke dalam Muhammad Al-Rasul wa  Al-Risalah dengan tolok ukur metode pembuktian ajaran, serta Michael  Hart dalam bukunya tentang seratus tokoh dunia yang paling berpengaruh  dalam sejarah, dengan tolok ukur pengaruh serta sederetan pakar lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Mustahil  bagi siapa pun yang mempelajari kehidupan dan karakter Muhammad (Saw.),  hanya mempunyai perasaan hormat saja terhadap Nabi mulia itu. Ia akan  melampauinya sehingga meyakini bahwa beliau adalah salah seorang Nabi  terbesar dari sang Pencipta,” demikian Annie Besant menulis dalam The  Life and Teachings of Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam konteks ini Al-Quran surat Alam Nasyrah ayat 4 menyatakan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Sesungguhnya Kami pasti akan meninggikan namamu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam ayat lain dinyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Wahai  seluruh manusia, telah datang kepada kamu bukti yang sangat jelas dan  Tuhanmu (yakni Muhammad Saw.), dan Kami telah (pula) menurunkan cahaya  yang terang benderang (Al-Quran)” (QS Al-Nisa’ [4]: 174).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Akhlak dan Fungsi Kenabian Muhammad Saw&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Al-Quran  mengakui secara tegas bahwa Nabi Muhammad Saw. memiliki akhlak yang  sangat agung. Bahkan dapat dikatakan bahwa konsideran pengangkatan  beliau sebagai nabi adalah keluhuran budi pekertinya. Hal ini dipahami  dari wahyu ketiga yang antara lain menyatakan bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung” (QS Al-Qalam [68]: 4).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kata “di atas” tentu mempunyai makna yang sangat dalam, melebihi kata lain, misalnya, pada tahap/ dalam keadaan akhlak mulia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Seperti  dikemukakan di atas, Al-Quran surat Al-An’am ayat 90 menyebutkan dalam  rangkaian ayat-ayatnya 18 nama Nabi/Rasul. Setelah kedelapan belas nama  disebut, Allah berpesan kepada Nabi Muhammad Saw.,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Mereka itulah yang telah memperoleh petunjuk dari Allah, maka hendaknya kamu meneladani petunjuk yang mereka peroleh.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ulama-ulama  tafsir menyatakan bahwa Nabi Saw. pasti memperhatikan benar pesan ini.  Hal itu terbukti antara lain, ketika salah seorang pengikutnya mengecam  kebijaksanaan beliau saat membagi harta rampasan perang, beliau menahan  amarahnya dan menyabarkan diri dengan berkata,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Semoga  Allah merahmati Musa a s. Dia telah diganggu melebihi gangguan yang  kualami ini, dan dia bersabar (maka aku lebih wajar bersabar daripada  Musa a s.).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Karena  itu pula sebagian ulama tafsir menyimpulkan, bahwa pastilah Nabi  Muhammad Saw. telah meneladani sifat-sifat terpuji para nabi sebelum  beliau Nabi Nuh a.s. dikenal sebagai seorang yang gigih dan tabah dalam  berdakwah. Nabi Ibrahim a.s. dikenal sebagai seorang yang amat pemurah,  serta amat tekun bermujahadah mendekatkan diri kepada Allah. Nabi Daud  a.s. dikenal sebagai nabi yang amat menonjolkan rasa syukur serta  penghargaannya terhadap nikmat Allah. Nabi Zakaria a.s., Yahya a.s., dan  Isa a.s., adalah nabi-nabi yang berupaya menghindari kenikmatan dunia  demi mendekatkan diri kepada Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Nabi  Yusuf a.s. terkenal gagah, dan amat bersyukur dalam nikmat dan bersabar  menahan cobaan. Nabi Yunus a. s. diketahui sebagai nabi yang amat  khusyuk ketika berdoa, Nabi Musa terbukti sebagai nabi yang berani dan  memiliki ketegasan, Nabi Harun a.s. sebaliknya, adalah nabi yang penuh  dengan&lt;br /&gt;kelemahlembutan. Demikian seterusnya, dan Nabi Muhammad Saw. meneladani semua keistimewaan mereka itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Ada beberapa sifat Nabi Muhammad Saw. yang ditekankan oleh Al-Quran, antara lain,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Sesungguhnya  telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa  olehnya penderitaanmu (umat manusia), serta sangat menginginkan kebaikan  untuk kamu semua, lagi amat tinggi belas kasihannya serta penyayang  terhadap orang-orang mukmin” (QS Al-Tawbah [9]: 128).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Begitu  besar perhatiannya kepada umat manusia, sehingga hampir-hampir saja ia  mencelakakan diri demi mengajak mereka beriman (baca QS Syu’ara [26]:  3). Begitu luas rahmat dan kasih sayang yang dibawanya, sehingga  menyentuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan makhluk-makhluk tak  bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sebelum Eropa memperkenalkan Organisasi Pencinta Binatang, Nabi Muhammad Saw. telah mengajarkan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang-binatang, kendarailah dan makanlah dengan baik.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Seorang wanita terjerumus ke dalam neraka karena seekor kucing yang dikurungnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Seorang wanita yang bergelimang dosa diampuni Tuhan karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Rahmat  dan kasih sayang yang dicurahkannya sampai pula pada benda-benda tak  bernyawa. Susu, gelas, cermin, tikar, perisai, pedang, dan sebagainya,  semuanya beliau beri nama, seakan-akan benda-benda tak bernyawa itu  mempunyai kepribadian yang membutuhkan uluran tangan, rahmat, kasih  sayang, dan&lt;br /&gt;persahabatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Diakui bahwa Muhammad Saw. diperintahkan Allah untuk menegaskan bahwa,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Aku tidak lain kecuali manusia seperti kamu, (tetapi aku) diberi wahyu …” (QS Al-Kahf [18]: 110).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Beliau  adalah manusia seperti manusia yang lain dalam naluri, fungsi fisik,  dan kebutuhannya, tetapi bukan dalam sifat-sifat dan keagungannya,  karena beliau mendapat bimbingan Tuhan dan kedudukan istimewa di  sisi-Nya, sedang yang lain tidak demikian. Seperti halnya permata adalah  jenis batu yang sama&lt;br /&gt;jenisnya dengan batu yang di jalan, tetapi ia memiliki keistimewaan  yang tidak dimiliki oleh batu-batu lain. Dalam bahasa tafsir Al-Quran,  “Yang sama dengan manusia lain adalah basyariyah bukan pada insaniyah.”  Perhatikan bunyi firman tadi: basyarun mitslukum bukan insan mitslukum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Atas  dasar sifat-sifat yang agung dan menyeluruh itu, Allah Swt. menjadikan  beliau sebagai teladan yang baik sekaligus sebagai syahid (pembawa  berita gembira dan pemberi peringatan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Sesungguhnya  terdapat dalam diri Rasul teladan yang baik bagi yang mengharapkan  (ridha) Allah dan ganjaran di hari kemudian.” (QS Al-Ahzab [33]: 2l).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Keteladanan  tersebut dapat dilakukan oleh setiap manusia, karena beliau telah  memiliki segala sifat terpuji yang dapat dimiliki oleh manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam  konteks ini, Abbas Al-Aqqad, seorang pakar Muslim kontemporer  menguraikan bahwa manusia dapat diklasifikasikan ke dalam empat tipe:  seniman, pemikir, pekerta, dan yang tekun beribadah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sejarah  hidup Nabi Muhammad Saw. membuktikan bahwa beliau menghimpun dan  mencapai puncak keempat macam manusia tersebut. Karya-karyanya,  ibadahnya, seni bahasa yang dikuasainya, serta&lt;br /&gt;pemikiran-pemikirannya sungguh mengagumkan setiap orang yang bersikap  objektif. Karena itu pula seorang Muslim akan kagum berganda kepada  beliau, sekali pada saat memandangnya melalui kacamata ilmu dan  kemanusiaan, dan kedua kali pada saat memandangnya dengan kacamata iman  dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Banyak  fungsi yang ditetapkan Allah bagi Nabi Muhammad Saw., antara lain  sebagai syahid (pembawa berita gembira dan pemberi peringatan) (QS  Al-Fath [48]: 8), yang pada akhirnya bermuara pada penyebarluasan rahmat  bagi alam semesta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Di sini fungsi beliau sebagai syahid/syahid akan dijelaskan agak mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Demikian  itulah Kami jadikan kamu umat pertengahan, agar kamu menjadi saksi  terhadap manusia, dan agar Rasul (Muhammad Saw.) menjadi saksi terhadap  kamu … (QS Al-Baqarah [2]: 143)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kata  syahid/syahid antara lain berarti “menyaksikan,” baik dengan pandangan  mata maupun dengan pandangan hati (pengetahuan). Ayat itu menjelaskan  keberadaan umat Islam pada posisi tengah, agar mereka tidak hanyut pada  pengaruh kebendaan, tidak pula mengantarkannya membubung tinggi ke alam&lt;br /&gt;ruhani sehingga tidak berpijak lagi di bumi. Mereka berada di antara  keduanya (posisi tengah), sehingga mereka dapat menjadi saksi dalam arti  patron/teladan dan skala kebenaran bagi umat-umat yang lain, sedangkan  Rasulullah Saw. yang juga berkedudukan sebagai syahid (saksi) adalah  patron dan teladan&lt;br /&gt;bagi umat Islam. Kendati ada juga yang berpendapat bahwa kata tersebut  berarti bahwa Nabi Muhammad Saw. akan menjadi saksi di hari kemudian  terhadap umatnya dan umat-umat terdahulu, seperti bunyi firman Allah  dalam Al-Quran surat Al-Nisa’ (4): 41:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Maka  bagaimanakah halnya orang-orang kafir nanti apabila Kami menghadirkan  seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami hadirkan pula engkau (hai  Muhammad) sebagai saksi atas mereka (QS Al-Nisa, [4]: 41).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Tingkat  syahadat (persaksian) hanya diraih oleh mereka yang menelusuri jalan  lurus (shirath al-mustaqim), sehingga mereka mampu menyaksikan yang  tersirat di balik yang tersurat. Mereka yang menurut Ibnu Sina disebut  “orang yang arif,” mampu memandang rahasia Tuhan yang terbentang melalu  qudrat-Nya.&lt;br /&gt;Tokoh dari segala saksi adalah Rasulullah Muhammad Saw. yang secara  tegas di dalam ayat ini dinyatakan “diutus untuk menjadi syahid  (saksi).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sikap Allah Swt. terhadap Nabi Muhammad Saw.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dari  penelusuran terhadap ayat-ayat Al-Quran ditemukan bahwa para nabi  sebelum Nabi Muhammad Saw. telah diseru oleh Allah dengan nama-nama  mereka; Ya Adam…, Ya Musa…, Ya Isa…, dan sebagainya. Tetapi terhadap  Nabi Muhammad Saw., Allah Swt. sering memanggilnya dengan panggilan  kemuliaan, seperti Ya ayyuhan Nabi…, Ya ayyuhar Rasul…, atau  memanggilnya dengan panggilan-panggilan mesra, seperti Ya ayyuhal  muddatstsir, atau ya ayyuhal muzzammil (wahai orang yang berselimut).  Kalau pun ada ayat yang menyebut namanya, nama tersebut dibarengi dengan  gelar kehormatan. Perhatikan firman-Nya dalam surat Ali-’Imran (3):  144, Al-Ahzab (33): 40, Al-Fat-h (48): 29, dan Al-Shaff (61): 6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam konteks ini dapat dimengerti mengapa Al-Quran berpesan kepada kaum mukmin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Janganlah  kamu menjadikan panggilan kepada Rasul di antara kamu, seperti  panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain… (QS Al-Nur [24]: 63).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sikap Allah kepada Rasul Saw. dapat juga dilihat dengan membandingkan sikap-Nya terhadap Musa a.s.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Nabi  Musa a.s. bermohon agar Allah menganugerahkan kepadanya kelapangan  dada, serta memohon agar Allah memudahkan segala persoalannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku (QS Thaha [20]: 25-26).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Sedangkan  Nabi Muhammad Saw. memperoleh anugerah kelapangan dada tanpa mengajukan  permohonan. Perhatikan firman Allah dalam surat Alam Nasyrah, Bukankah  Kami telah melapangkan&lt;br /&gt;dadamu? (QS Alam Nasyrah [94]: 1).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dapat  diambil kesimpulan bahwa yang diberi tanpa bermohon tentunya lebih  dicintai daripada yang bermohon, baik permohonannya dikabulkan,  lebih-lebih yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Permohonan  Nabi Musa a.s. adalah agar urusannya dipermudah, sedangkan Nabi  Muhammad Saw. bukan sekadar urusan yang dimudahkan Tuhan, melainkan  beliau sendiri yang dianugerahi kemudahan. Sehingga betapapun sulitnya  persoalan yang dihadapi -dengan pertolongan Allah-beliau akan mampu  menyelesaikannya. Mengapa demikian? Karena Allah menyatakan kepada Nabi  Muhammad dalam surat Al-A’la (87): 8:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Dan Kami mudahkan kamu ke jalan yang mudah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Mungkin  saja urusan telah mudah, namun seseorang, karena satu dan lain  sebab-tidak mampu menghadapinya. Tetapi jika yang bersangkutan telah  memperoleh kemudahan, walaupun sulit urusan&lt;br /&gt;tetap akan terselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Keistimewaan  yang dimiliki beliau tidak berhenti di sana saja. Juga dengan  keistimewaan kedua, yaitu “jalan yang beliau tempuh selalu dimudahkan  Tuhan” sebagaimana tersurat dalam firman Allah, “Dan Kami mudahkan kamu  ke jalan yang mudah.” (QS Al-A’la [87]: 8).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dari  sini jelas bahwa apa yang diperoleh oleh Nabi Muhammad Saw. melebihi  apa yang diperoleh oleh Nabi Musa a.s., karena beliau tanpa bermohon pun  memperoleh kemudahan berganda, sedangkan Nabi Musa a.s. baru memperoleh  anugerah “kemudahan urusan” setelah mengajukan permohonannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Itu  bukan berarti bahwa Nabi Muhammad Saw. dimanjakan oleh Allah, sehingga  beliau tidak akan ditegur apabila melakukan sesuatu yang kurang wajar  sebagai manusia pilihan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dari Al-Quran ditemukan sekian banyak teguran-teguran Allah kepada beliau, dari yang sangat tegas hingga yang lemah lembut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Perhatikan teguran firman Allah ketika beliau memberi izin kepada beberapa orang munafik untuk tidak ikut berperang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Allah  telah memaafkan kamu. Mengapa engkau mengizinkan mereka? (Seharusnya  izin itu engkau berikan) setelah terbukti bagimu siapa yang berbohong  dalam alasannya, dan siapa pula yang berkata benar (QS Al-Tawbah [9]:  43)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam ayat tersebut Allah mendahulukan penegasan bahwa beliau telah dimaafkan, baru kemudian disebutkan “kekeliruannya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Teguran  keras baru akan diberikan kepada beliau terhadap ucapan yang  mengesankan bahwa beliau mengetahui secara pasti orang yang diampuni  Allah, dan yang akan disiksa-Nya, maupun ketika beliau merasa dapat  menetapkan siapa yang berhak disiksa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Engkau tidak mempunyai sedikit urusan pun. (Apakah) Allah menerima tobat mereka atau menyiksa mereka (QS Ali ‘Imran [3]: 128).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Perhatikan  teguran Allah dalam surat ‘Abasa ayat 1-2 kepada Nabi Muhammad Saw.,  yang tidak mau melayani orang buta yang datang meminta untuk belajar  pada saat Nabi Saw. sedang melakukan pembicaraan dengan tokoh-tokoh kaum  musyrik di Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Teguran ini dikemukakan dengan rangkaian sepuluh ayat, dan diakhiri dengan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Sekali-kali jangan (demikian). Sesungguhnya ajaran-ajaran Allah adalah suatu peringatan” (QS ‘Abasa [80]: 11).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Nabi  berpaling dan sekadar bermuka masam ketika seseorang mengganggu  konsentrasi dan pembicaraan serius pada saat rapat; hakikatnya dapat  dinilai sudah sangat baik bila dikerjakan oleh manusia biasa. Namun  karena Muhammad Saw. adalah manusia pilihan, sikap dernikian itu dinilai  kurang tepat, yang dalam&lt;br /&gt;istilah Al-Quran disebut zanb (dosa).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam  hal ini ulama memperkenalkan kaidah: Hasanat al-abrar, sayyiat  al-muqarrabin, yang berarti “kebajikan-kebajikan yang dilakukan oleh  orang-orang baik, (dapat dinilai sebagai) dosa (bila diperbuat oleh)  orang-orang yang dekat kepada Tuhan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;–oo0oo–&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Disadari  sepenuhnya bahwa uraian tentang Nabi Muhammad Saw. amat panjang, yang  dapat diperoleh secara tersirat maupun tersurat dalam Al-Quran, maupun  dari sunnah, riwayat, dan pandangan para pakar. Tidak mungkin seseorang  dapat menjangkau dan menguraikan seluruhnya, karena itu sungguh tepat  kesimpulan yang diberikan oleh penyair Al-Bushiri,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;“Batas  pengetahuan tentang beliau, hanya bahwa beliau adalah seorang manusia,  dan bahwa beliau adalah sebaik-baik makhluk Allah seluruhnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Allahumma shalli wa sallim ‘alaih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Disunting dari buku &lt;strong&gt;WAWASAN AL-QURAN, Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;oleh &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dr. M. Quraish Shihab, M.A.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-2115645082138394797?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/2115645082138394797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/nabi-muhammad-saw-yang-ummy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2115645082138394797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2115645082138394797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/nabi-muhammad-saw-yang-ummy.html' title='Nabi Muhammad Saw Yang Ummy'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-5354246090335605277</id><published>2011-10-16T08:58:00.003-07:00</published><updated>2011-10-16T08:58:54.708-07:00</updated><title type='text'>Rasulullah Saw Adalah Pendengar Yang Baik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Rasulullah  adalah sosok manusia paripurna yang hampir sempurna dalam segala  halnya. Salah satu kesempurnaannya asdalah caranya dalam melakukan  dialog dan menjalin komunikasi dengan kawan maupun lawannya. Kehebatan  komunikasinya itulah yang dapat “menyihir” orang sehingga tertarik,  kemudian mengikuti ajran yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tentu bukan ahli sihir. Kemampuan komunikasinya bukan dari  hasil praktek mistik, tapi merupakan latihan panjang dari proses mistik,  tapi merupakan latihan panjang dari proses perjuangannya sejak kecil.  Beliau mandiri sejak usia dini, sehingga mengharuskannya bergaul dengan  dunia luas. Pergaulannya menjadi sangat luas ketika beliau berdagang di  usia remaja. Di sinilah kemampuan berkomunikasi itu diasah. Lebih dari  itu, tentu saja Nabi mempunyai berbagai kelebihan yang bersifat  mu’jizati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu rahasia keberhasilan Rasulullah dalam berbagai dialognya  adalah kesediaan beliau menjadi pendengar yang baik. Rasululllah tidak  saja pandai berbicara, tapi juga pandai mendengar. Selain menjadi  pembicara yang baik, beliau adalah pendengar yag sangat baik. Berikut  ini kisah Rasulullah ketika berdialog dengan perunding ulung yang  akhirnya takluk setelah berdialog dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah sudah mulai melakukan da’wah secara terbuka, kaum  kafir Quraisy gundah dan guncang hatinya. Mereka ingin membendung  aktivitas da’wah Muhammad dengan segala cara. Salah satunya adalah  dengan mengutus Utbah bin Rabi’ah untuk melakukan negoisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Utbah duduk di sebelah Rasulullah  saw seraya berkata: “Wahai anak pamanku, sesungguhnya engkau mengetahui  secara pasti kedudukanmu di tengah-tengah kaummu. Engkau telah  memecah-belah barisan mereka, engakau caci-maki tuhan-tuhan mereka, dan  engkau kafirkan nenek moyang mereka. Karena itu dengarkanlah  kata-kataku: Aku akan menyampaikan beberapa tawaran, mudah-mudahan kamu  mau menerima sebagiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata: “Wahai Abl Walid, katakanlah. Aku akan  mendengarnya.” Lalu Utbah bin Rabi’ah mengutarakan panjang lebar segala  tawarannya. Ketika selesai, Rasulullah kembali bertanya: “Sudah  selesaikah wahai Abul Walid?” Ia menjawab, “Sudah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian berkata: Sekarang dengarkanlah kata-kataku. Ia pun  menjawab: “Silahkan” Lalu Rasulullah membacakan beberapa ayat dari surat  Fushilat. Sampai pada akhirnya beliau membaca ayat sajadah (ayat 37),  dan beliau bersujud. Lengkapnya ayat itu berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sebagian tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari  dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula)  kepada bulan, tetapi bersujudklah kepada Allah yang Menciptakannya, jika  kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu beliau berkata kepada Utbah, engkau telah mendengarkannya  dan kini silahkan temukan sikapmu. Utbah segera bangkit dari tempat  duduknya, lalu pergi menjumpai teman-temannya. Sebagian dari mereka  berkata: “Demi Allah, Abul Walid datang kepada kalian dengan raut muka  yang berbeda dengan ketika ia berangkat.” Utbah meminta kepada mereka  supaya memanggil Rasul Allah saw, akan tetapi mereka enggan. Mereka  malah berkata: “Ia telah menyihirmu dengan ucapannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan percakapan antara Rasulullah dengan Utbah sungguh  sangat menarik. Selain bobot pembicaraannya yang bagus, cara dialognya  juga mempesona. Rasulullah sebagai tuan rumah terlebih dahulu  mempersilahkan tamunya untuk menyampaikan maksud kedatangannya. Dengan  penuh perhatian beliau mendengarkan sampai pembicara tuntas menyampaikan  maksudnya. Beliau tidak memotong pembicaraan lawan bicaranya, malah  beliau bertanya kepadanya, Wahai Abul Walid, apakah kamu sudah selesai? &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Kesediaan  Rasulullah mendengarkan hingga tuntas pembicaraan orang merupakan  cerminan akhlaq beliau yang sangat mulia. Dengan akhlaq mulia itulah  Rasulullah menaklukkan hati orang, sehingga bersedia mendengarkan dan  mempertimbangkan ajakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Utbah  adalah salah seorang mitra dialog yang kemudian tertarik dan terpesona  dengan gaya komunikasi beliau. Tak heran jika teman-temannya kemudian  mengatakan kepadanya bahwa Utbah telah tersihir ucapan Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Jika  dihitung, ucapan Utbah jauh lebih banyak dari ucapan Rasulullah. Bahkan  beliau hampir tidak berkapa apa-apa kecuali sekadar membacakan beberapa  ayat suci al-Qur’an. Justru dengan berhemat bicara inilah akhirnya  Utbah kepincut, dan akhirnya menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ummatnya tentu sangat baik jika kita meniru dan mempraktekkan  gaya Rasulullah dalam berdialog dan berkomunikasi. Beliau tidak ingin  mendominasi pembicaraan, sebab hal itu sama saja dengan serakah dalam  urusan makan. Keduanya merupakan dua sikap yang dicela oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-5354246090335605277?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/5354246090335605277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/rasulullah-saw-adalah-pendengar-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5354246090335605277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5354246090335605277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/rasulullah-saw-adalah-pendengar-yang.html' title='Rasulullah Saw Adalah Pendengar Yang Baik'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-4310115958863988264</id><published>2011-10-16T08:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:50:38.479-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (1)</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aminah  pun hamil, dan kemudian, seperti&amp;nbsp; wanita&amp;nbsp; lain ia pun melahirkan.   Selesai&amp;nbsp; bersalin dikirimnya berita kepada Abdul Muthalib&amp;nbsp; di&amp;nbsp; Ka'bah,&amp;nbsp;   bahwa&amp;nbsp; ia&amp;nbsp;&amp;nbsp; melahirkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; seorang&amp;nbsp; anak laki-laki.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah   gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat   kepada Abdullah anaknya. Gembira sekali hatinya karena ternyata   pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu,   diangkatnya bayi itu lalu&amp;nbsp; dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal.   Kemudian dikembalikannya&amp;nbsp; bayi&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; ibunya. Kini mereka  sedang  menantikan orang yang akan menyusukannya&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; Keluarga Sa'ad  (Banu&amp;nbsp;  Sa'ad),&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; menyerahkan anaknya itu kepada salah  seorang  dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum bangsawan Arab  di  Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa  ahli  berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah  (570  Masehi).&amp;nbsp; Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu.  Yang  lain berpendapat kelahirannya itu&amp;nbsp; limabelas tahun sebelum  peristiwa  gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan ia dilahirkan beberapa  hari&amp;nbsp;  atau&amp;nbsp; beberapa&amp;nbsp; bulan&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; juga beberapa&amp;nbsp; tahun&amp;nbsp; sesudah&amp;nbsp;  Tahun&amp;nbsp;  Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;   menaksir&amp;nbsp; sampai&amp;nbsp; tujuhpuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga para ahli berlainan   pendapat mengenai bulan kelahirannya. Sebagian besar mengatakan ia   dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada yang&amp;nbsp; berkata lahir dalam bulan   Muharam, yang lain berpendapat dalam bulan Safar, sebagian lagi   menyatakan dalam bulan Rajab, sementara yang lain mengatakan dalam bulan   Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat itu juga mengenai hari bulan ia   dilahirkan. Satu pendapat mengatakan pada malam kedua&amp;nbsp; Rabiul&amp;nbsp; Awal,&amp;nbsp;   atau malam&amp;nbsp;&amp;nbsp; kedelapan,&amp;nbsp;&amp;nbsp; atau&amp;nbsp;&amp;nbsp; kesembilan.&amp;nbsp; Tetapi&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; umumnya   mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal duabelas&amp;nbsp; Rabiul Awal. Ini   adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada&amp;nbsp; hari&amp;nbsp; ketujuh&amp;nbsp;   kelahirannya&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; Abdul Muthalib&amp;nbsp;&amp;nbsp; minta disembelihkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; unta.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal&amp;nbsp;   ini&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; dilakukan&amp;nbsp; dengan mengundang makan masyarakat Quraisy.   Setelah mereka mengetahui bahwa&amp;nbsp; anak&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; diberi&amp;nbsp; nama Muhammad,   mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek&amp;nbsp; moyang.&amp;nbsp;   "Kuinginkan&lt;br /&gt;dia akan&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; yang terpuji, bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi," jawab Abdul Muthalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah   masih menunggu&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; menyerahkan&amp;nbsp; anaknya&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; kepada salah&amp;nbsp;  seorang&amp;nbsp;  Keluarga Sa'ad yang akan menyusukan anaknya, sebagaimana sudah  menjadi  kebiasaan&amp;nbsp; bangsawan-bangsawan&amp;nbsp; Arab di&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Makkah.&amp;nbsp; Adat&amp;nbsp;&amp;nbsp;  demikian&amp;nbsp;&amp;nbsp;  ini&amp;nbsp;&amp;nbsp; masih&amp;nbsp;&amp;nbsp; berlaku pada bangsawan-bangsawan Makkah. Pada  hari  kedelapan sesudah dilahirkan&amp;nbsp; anak&amp;nbsp; itu pun&amp;nbsp; dikirimkan&amp;nbsp; ke&amp;nbsp;  pedalaman&amp;nbsp;  dan&amp;nbsp; baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan  atau sepuluh  tahun.&amp;nbsp; Di&amp;nbsp; kalangan&amp;nbsp; kabilah-kabilah&amp;nbsp; pedalaman yang  terkenal dalam  menyusukan ini di antaranya ialah kabilah Banu Sa'ad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara   masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah menyerahkan  anaknya  kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Selama  beberapa  waktu ia disusukan, seperti Hamzah yang juga kemudian  disusukannya.  Jadi&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; saudara susuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya&amp;nbsp;  datang&amp;nbsp; juga&amp;nbsp;  wanita-wanita&amp;nbsp; Keluarga Sa'ad yang akan menyusukan itu ke  Makkah. Mereka  memang mencari bayi yang&amp;nbsp; akan mereka&amp;nbsp; susukan.&amp;nbsp; Akan&amp;nbsp;  tetapi&amp;nbsp; mereka  menghindari&amp;nbsp; anak-anak yatim. Sebenarnya mereka masih  mengharapkan  sesuatu jasa&amp;nbsp; dari sang&amp;nbsp; ayah.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dari  anak-anak yatim  sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena  itu, di antara&amp;nbsp;  mereka&amp;nbsp; itu tak&amp;nbsp; ada&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mau&amp;nbsp; mendatangi Muhammad.  Mereka akan  mendapat hasil yang lumayan bila mendatangi keluarga yang  dapat mereka  harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Halimah binti Abi Dzua'ib  yang pada mulanya  menolak Muhammad, seperti yang lain-lain juga,  ternyata tidak mendapat  bayi&amp;nbsp; lain&amp;nbsp; sebagai gantinya. Di samping itu  karena dia memang seorang&amp;nbsp;  wanita&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; kurang&amp;nbsp; mampu,&amp;nbsp; ibu-ibu&amp;nbsp; lain  pun&amp;nbsp; tidak menghiraukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  sepakat mereka akan  meninggalkan Makkah. Halimah berkata kepada Harits  bin Abdul Uzza  suaminya, "Tidak senang aku pulang bersama dengan  teman-temanku tanpa  membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak  yatim itu dan akan  kubawa juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah," jawab&amp;nbsp; suaminya. "Mudah-mudahan karena itu Tuhan akan memberi berkah kepada kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah&amp;nbsp;   kemudian&amp;nbsp; mengambil&amp;nbsp; Muhammad&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; dibawanya pergi bersama-sama&amp;nbsp;&amp;nbsp;   dengan&amp;nbsp; teman-temannya&amp;nbsp;&amp;nbsp; ke pedalaman. Dia bercerita, bahwa sejak   diambilnya anak itu ia merasa&amp;nbsp; mendapat berkah. Ternak kambingnya   gemuk-gemuk dan&amp;nbsp; susunya pun bertambah. Tuhan telah memberkati semua   yang ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara,&amp;nbsp;   disusukan&amp;nbsp; oleh Halimah&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara   sahara dan kehidupan pedalaman yang&amp;nbsp; kasar&amp;nbsp; menyebabkannya&amp;nbsp; cepat&amp;nbsp;   sekali menjadi&amp;nbsp; besar,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; menambah&amp;nbsp; indah&amp;nbsp; bentuk&amp;nbsp; dan pertumbuhan   badannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup dua tahun dan&amp;nbsp; tiba&amp;nbsp; masanya&amp;nbsp; disapih,   Halimah&amp;nbsp; membawa&amp;nbsp; anak&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; ibunya&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; sesudah&amp;nbsp; itu   membawanya kembali ke pedalaman.&amp;nbsp; Hal&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; dilakukan&amp;nbsp; karena kehendak&amp;nbsp;   ibunya,&amp;nbsp; kata sebuah keterangan. Dan keterangan lain mengatakan karena   kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih&amp;nbsp; matang,&amp;nbsp;  juga&amp;nbsp;  memang&amp;nbsp; dikhawatirkan adanya serangan wabah Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;oleh Muhammad Husain Haekal&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-4310115958863988264?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/4310115958863988264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/4310115958863988264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/4310115958863988264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-1.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (1)'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-2297723187581520605</id><published>2011-10-16T08:48:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:48:52.793-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (2): Pendamai Kaum Quraisy</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari  pernikahannya dengan Khadijah, ia memperoleh  beberapa orang anak,  laki-laki dan perempuan. Kematian&amp;nbsp; kedua anaknya,  Al-Qasim&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;  Abdullah menimbulkan kedukaan yang begitu dalam.  Anak-anaknya yang  masih hidup semua perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad yang  telah mendapat  karunia Tuhan dalam perkawinannya dengan Khadijah, berada  dalam  kedudukan tinggi dan harta yang cukup. Seluruh penduduk Makkah   memandangnya dengan rasa kagum dan hormat. Bicaranya sedikit, ia lebih   banyak mendengarkan. Bila bicara selalu bersungguh-sungguh, tapi   sungguhpun begitu, ia tidak melupakan ikut membuat humor&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;   bersenda-gurau. Tapi yang&amp;nbsp; dikatakannya itu selalu yang sebenarnya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang   ia tertawa sampai terlihat gerahamnya. Bila ia marah tidak pernah   sampai&amp;nbsp; tampak&amp;nbsp; kemarahannya,&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp; antara&amp;nbsp; kedua&amp;nbsp; keningnya tampak   sedikit berkeringat. Ia bijaksana, murah hati dan mudah bergaul. Tapi ia   juga berkemauan keras, tegas&amp;nbsp; dan tak pernah ragu-ragu dalam mencapai   tujuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat yang demikian berpadu dalam dirinya dan   meninggalkan&amp;nbsp; pengaruh yang dalam sekali pada orang-orang yang bergaul   dengan dia. Bagi orang yang&amp;nbsp; melihatnya&amp;nbsp; tiba-tiba, sekaligus akan   timbul rasa hormat, dan bagi orang yang bergaul dengan dia akan timbul   rasa cinta kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan Muhammad dengan penduduk Makkah   tidak terputus,&amp;nbsp; juga partisipasinya&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; kehidupan&amp;nbsp; masyarakat&amp;nbsp;   hari-hari.&amp;nbsp; Pada waktu itu masyarakat sedang sibuk karena bencana banjir   menimpa dan meretakkan dinding-dinding Ka'bah yang memang sudah lapuk.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut-sudut  Ka'bah&amp;nbsp; itu oleh Quraisy dibagi empat bagian. Tiap  kabilah mendapat  satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali.  Sebelum bertindak&amp;nbsp;  melakukan perombakan itu mereka masih ragu-ragu,  khawatir&amp;nbsp; akan&amp;nbsp;  mendapat&amp;nbsp; bencana. Kemudian Walid bin Mughirah tampil  ke depan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp;  sedikit takut-takut. Setelah berdoa kepada&amp;nbsp;  dewa-dewanya, ia mulai  merombak bagian sudut selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang  kemudian  menunggu-nunggu apa yang akan dilakukan Tuhan nanti&amp;nbsp; terhadap  Al-Walid.  Namun ternyata sampai pagi tak terjadi apa-apa, mereka pun&amp;nbsp;  ramai-ramai&amp;nbsp;  merombaknya&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; memindahkan batu-batu yang ada. Dan  Muhammad ikut  pula membawa batu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba&amp;nbsp; saatnya meletakkan&amp;nbsp;  Hajar&amp;nbsp; Aswad  yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur, maka  timbullah  perselisihan di kalangan Quraisy, siapa&amp;nbsp; yang seharusnya  mendapat  kehormatan meletakkan batu itu di tempatnya. Demikian  memuncaknya  perselisihan itu sehingga hampir saja timbul perang saudara  karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu  Umayyah bin Mughirah dari Banu Makhzum, adalah  orang&amp;nbsp; yang tertua&amp;nbsp; di&amp;nbsp;  antara&amp;nbsp; mereka,&amp;nbsp; dihormati&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; dipatuhi.  Setelah melihat keadaan  demikian, ia berkata, "Serahkanlah putusan ini  di tangan orang yang  pertama sekali memasuki pintu Shafa ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala  mereka melihat  Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu,  mereka berseru, "Ini  Al-Amin, kami dapat menerima keputusannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  mereka  menceritakan peristiwa itu kepadanya.&amp;nbsp; Muhammad mendengarkan&amp;nbsp;  dan  melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan. Ia  berpikir  sebentar, lalu berkata,&amp;nbsp; "Kemarikan sehelai&amp;nbsp; kain!"&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah   kain dibawakan, dihamparkannya dan diambilnya batu&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; lalu   diletakkannya&amp;nbsp; dengan tangannya sendiri, kemudian berkata, "Hendaknya   setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka&amp;nbsp;   bersama-sama&amp;nbsp; membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan.   Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain dan&amp;nbsp; meletakkannya&amp;nbsp; di   tempatnya. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat   dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun&amp;nbsp; Muhammad&amp;nbsp; tetap&amp;nbsp;   bersama-sama&amp;nbsp; penduduk&amp;nbsp; Makkah&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; kehidupan masyarakat&amp;nbsp;   sehari-hari. Ia menemukan dalam diri Khadijah teladan wanita terbaik;   dan telah melahirkan anak-anak seperti: Al-Qasim dan Abdullah, serta   puteri-puteri seperti Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang   Qasim dan Abdullah tidak banyak yang diketahui, kecuali disebutkan   bahwa mereka mati kecil pada zaman Jahiliyah dan tidak meninggalkan   sesuatu&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; patut&amp;nbsp; dicatat. Muhammad juga merasa sangat sedih ketika   kemudian anaknya, Ibrahim, meninggal pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Zaid bin   Haritsah didatangkan, dimintanya kepada Khadijah supaya dibelinya&amp;nbsp;&amp;nbsp;   kemudian dimerdekakannya. Waktu itu orang&amp;nbsp; menyebutnya&amp;nbsp; Zaid&amp;nbsp; bin   Muhammad.&amp;nbsp; Keadaan&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; tetap&amp;nbsp; demikian&amp;nbsp; hingga&amp;nbsp; akhirnya&amp;nbsp; ia menjadi&amp;nbsp;   pengikut&amp;nbsp; dan sahabatnya yang terpilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: #ffff99;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Oleh Muhammad Husain Haekal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-2297723187581520605?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/2297723187581520605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-2-pendamai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2297723187581520605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2297723187581520605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-2-pendamai.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (2): Pendamai Kaum Quraisy'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-704279607273796524</id><published>2011-10-16T08:44:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T08:44:01.353-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (3): Isra' dan Mi'raj</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Malam itu Muhammad SAW sedang berada di&amp;nbsp; rumah saudara sepupunya, Hindun, putri Abu Thalib yang dipanggil Ummu&amp;nbsp; Hani'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika   itu Hindun berkata, "Malam itu Rasulullah bermalam di rumah saya.   Selesai shalat akhir malam, ia tidur dan kami pun tidur. Pada waktu   sebelum fajar, Rasulullah&amp;nbsp; sudah&amp;nbsp; membangunkan kami. Sesudah melakukan   ibadah pagi bersama-sama kami, ia berkata, 'Ummu Hani', aku sudah shalat   akhir malam bersama kamu sekalian seperti yang kau lihat di lembah  ini.  Kemudian aku ke Baitul Maqdis (Yerusalem) dan shalat di sana.  Sekarang  aku shalat siang bersama-sama kamu seperti kau lihat.' Kataku,   'Rasulullah, janganlah ceritakan hal ini kepada orang lain. Orang akan   mendustakan dan mengganggumu lagi!' Rasulullah menjawab, 'Tapi aku  harus  menceritakan kepada mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengatakan bahwa  Isra'  dan Mikraj Muhammad SAW dengan ruh itu berpegang pada keterangan  Ummu  Hani'&amp;nbsp; ini, dan juga kepada yang pernah dikatakan oleh Aisyah,  "Jasad  Rasulullah SAW tidak hilang, tetapi Allah menjadikan Isra' itu  dengan  ruhnya." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Juga  Muawiyah bin Abi Sufyan ketika ditanya tentang  Isra' Rasul mengatakan,  itu adalah mimpi yang benar dari Tuhan.  Sebaliknya orang yang  berpendapat, bahwa Isra' dari Makkah ke Baitul  Maqdis itu dengan jasad,  landasannya adalah apa yang pernah&amp;nbsp; dikatakan  oleh Rasulullah, bahwa  dalam Isra' itu beliau berada di pedalaman.  Sedang Mikraj ke langit  adalah dengan ruh. Di samping mereka itu, ada  lagi pendapat bahwa&amp;nbsp;  Isra' dan Mikraj itu keduanya dengan jasad. Polemik  sekitar perbedaan  pendapat ini banyak terjadi di kalangan ahli-ahli  ilmu kalam dan ribuan  pula tulisan-tulisan yang sudah dikemukakan orang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi  barangsiapa yang mau menyatakan pendapatnya, bahwa Isra'  dan Mikraj itu  keduanya dengan ruh, maka dasarnya adalah seperti yang  sudah  berulang-ulang pula disebutkan dalam Al-Qur'an dan diucapkan   Rasulullah. &lt;em&gt;"...Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti   kamu, yang diwahyukan kepadaku: 'Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu   adalah Tuhan Yang Esa."&lt;/em&gt; (QS Al-Kahfi: 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang   Arab penduduk Makkah tidak dapat memahami semua pengertian ini. Itulah   pula sebabnya, tatkala soal Isra' itu disampaikan oleh Rasulullah   kepada&amp;nbsp; mereka, mereka pun menanggapinya dengan beragam. Apa yang   dikatakannya itu kemudian menimbulkan kesangsian juga pada beberapa   orang pengikutnya. Mereka yang tadinya sudah percaya, berbalik arah. &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut   mereka, masalah ini sudah&amp;nbsp; jelas. Perjalanan kafilah yang  terus-menerus  pun antara Makkah-Syam memakan waktu sebulan pergi dan  sebulan pulang.  Mana mungkin Muhammad hanya satu malam saja  pergi-pulang ke Makkah?  Tidak sedikit mereka yang sudah Islam itu  kemudian berbalik murtad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  yang masih menyangsikan hal  ini lalu mendatangi Abu Bakar dan  keterangan yang diberikan Muhammad  SAW itu dijadikan bahan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian berdusta," kata Abu Bakar.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh, dia di masjid sedang bicara dengan orang banyak," kata mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan   kalaupun itu yang dikatakannya,"&amp;nbsp; kata Abu Bakr lagi, "Tentu dia  bicara  yang sebenarnya. Dia mengatakan kepadaku, bahwa ada berita dari  Tuhan,  dari langit ke bumi, pada waktu malam atau siang, aku percaya.  Ini lebih  lagi dari yang kamu herankan."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu  Bakar lalu mendatangi Nabi  SAW dan mendengarkan beliau melukiskan  Baitul Maqdis. Abu Bakar sudah  pernah berkunjung ke kota itu. Setelah  Rasulullah selesai melukiskan  keadaan masjidnya, Abu Bakar berkata  tegas, "Rasulullah, saya percaya!"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Rasulullah memanggil Abu Bakar dengan "Ash-Shiddiq".&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sumber: Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-704279607273796524?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/704279607273796524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-3-isra-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/704279607273796524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/704279607273796524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-3-isra-dan.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (3): Isra&apos; dan Mi&apos;raj'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-1946453480122992911</id><published>2011-10-16T08:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:35:01.512-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (4): Membentuk Masyarakat Madani</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Unta  yang dinaiki Nabi SAW berlutut di tempat  penjemuran kurma milik Sahl  dan Suhail bin Amr. Kemudian tempat itu  dibelinya guna dipakai tempat  membangun masjid. Ketika membangun masjid  tersebut, Rasulullah turut  bekerja dengan kaum Muslimin dari kalangan  Muhajirin dan Anshar.  Setelah pembangunan masjid dan tempat tinggal  Rasulullah usai, kini  tantangan dakwah menghadang di depan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di  sinilah fase baru  dalam hidup Rasulullah dimulai, suatu fase politik  yang telah  diperlihatkan olehnya dengan segala kecakapan, kemampuan dan   pengalamannya, yang akan membuat orang jadi termangu, lalu menundukkan   kepala sebagai tanda hormat dan rasa kagum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian   mempersaudarakan kaum Muslimin. Beliau sendiri bersaudara dengan Ali  bin  Abi Thalib.&amp;nbsp; Hamzah, pamannya,&amp;nbsp; bersaudara dengan Zaid bekas  budaknya.  Abu Bakar bersaudara&amp;nbsp; dengan Kharijah bin Zaid. Umar bin  Al-Khathab  bersaudara dengan Itban bin Malik Al-Khazraji. Demikian pula  setiap  orang dari kalangan Muhajirin yang kini sudah banyak jumlahnya  di  Yatsrib, dipersaudarakan pula dengan setiap orang dari pihak Anshar.   Dengan persaudaraan demikian, kekuatan kaum Muslimin bertambah kukuh   adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya persatuan kaum Muslimin dengan cara   persaudaraan itu, Rasulullah merasa lebih tenteram. Sudah tentu ini   merupakan suatu langkah politik yang bijaksana sekali dan sekaligus   menunjukkan adanya suatu perhitungan yang tepat serta pandangan jauh. &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah   kemudian membuat perjanjian tertulis antara kaum Muhajirin dan Anshar   dengan orang-orang Yahudi. Perjanjian ini—disebut Piagam Madinah—berisi   pengakuan atas&amp;nbsp; agama mereka dan harta-benda mereka, dengan   syarat-syarat timbal balik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dokumen politik yang telah   diletakkan Muhammad SAW yang menetapkan adanya kebebasan beragama,   kebebasan menyatakan pendapat, tentang keselamatan harta-benda dan   larangan orang melakukan kejahatan. Ia telah membukakan pintu baru dalam   kehidupan politik dan peradaban dunia masa itu.&amp;nbsp; Dunia yang selama ini   hanya menjadi permainan tangan tirani, dikuasai oleh kekejaman dan   kehancuran semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penandatanganan dokumen ini,   orang-orang Yahudi Bani Quraizah, Bani Nadzir dan Bani Qainuqa' tidak   ikut serta. Namun tidak kemudian, mereka pun mengadakan perjanjian yang   dengan Nabi. Demikianlah, seluruh kota Yatsrib dan sekitarnya   benar-benar jadi terhormat bagi seluruh penduduk. Mereka berkewajiban   mempertahankan kota ini dan mengusir setiap serangan yang datang dari   luar. Mereka harus bekerja sama untuk menghormati segala hak dan   kebebasan yang telah disetujui bersama dalam dokumen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah   sudah merasa cukup lega dengan hasil demikian ini. Kaum Muslimin pun   merasa tenteram menjalankan kewajiban agama mereka, baik dalam berjamaah   ataupun sendiri-sendiri. Mereka tidak lagi khawatir dengan adanya   gangguan atau fitnah. Ketika itulah Rasulullah menyempurnakan   pernikahannya dengan Aisyah binti&amp;nbsp; Abu Bakar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  suasana  yang sudah mulai tenteram, dan kaum Muslimin dapat menjalankan   perintah-perintah agama, kewajiban zakat dan puasa mulai pula  dijalankan  hukumnya. Di Yatsrib inilah Islam mulai menemukan  kekuatannya. Ia pun  kemudian disebut dengan Madinah, atau kota sang  Nabi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  khutbah pertama yang diucapkannya di Madinah,  Rasulullah bersabda,  "Barangsiapa yang dapat melindungi mukanya dari  api neraka sekalipun  hanya dengan sebutir kurma, lakukanlah itu. Kalau  itu pun tidak ada,  maka dengan kata-kata&amp;nbsp; yang baik. Sebab dengan itu,  kebaikan akan  mendapat balasan sepuluh kali lipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam  khutbahnya yang  kedua beliau berpesan, "Beribadahlah kamu sekalian  kepada Allah dan  janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun.  Benar-benar takutlah kamu  kepada-Nya. Hendaklah kamu jujur terhadap  Allah tentang apa yang kamu  katakan... Hendaklah kamu sekalian saling  cinta-mencintai. Allah sangat  murka&amp;nbsp;&amp;nbsp; kepada orang yang melanggar  janjinya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan  hanya kata-katanya saja yang menjadi  sendi ajaran adanya persaudaraan  demikian itu, melainkan juga perbuatan  serta teladan yang diberikannya  adalah&amp;nbsp; contoh persaudaraan dalam  bentuknya yang benar-benar sempurna.  Beliau adalah&amp;nbsp; utusan Allah, namun  beliau tidak mau menampakkan sebagai  penguasa atau raja. Kepada  sahabat-sahabatnya, Nabi SAW kerap berpesan,  "Jangan memujaku seperti&amp;nbsp;  orang-orang Nasrani memuja anak Maryam. Aku  adalah hamba Allah. Sebut  saja hamba Allah dan Rasul-Nya!"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah   adalah contoh kekuatan jiwa yang ideal sekali dalam kehidupan ini,   suatu&amp;nbsp; kekuatan yang membuatnya sudah tak peduli lagi akan memberikan   segala yang&amp;nbsp; ada padanya kepada orang lain. Itu sebabnya sampai ada   orang yang mengatakan, dalam&amp;nbsp; memberi, Muhammad sudah tidak takut   kekurangan. Beliau sangat keras dalam menahan&amp;nbsp; diri terhadap hidup yang   serba materi. Begitu jauhnya menahan diri sehingga lapak tempat dia   tidurnya hanya terdiri dari kulit yang diisi dengan serat. Makannya tak   pernah kenyang. Beliau pernah makan roti dari&amp;nbsp; tepung sya'ir dua hari&amp;nbsp;   berturut-turut. Sebagian besar makannya adalah&amp;nbsp; bubur. Pada hari-hari   lain, beliau makan kurma. Bukan sekali saja ia harus menahan lapar.   Perutnya kerap diganjal dengan batu untuk menahan teriakan rongga   pencernaannya itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  juga kesederhanaannya dalam hal  pakaian sama seperti dalam makanan.  Sungguhpun begitu, dalam hal menahan  diri dan menjauhi masalah duniawi  bukanlah berarti ia hidup menyiksa  diri. Cara ini juga tidak sesuai  dengan ajaran agama. Allah SWT  berfirman: &lt;em&gt;"Makanlah dari makanan yang baik yang sudah Kami berikan kepadamu."&lt;/em&gt; (QS Al-Baqarah: 57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan   tempuhlah kebahagiaan akhirat seperti yang&amp;nbsp; dianugerahkan Allah   kepadamu, tapi juga jangan kau lupakan kebahagiaan hidup duniawi. Dan   berbuatlah kebaikan kepada orang lain seperti Allah telah berbuat baik   kepadamu."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt; (QS Al-Qashash: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  dalam hadits beliau  bersabda, "Berbuatlah untuk duniamu seolah-olah  kau akan hidup  selama-lamanya, dan berbuat pula untuk akhiratmu  seolah-olah kau akan  mati besok."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW ingin memberikan teladan yang tinggi  kepada manusia tentang arti  kekuatan dalam menghadapi hidup, suatu  kekuatan yang tak dapat  dipengaruhi oleh perasaan lemah, tak dapat  diperbudak oleh kekayaan,  harta-benda, maupun kekuasaan selain Allah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-1946453480122992911?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/1946453480122992911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-4-membentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/1946453480122992911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/1946453480122992911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-4-membentuk.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (4): Membentuk Masyarakat Madani'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-4378653172706218219</id><published>2011-10-16T08:33:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T08:33:12.491-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (5): Kecamuk Perang Uhud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Pagi-pagi  sekali, kaum Muslimin berangkat menuju  Uhud. Mereka memotong jalan  sedemikian rupa sehingga pihak musuh itu  berada di belakang mereka.  Selanjutnya Muhammad SAW mengatur barisan  para sahabat. Lima puluh  orang barisan pemanah ditempatkan di  lereng-lereng gunung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Lindungi  kita dan belakang, sebab kita  khawatir mereka akan mendatangi kita  dari belakang. Dan bertahanlah  kalian di tempat itu,&amp;nbsp; jangan&amp;nbsp;  ditinggalkan!&amp;nbsp; Kalau kalian melihat kami  dapat menghancurkan mereka  sehingga kami memasuki pertahanan mereka,  kalian jangan meninggalkan  tempat. Dan jika kalian melihat kami  diserang&amp;nbsp; jangan membantu. Tugas  kalian adalah menghujani kuda mereka  dengan panah, sebab&amp;nbsp; dengan  serangan panah kuda itu takkan dapat maju,"  pesan Rasulullah. &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pasukan pemanah, yang lain tidak diperbolehkan menyerang siapa pun, sebelum beliau memberi perintah menyerang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun&amp;nbsp;   pihak&amp;nbsp; Quraisy, mereka pun sudah menyusun barisan. Barisan kanan   dipimpin oleh Khalid bin Walid, sedang sayap kiri dipimpin oleh Ikrimah   bin Abu Jahal. Bendera diserahkan kepada Abdul Uzza Talhah bin Abi   Talhah. Wanita-wanita&amp;nbsp; Quraisy sambil memukul tambur dan genderang   berjalan di tengah-tengah barisan&amp;nbsp; itu. Kadang mereka di depan barisan,   kadang di belakangnya. Mereka dipimpin oleh Hindun binti Utbah, isteri   Abu Sufyan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua  belah pihak sudah siap bertempur. Masing-masing  telah siap  mengerahkan&amp;nbsp; pasukan. Yang selalu teringat oleh Quraisy  adalah  peristiwa Badar dan korban-korbannya. Yang selalu teringat oleh  kaum  Muslimin Allah SWT serta pertolongan-Nya. Rasulullah berpidato  memberi  semangat dalam menghadapi pertempuran itu. Beliau menjanjikan   pasukannya akan mendapat kemenangan apabila mereka tabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang   pun pecah. Budak-budak Quraisy dan Ikrimah bin Abu Jahal yang berada   di&amp;nbsp; sayap kiri, berusaha hendak menyerang Muslimin dari samping, tapi   pihak Muslimin menghujani mereka dengan batu sehingga Abu Amir dan   pengikut-pengikutnya lari tunggang-langgang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu juga Hamzah bin Abdul Muthalib berteriak, "Mati, mati!" Lalu terjun ke tengah-tengah tentara Quraisy itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekik   takbir menggema dari kalangan Muslimin seraya melancarkan melancarkan   serangan. Pihak Quraisy pun tak mau kalah, mereka menyerbu pula ke   tengah-tengah pertempuran. Darah mereka mendidih ingin menuntut balas   atas pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka mereka yang tewas setahun lalu   di Badar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kekuatan yang tidak seimbang itu, baik jumlah   orang maupun perlengkapan, kini berhadap-hadapan. Kekuatan dengan jumlah   yang besar ini motifnya cuma satu, balas-dendam! Dendam yang tak  pernah  pupus sejak Perang Badar. Sedang jumlah yang lebih kecil,  motifnya  adalah mempertahankan akidah, iman dan agama Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  yang  menuntut balas itu terdiri dari orang-orang yang lebih kuat,  dengan  jumlah pasukan yang jauh lebih besar. Di belakang mereka, kaum  wanita  turut pula mengobarkan semangat. Tidak sedikit di antara mereka  yang  membawa budak-budak dan menjanjikan akan memberikan hadiah yang  besar  apabila mereka dapat membalaskan dendam atas kematian ayah,  saudara,  suami atau orang-orang yang dicintai lainnya, yang terbunuh di  Badar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah  bin Abdul Muthalib adalah seorang pahlawan Arab  terbesar dan paling&amp;nbsp;  berani. Ketika terjadi Perang Badar dialah yang  telah menewaskan ayah  dan saudara Hindun, begitu juga tidak sedikit  orang-orang yang  dicintainya yang telah ditewaskan. Seperti juga dalam  Perang Badar,  dalam Perang Uhud ini pun Hamzah adalah singa dan pedang  Tuhan (Syaif  Allah) yang tajam. Ia berhasil menewaskan Arta bin Abd  Syurahbil, Siba'  bin Abdil Uzza Al-Ghubsyani, dan setiap musuh yang  dijumpainya, tidak  luput dari sabetan pedangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindun telah  menjanjikan  Wahsyi—orang Abisinia dan budak Jubair bin Mut'im—akan  diberikan hadiah  besar apabila ia berhasil membunuh Hamzah. Begitu juga  Jubair bin Mut'im  sendiri, tuannya, yang pamannya terbunuh di Badar,  berkata padanya,  "Kalau Hamzah paman Muhammad itu kau bunuh, maka  engkau kumerdekakan!" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahsyi   pun berhasil membunuh Hamzah, paman Rasulullah. Hamzah, si pedang   Allah, menjemput syahid di Uhud, terkena sambaran tombak Wahsyi. "Ketika   terjadi&amp;nbsp; pertempuran, kucari Hamzah dan kuincar dia. Kemudian kulihat   dia di tengah-tengah orang banyak sedang membabati orang dengan   pedangnya. Tombak kuayunkan-ayunkan, lalu kulemparkan, dan mengenai   sasaran di bawah perut Hamzah. Kubiarkan tombak itu sampai dia tewas.   Sesudah itu kuhampiri dia dan kuambil tombakku, lalu kembali ke markas.   Aku diam di sana, sebab sudah tak ada tugas lain selain itu. Aku   membunuh Hamzah agar dimerdekakan dari perbudakan. Dan sesudah aku   pulang ke Makkah, ternyata aku dimerdekakan," kata Wahsyi menuturkan   kisahnya membunuh Hamzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran berat sebelah itu, antara   700 orang Muslim melawan 3.000 kaum Musyrik Quraisy berhasil dimenangkan   kaum Muslimin. Kemenangan Muslimin dalam Perang Uhud pada pagi hari  itu  sebenarnya adalah suatu mukjizat. Adakalanya orang menafsirkan,  bahwa  kemenangan itu disebabkan oleh kemahiran Muhammad SAW mengatur  barisan  pemanah di lereng bukit, merintangi pasukan berkuda dengan anak  panah  sehingga mereka tidak dapat maju dan tidak dapat menyergap  Muslimin dari  belakang. Ini memang benar. Tetapi juga tidak salah,  kegagahan dan  keberanian 600 orang Muslimin yang menyerbu pasukan yang  jumlahnya lima  kali lipat lebih banyak itu pun karena motifnya adalah  iman. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah   yang membawa mujizat kepahlawanan melebihi kepandaian pimpinan.   Barangsiapa yang telah beriman kepada kebenaran, maka ia takkan goncang   oleh kekuatan materi, betapapun besarnya. Semua kekuatan batil yang   digabungkan&amp;nbsp; sekalipun, takkan dapat menggoyahkan kebulatan tekad itu.   Oleh sebab itulah, pasukan berkuda Quraisy kocar-kacir. Dan   hampir-hampir pula wanita-wanita&amp;nbsp; mereka pun akan menjadi tawanan perang   yang hina dina.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum  Muslimin kini mengejar musuh sampai mereka  meletakkan senjata di mana&amp;nbsp;  saja asal jauh dari bekas markas mereka.  Kaum Muslimin kini mulai  memperebutkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; rampasan perang. Alangkah  banyaknya jumlah rampasan  perang itu! Hal ini membuat mereka lupa, dan  mengikuti terus jejak  musuh, karena sudah mengharapkan kekayaan duniawi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal   ini dilihat pula oleh pasukan pemanah yang oleh Rasul diminta jangan   meninggalkan tempat di gunung&amp;nbsp; itu, sekalipun mereka melihat   kawan-kawannya diserang. Dengan tak dapat menahan air liur melihat   rampasan perang itu, satu sama lain mereka berkata, "Kenapa kita masih   tinggal di sini dan tidak berbuat apa-apa. Allah telah menghancurkan   musuh kita. Mereka, saudara-saudara&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; itu,&amp;nbsp; sudah&amp;nbsp;&amp;nbsp; merebut markas   musuh. Ayo kita ke sana, ikut mengambil rampasan perang!"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang   seorang lagi tentu menjawab, "Bukankah Rasulullah sudah berpesan  jangan  meninggalkan tempat kita ini? Sekalipun mereka diserang!"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang   pertama berkata lagi, "Rasulullah tidak menghendaki kita tinggal di  sini  terus-menerus, setelah Tuhan menghancurkan kaum musyrik itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu   mereka berselisih. Saat itu juga, tampil Abdullah bin Jubair,  berpidato  agar mereka jangan melanggar perintah Rasul. Namun sebagian  besar tidak  patuh. Mereka pun meninggalkan pos pertahanan. Yang  tertinggal hanya  beberapa orang&amp;nbsp; saja, tidak sampai sepuluh orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti   kesibukan Muslimin yang lain, para pemanah yang ikut bergegas   meninggalkan posisinya itu pun sibuk pula dengan harta rampasan. Pada   saat itulah Khalid bin Walid mengambil kesempatan, sebagai komandan   kavaleri Makkah, ia mengerahkan pasukannya ke tempat pasukan pemanah,   dan berhasil menghancurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-4378653172706218219?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/4378653172706218219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-5-kecamuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/4378653172706218219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/4378653172706218219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-5-kecamuk.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (5): Kecamuk Perang Uhud'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-4000479982696646364</id><published>2011-10-16T08:31:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:31:08.815-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (6): Konspirasi Yahudi dan Quraisy</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tiba  waktunya kaum Muslimin kini merasakan hidup yang lebih tenang di  Madinah. Mereka sudah dapat mengatur hidup, sudah tidak begitu banyak  mengalami kesulitan berkat adanya rampasan perang yang mereka peroleh  dari peperangan selama ini. Meskipun dalam banyak hal, kejadian ini  telah membuat mereka lupa terhadap masalah-masalah pertanian dan  perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun disamping ketenangan itu, Rasulullah selalu waspada terhadap  segala tipu-muslihat dan gerak-gerik musuh. Mata-mata selalu disebarkan  ke seluruh pelosok jazirah, mengumpulkan berita-berita sekitar kegiatan  masyarakat Arab yang hendak berkomplot terhadap dirinya. Dengan demikian  beliau selalu siap-siaga, sehingga kaum Muslimin dapat selalu  mempertahankan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Quraisy maupun Yahudi Bani Qainuqa', Yahudi Bani Nadzir, demikian  juga kabilah Ghatafan, Hudhail dan kabilah-kabilah yang berbatasan  dengan Syam, saling menunggu kapan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya itu  akan binasa. Kalaupun mereka akan mendapat kesempatan, masing-masing  berharap akan dapat mengadakan balas dendam terhadap laki-laki yang  sekarang datang mencerai-beraikan masyarakat Arab dengan kepercayaan  mereka itu. Laki-laki yang pergi keluar Makkah, mengungsi dalam keadaan  tidak berdaya, tidak punya kekuatan, selain iman yang telah memenuhi  jiwanya yang besar itu, dalam waktu lima tahun sekarang ini telah  menjadi orang kuat. Sehingga kota-kota dan kabilah-kabilah Arab yang  terkuat sekalipun merasa segan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana hendak menghasut orang-orang Arab adalah yang paling terutama  menguasai pikiran pemuka-pemuka Bani Nadzir. Untuk melaksanakan rencana  itu, beberapa orang dari kalangan mereka pergi menemui Quraisy di  Makkah. Mereka terdiri dari Huyay bin Akhtab, Salam bin Abi Al-Huqaiq  dan Kinanah bin Al-Huqaiq, bersama-sama dengan beberapa orang dari Bani  Wa'il, Hawadzah bin Qais dan Abu Ammar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Allah berfirman: &lt;em&gt;"Apakah kamu tidak memperhatikan  orang-orang yang diberi sebahagian dari Al-kitab? Mereka percaya kepada  jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik  Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang  beriman. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang  dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong  baginya."&lt;/em&gt; (QS An-Nisaa': 51-52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huyay bin Akhtab dan orang-orang Yahudi yang sepaham dengan dia, juga  menemui kabilah Ghatafan yang terdiri dari Qais Ailan, Bani Fazara,  Asyja' Sulaim, Bani Sa'ad dan Asad, serta semua pihak yang ingin  menuntut balas kepada Muslimin. Mereka ini aktif sekali mengerahkan  orang supaya menuntut balas dengan menyebutkan bahwa Quraisy juga ikut  serta memerangi Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok yang sudah diorganisasikan oleh pihak Yahudi itu kini  berangkat hendak memerangi Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Pihak  Quraisy dipimpin oleh Abu Sufyan dengan 4.000 orang prajurit, 300 ekor  kuda dan 1.500 pasukan unta. Pimpinan brigade yang disusun di Darun  Nadwa diserahkan kepada Utsman bin Talhah. Ayah orang ini tewas terbunuh  ketika memimpin pasukan di&amp;nbsp; Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bani Fazara yang dipimpin oleh Uyaina bin Hishn bin Hudzaifah telah  siap dengan sejumlah pasukan besar dan 100 unta. Sedang Asyja' dan  Murrah masing-masing&amp;nbsp; membawa 400 prajurit. Pihak Murrah dipimpin oleh  Al-Harits bin Auf dan dari pihak&amp;nbsp; Asyja' oleh Misiar bin Rukhailah.  Menyusul pula Sulaim, biang-keladi peristiwa Bi'r Ma'unah, dengan 700  orang. Datang pula Bani&amp;nbsp; Sa'ad dan Asad menggabungkan diri.&amp;nbsp; Jumlah  mereka seluruhnya kurang lebih 10.000 orang. Pasukan Ahzab ini,  berangkat menuju Madinah di bawah pimpinan Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita keberangkatan mereka ini sampai juga kepada Rasulullah dan kaum  Muslimin di Madinah. Mereka merasa gentar. Kini seluruh kabilah Arab  sudah bersatu-padu hendak menumpas dan memusnahkan mereka, dengan  perlengkapan dan jumlah manusia yang besar, suatu hal yang belum pernah  terjadi dalam sejarah perang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman Al-Farisi, salah seorang sahabat yang banyak mengetahui  seluk-beluk peperangan, yang belum dikenal di daerah-daerah Arab,  menyarankan supaya di&amp;nbsp; sekitar Madinah itu digali parit dan keadaan kota  diperkuat dari dalam. Saran ini segera dilaksanakan oleh kaum  Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menggali parit itu, Rasulullah ikut bekerja. Beliau turut  mengangkat tanah dan&amp;nbsp; sambil terus memberi semangat. Dengan bekerja giat  terus-menerus, penggalian parit itu selesai dalam waktu enam hari.  Dinding-dinding rumah yang menghadap ke arah&amp;nbsp; datangnya musuh, yang  jaraknya dengan parit itu kira-kira dua farsakh, diperkuat pula.  Rumah-rumah yang ada di belakang parit dikosongkan. Wanita dan anak-anak  ditempatkan dalam rumah-rumah yang telah diperkuat. Di samping parit  diletakkan&amp;nbsp; batu-batu agar dapat dilemparkan sebagai senjata pada saat  dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala pihak Quraisy dan sekutu-sekutunya datang dengan harapan akan  menemui Rasulullah di Uhud, ternyata tempat itu kosong. Mereka  meneruskan perjalanan ke Madinah, tapi mereka dikejutkan oleh adanya  parit. Dengan perasaan jengkel, mereka&amp;nbsp; lalu bermarkas di daerah Ruma,  sedangkan Ghatafan serta pengikut-pengikutnya dari Najd, bermarkas di  Dhanab Naqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya melihat, bahwa tidak  mungkin mereka menerobos parit itu. Dengan demikian selama beberapa hari  mereka hanya&amp;nbsp; saling melemparkan anak panah. Abu Sufyan sendiri dan  pengikut-pengikutnya yakin bahwa akan sia-sia saja mereka berlama-lama  menghadapi kota Madinah dengan&amp;nbsp; paritnya itu, karena tidak akan dapat  mereka terobos. Apalagi pada waktu itu sedang terjadi musim dingin yang  luar biasa disertai angin badai yang bertiup kencang, sehingga  sewaktu-waktu dikhawatirkan turun hujan lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tidak diperhitungkan oleh Huyay. Ia khawatir akan akibatnya.  Jalan lain&amp;nbsp; tidak ada. Ia harus mempertaruhkan nasib terakhir. Kepada  pihak Ahzab itu ia membisikkan, bahwa ia dapat meyakinkan Bani Quraizah  supaya membatalkan&amp;nbsp; perjanjian perdamaiannya dengan Muhammad SAW dan  pihak Muslimin. Dan selanjutnya akan menggabungkan diri dengan mereka,  dengan demikian terputuslah semua perbekalan dan bala bantuan kepada  Nabi Muhammad, dan dari segi lain, jalan masuk ke Madinah akan terbuka.  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Quraisy  dan Ghatafan merasa gembira atas keterangan Huyay tersebut. Huyay  sendiri cepat-cepat berangkat hendak menemui Ka'ab bin Asad, orang yang  berkepentingan dengan adanya perjanjian Bani Quraizah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi begitu mengetahui kedatangan Huyay, Ka'ab menutup pintu  bentengnya,&amp;nbsp; dengan perhitungan bahwa pembelotan Bani Quraizah terhadap  Rasulullah dan pembatalan perjanjian secara sepihak kemudian  menggabungkan diri dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp; musuhnya, adakalanya memang akan  menguntungkan pihak Yahudi. Itu kalau pihak Muslimin dapat dihancurkan.  Tetapi jika pihak Ahzab kalah, maka Yahudi Bani Quraizah akan hancur  lebur. Sungguhpun begitu Huyay terus juga berusaha, hingga akhirnya  pintu benteng itu dibuka oleh Ka'ab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-4000479982696646364?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/4000479982696646364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-6-konspirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/4000479982696646364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/4000479982696646364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-6-konspirasi.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (6): Konspirasi Yahudi dan Quraisy'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-36303749652300713</id><published>2011-10-16T08:28:00.003-07:00</published><updated>2011-10-16T08:28:31.065-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (7): Hasutan Sang Munafik</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Berita  tentang Bani Mushtaliq—yang merupakan bagian dari Khuza'ah—yang telah  mengadakan permufakatan di perkampungan mereka di dekat Makkah, telah  sampai pula kepada Rasulullah. Mereka sedang mengerahkan segala potensi  untuk membunuh Rasulullah dengan dipimpin oleh komandan mereka,  Al-Harits bin Abi Dzirar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rahasia ini diperoleh Rasulullah dari salah seorang warga Badui. Maka  beliau pun segera berangkat sementara mereka sedang lengah, seperti  biasanya bila beliau menghadapi musuh. Pimpinan pasukan Muhajirin di  tangan Abu Bakar dan pimpinan pasukan Anshar di tangan Sa'ad bin Ubadah.  Pihak Muslimin ketika itu sudah berada di sebuah sumber air bernama  Muraisi', tidak jauh dari wilayah Bani Mushtaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bani Mushtaliq dikepung. Pihak-pihak yang tadinya datang  hendak memberikan pertolongan kini melarikan diri. Dari Bani Mushtaliq  sepuluh orang terbunuh, sementara pihak Muslimin hanya seorang yang jadi  korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadi saling serang dengan panah, tak ada jalan lain bagi  Bani Mushtaliq selain menyerah di bawah tekanan pihak Muslimin yang kuat  dan bergerak cepat itu. Mereka dibawa sebagai tawanan perang, begitu  juga wanita mereka, unta dan binatang ternak yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasukan tersebut, Umar bin Al-Khathab mempunyai orang upahan yang  bertugas menuntun kudanya. Selesai pertempuran orang ini berselisih  dengan salah seorang dari kalangan Khazraj karena soal air. Mereka pun  berkelahi dan sama-sama berteriak. Pihak Khazraj berkata,  "Saudara-saudara Anshar!" Sedang orang sewaan&amp;nbsp; Umar berkata pula,  "Saudara-saudara Muhajirin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan demikian itu terdengar juga oleh Abdullah bin Ubay, yang  ketika itu bersama-sama dengan orang-orang munafik turut pula dalam  ekspedisi dengan&amp;nbsp; harapan akan beroleh bagian rampasan perang. Dendamnya  kepada pihak Muslimin&amp;nbsp; dan kepada Rasulullah segera timbul. Ia kemudian  memprovokasi dan mengadu-domba kaum Muslimin, dan mengajak orang-orang  untuk membunuh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kejadian ini sampai  kepada Rasulullah, yang ketika itu baru selesai menghadapi&amp;nbsp;&amp;nbsp; musuh.  Ketika itu Umar yang juga hadir, naik pitam mendengar berita ini.  "Perintahkan kepada Bilal supaya membunuhnya," kata Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti biasa, di sini Nabi SAW memperlihatkan sikap sebagai  seorang pemimpin yang sudah matang, bijaksana dan berpandangan jauh ke  depan. Beliau berpaling kepada Umar lalu berkata, "Wahai Umar, bagaimana  kalau sampai menjadi pembicaraan orang, dan orang-orang mengatakan  bahwa Muhammad membunuh&amp;nbsp; sahabat-sahabatnya sendiri?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Tetapi Rasulullah sudah  mempertimbangkan, bahwa soalnya akan rumit sekali kalau&amp;nbsp; tidak segera  diambil langkah yang tegas. Oleh sebab itu, beliau memerintahkan agar  kaum Muslimin segera meninggalkan tempat tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Ibnu Ubay juga  mendengar berita yang disampaikan orang kepada Nabi. Ia segera menemui  Nabi hendak membantah adanya berita yang dihubungkan dengan dirinya. Ia  bersumpah atas nama Tuhan, bahwa dia tidak mengatakan dan tidak pernah  bicara macam-macam. Namun itu tidak mengubah keputusan Rasulullah untuk  meninggalkan tempat itu. Sesudah itu mereka pulang ke Madinah dengan  membawa rampasan perang dan orang-orang tawanan Bani Mushtaliq, di  antaranya Juwairiyah binti Al-Harits, putri pemimpin dan komandan perang  yang sudah dikalahkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin sudah sampai di Madinah. Abdullah bin Ubay pun tiba di  sana. Ia tidak pernah tenang, hatinya selalu gelisah, terbawa oleh rasa  dengki terhadap Rasulullah dan kaum Muslimin. Ia pura-pura masuk Islam  bahkan beriman, meskipun masih gigih membantah berita peristiwa di  Muraisi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itulah turun firman Allah: &lt;em&gt;"Mereka orang-orang yang  mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan  perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah  supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)." Padahal kepunyaan  Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu  tidak memahami. Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali  ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang  lemah dari padanya." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi  Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu  tiada mengetahui."&lt;/em&gt; (QS Al-Munaafiqun: 7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mengira bahwa ayat-ayat itu merupakan hukuman terhadap  Abdullah bin Ubay, dan Rasulullah pasti akan memerintahkan supaya ia  dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Abdullah bin Abdullah bin Ubay—putra Abdullah bin Ubay—yang  telah menjadi seorang Muslim yang baik, datang kepada Rasulullah.  "Rasulullah, saya mendengar tuan ingin supaya Abdullah bin Ubay dibunuh.  Kalau memang begitu, tugaskanlah pekerjaan itu kepada saya. Akan saya  bawakan kepalanya kepada tuan. Orang-orang Khazraj sudah mengetahui, tak  ada orang yang begitu berbakti kepada ayahnya seperti yang saya  lakukan. Saya khawatir tuan akan&amp;nbsp; menyerahkan tugas ini kepada orang  lain. Kalau sampai orang lain itu yang membunuhnya, maka saya takkan  dapat menahan diri, membiarkan orang yang membunuh ayah saya itu  berjalan bebas. Tentu akan saya bunuh dia, dan berarti saya membunuh  orang beriman yang membunuh orang kafir. Maka saya akan masuk neraka."  Begitulah kata-kata Abdullah bin Abdullah bin Ubay kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata-kata yang lebih dalam dari ucapannya itu, yang melukiskan  suasana batin yang sedang gelisah. Gelisah karena pengaruh kebaktian  kepada ayah dan pengaruh iman yang sungguh-sungguh, di samping harga  diri sebagai orang Arab serta rasa cintanya akan kesejahteraan Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah perasaan seorang anak yang melihat ayahnya akan dibunuh. Dia  tidak memohon kepada Nabi supaya ayahnya tidak dibunuh, sebab beliau  adalah Nabi yang tunduk pada perintah Allah. Dan ia juga yakin akan  keingkaran ayahnya. Tetapi karena khawatir akan menuntut balas kepada  orang yang kelak membunuh ayahnya, maka dia sendirilah yang akan memikul  beban itu. Dia sendiri yang akan membunuh ayahnya, membawa kepalanya  kepada Nabi, betapa pun itu sangat menyayat hati dan perasaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Namun, tahukah kita bagaimana jawaban Nabi kepada Abdullah setelah mendengar itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak akan membunuhnya. Bahkan kita harus berlaku baik kepadanya,  harus&amp;nbsp; menemaninya baik-baik selama dia masih bersama dengan kita,"  kata Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Memaafkan. Sungguh  indah dan agung maaf itu. Rasulullah SAW berlaku begitu baik kepada  orang yang telah menghasut penduduk Madinah agar memusuhinya—bahkan  hendak membunuhnya—dan memusuhi sahabat-sahabatnya. Biarlah sikap baik  dan maafnya itu membekas lebih dalam daripada jika beliau menjatuhkan  hukuman mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Sejak itu, apabila  Abdullah bin Ubay mencoba bermain api, golongannya sendiri yang  menegurnya, menyalahkan dan menekankan padanya bahwa sisa hidupnya itu  adalah karena sikap pemurah Rasulullah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Suatu hari, Nabi sedang  berbincang-bincang dengan Umar bin Al-Khathab tentang masalah-masalah  kaum Muslimin, juga menyebut-nyebut Abdullah bin Ubay, begitu pula  tentang golongannya yang menegur dan menyalahkannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umar, bagaimana pendapatmu," kata Rasulullah. "Kalau kau bunuh dia  ketika&amp;nbsp; kau katakan kepadaku supaya dibunuh saja, tentu akan terjadi  kegemparan. Kalau sekarang kusuruh bunuh tentu akan kau bunuh."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;"Sungguh sudah saya ketahui, bahwa perintah Rasulullah lebih besar artinya daripada perintah saya," jawab Umar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-36303749652300713?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/36303749652300713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-7-hasutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/36303749652300713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/36303749652300713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-7-hasutan.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (7): Hasutan Sang Munafik'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-426773806697815682</id><published>2011-10-16T08:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:26:35.649-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (8): Hikmah Perjanjian Hudaibiyah</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Setelah  Perjanjian Hudaibiyah, agama Islam tersebar luas, berkembang lebih  cepat daripada sebelumnya. Jumlah mereka yang datang ke Hudaibiyah  ketika itu sebanyak 1.400 orang. Namun dua tahun kemudian, tatkala  Rasulullah hendak membuka Makkah, jumlah mereka yang datang sudah  mencapai 10.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang masih menyangsikan hikmah Perjanjian Hudaibiyah ini, sangat  keberatan dengan klausul perjanjian yang menyebutkan, bahwa barangsiapa  dari golongan Quraisy menyeberang kepada Nabi SAW tanpa seizin walinya,  harus dikembalikan kepada mereka. Dan barangsiapa dari pengikut  Rasulullah yang menyeberang kepada Quraisy, tidak akan dikembalikan  kepada Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan Rasulullah SAW dalam hal ini, apabila ada orang yang murtad  dari Islam dan minta perlindungan Quraisy, maka orang semacam ini tidak  perlu lagi kembali kepada jamaah Muslimin. Dan siapa-siapa yang masuk  Islam dan berusaha menggabungkan diri dengan kaum Muslimin,  mudah-mudahan Allah akan membukakan jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa yang terjadi sesudah itu memang membuktikan  kebenaran pendapat Rasulullah SAW. Bahkan lebih cepat dari yang diduga  para sahabatnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa dengan Perjanjian  Hudaibiyah tersebut Islam telah memperoleh keuntungan besar yang luar  biasa. Dan dua bulan sesudah itu, terbuka jalan bagi Rasulullah untuk  mengirimkan surat-surat kepada para raja dan kepala negara asing,  mengajak mereka masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah itu juga membuktikan kebenaran  pendapat Rasulullah lebih cepat dari yang diduga sahabat-sahabatnya.  Abu Bashir Utbah bin Usaid datang dari Makkah ke Madinah sebagai seorang  Muslim—keyakinan agamanya, ia dipenjarakan oleh Quraisy di Makkah,  kemudian melarikan diri menyusul Nabi ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan isi perjanjian, Abu Bashir mesti dikembalikan kepada  Quraisy, sebab ia pergi tanpa seizin tuannya. Untuk itu maka Azhar bin  Auf dan Akhnas bin Syariq mengirim surat kepada Nabi SAW supaya ia  dikembalikan. Surat-surat itu dibawa&amp;nbsp; oleh seorang laki-laki dari Bani  Amir yang datang bersama seorang budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Bashir," kata Nabi, "Kita telah membuat perjanjian dengan pihak  mereka, seperti sudah kau ketahui. Suatu pengkhianatan menurut agama  kita tidak dibenarkan.&amp;nbsp; Semoga Allah membuat engkau dan orang-orang  Islam yang ditindas bersamamu merupakan suatu kelapangan dan jalan  keluar. Berangkatlah engkau kembali ke dalam lingkungan masyarakatmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah, saya akan dikembalikan kepada orang-orang musyrik  yang akan menyiksa saya karena agama saya ini," kata Abu Bashir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW kemudian mengulangi kata-kata tadi. Dan kedua orang itu pun  berangkat. Sesampai di Dzul Hulaifa, Abu Bashir meminta kawan  seperjalanannya dari Bani Amir agar memperlihatkan pedangnya. Setelah  menggenggamnya erat-erat, Abu Bashir mengayungkan pedang itu tubuh si  lelaki Bani Amir hingga tewas. Sang budak yang melihat kejadian  tersebut, lari ke jurusan Madinah dan langsung menemui Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang ini tampaknya dalam ketakutan," kata Rasulullah setelah melihat  orang itu. Lalu beliau bertanya kepadanya, "Apa yang terjadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman tuan membunuh teman saya," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian Abu Bashir muncul dengan membawa pedang terhunus  dan berkata kepada Rasulullah. "Wahai Rasulullah, jaminan tuan sudah  terpenuhi, dan Allah sudah melaksanakan buat tuan. Tuan menyerahkan saya  ke tangan mereka dan dengan agama saya itu saya tetap bertahan, supaya  jangan dianiaya atau dipermainkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Rasulullah tidak dapat menyembunyikan kekagumannya dan  harapannya pada Abu Bashir. Sesudah itu Abu Bashir berangkat juga. Ia  berhenti di Al-Ish, di pantai sepanjang jalur&amp;nbsp; Quraisy ke Syam.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah dan Quraisy menetapkan jalan  ini sebagai lalu lintas perdagangan, yang tidak boleh diganggu oleh  kedua belah pihak. Namun setelah Abu Bashir pergi ke daerah itu, dan hal  ini didengar oleh kaum Muslimin yang tinggal di Makkah serta tentang  kekaguman Rasul kepadanya, sebanyak 70 orang laki-laki dari mereka  menggabungkan diri dengan Abu Bashir di tempat tersebut. Ia kemudian  dijadikan pemimpin oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Abu Bashir dan rekan-rekannya mencegat Quraisy dalam perjalanan  itu. Setiap orang yang berhasil mereka tangkap, mereka bunuh dan setiap  ada kafilah dagang yang lewat tentu mereka rampas. Ketika itulah Quraisy  menyadari bahwa hal ini merupakan suatu kerugian besar bagi mereka  apabila kaum Muslimin masih tetap tinggal di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Quraiys, usaha mengurung orang yang benar-benar teguh imannya,  lebih&amp;nbsp; berbahaya daripada membebaskannya. Tentu mereka akan mencari  kesempatan untuk lari, dan akan melancarkan&amp;nbsp; perang yang tak  berkesudahan terhadap mereka yang mengurungnya. Dan Quraiys juga yang  akan rugi. Quraisy teringat ketika Nabi SAW hijrah ke Madinah, beliau  mencegat perjalanan kafilah mereka. Perbuatan semacam&amp;nbsp; itu mereka  khawatirkan akan diulangi oleh Abu Bashir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan inilah mereka lalu mengutus orang kepada Nabi SAW,  meminta beliau agar menampung kaum Muslimin Makkah, serta membiarkan  lalu lintas kembali aman. Dengan demikian Quraisy telah mundur selangkah  dari apa yang secara gigih disyaratkan oleh Suhail bin Amr—bahwa  Muslimin Quraisy yang pergi menyeberang kepada Rasulullah tanpa seizin  walinya harus dikembalikan ke Makkah. Dengan sendirinya klausul itu jadi  gugur. Klausul yang dulu pernah membuat Umar bin Al-Khathab gusar  karenanya, dan telah menyebabkannya marah-marah pada Abu Bakar.  Selanjutnya, Rasulullah SAW menampung sahabat-sahabatnya itu dan jalan  ke Syam pun kembali aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, peristiwa-peristiwa yang terjadi itu membuktikan kebenaran  kebijaksanaan Rasulullah. Membenarkan pandangannya yang jauh ke depan  serta politiknya yang tepat sekali. Dan hal itu juga membuktikan bahwa  ketika membuat Perjanjian Hudaibiyah, beliau telah meletakkan dasar yang  sangat kokoh dalam politik dan penyebaran Islam. Dan inilah kemenangan  yang nyata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya Perjanjian Hudaibiyah ini segala hubungan antara Quraisy  dan Rasulullah beserta kaum Muslimin menjadi tenang. Masing-masing pihak  kini merasa aman pula. Quraisy mencurahkan seluruh perhatiannya pada  perluasan perdagangan, dengan harapan moga-moga semua kerugian yang  dialaminya selama perang dengan Muslimin dapat ditarik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Rasulullah SAW mencurahkan segenap perhatiannya pada  kelanjutan dakwa Islam, menyampaikan ajarannya kepada seluruh umat  manusia di segenap pelosok dunia. Beliau memfokuskan perhatian dalam  rangka menciptakan ketenteraman kaum Muslimin di seluruh jazirah. Untuk  itulah beliau mengirimkan beberapa utusan kepada raja-raja di sejumah  negara, disamping mengosongkan orang-orang Yahudi dari seluruh Jazirah  Arab, yang semuanya berhasil dilakukan seusai Perang Khaibar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-426773806697815682?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/426773806697815682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-8-hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/426773806697815682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/426773806697815682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-8-hikmah.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (8): Hikmah Perjanjian Hudaibiyah'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-9151977304012509457</id><published>2011-10-16T08:25:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:25:02.567-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (9): Menjelang Penaklukan Makkah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Abu  Sufyan kembali ke Makkah dan melaporkan segala yang dialaminya selama  di Madinah serta perlindungan yang dimintanya dari masyarakat atas saran  Ali, dan bahwa Rasulullah belum memberikan persetujuannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Sial!" kata mereka. "Orang itu lebih-lebih lagi mempermainkan kau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka kembali lagi mengadakan perundingan. Sebaliknya, Rasulullah  berpendapat tidak akan memberikan kesempatan mereka mengadakan  persiapan untuk memerangi kaum Muslimin. Beliau percaya pada kekuatan  sendiri dan pada pertolongan Allah. Rasulullah berharap dapat menyergap  mereka dengan tiba-tiba, sehingga mereka tidak sempat lagi mengadakan  perlawanan. Dan dengan demikian mereka menyerah tanpa pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, beliau memerintahkan kaum Muslimin untuk bersiap-siap.  Dan setelah persiapan selesai, Rasulullah memberitahukan kepada mereka,  bahwa waktunya berangkat ke Makkah telah tiba. Beliau memerintahkan  mereka segera berkemas. Saat itu pula, beliau berdoa kepada Allah,  mudah-mudahan Quraisy tidak sampai mengetahui berita perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tentara Muslimin sudah siap-siap akan berangkat, Hatib bin Abi  Balta'ah mengirim sepucuk surat lewat seorang wanita dari Makkah, budak  salah seorang Bani Abdul Muthalib bernama Sarah. Ia diberi upah supaya  surat itu disampaikan kepada pihak Quraisy, yang isinya memberitahukan  bahwa Rasulullah sedang mengadakan persiapan hendak menghadapi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Hatib orang besar dalam Islam. Tapi sebagai manusia, dari  segi kejiwaannya, ia mempunyai beberapa kelemahan, yang kadang cukup  menekan jiwanya sendiri. Masalah ini diketahui oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau segera menyuruh Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk  mengejar Sarah. Wanita itu disuruh turun, surat dicarinya di tempat  barang tapi tidak juga diketemukan. Wanita itu diperingatkan, bahwa  kalau surat itu tidak dikeluarkan,&lt;br /&gt;merekalah yang akan membongkarnya. Melihat keadaan yang begitu sungguh-sungguh, wanita itu pun mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membuka ikatan rambutnya dan surat itu pun dikeluarkannya. Ali dan  Zubair membawanya kembali ke Madinah. Hatib pun dipanggil oleh  Rasulullah dan ditanya kenapa ia tega berbuat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah," kata Hatib.&amp;nbsp; "Demi Allah, saya tetap beriman kepada Allah  dan kepada&amp;nbsp; Rasulullah. Sedikit pun tak ada perubahan pada diri saya.  Akan tetapi saya, yang tidak punya hubungan keluarga atau kerabat dengan  mereka itu, mempunyai seorang anak dan keluarga di tengah-tengah  mereka. Maka itu sebabnya saya hendak membantu mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah," sela Umar bin Khathab. "Serahkan kepada saya, akan saya penggal lehernya. Orang ini bermuka dua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari mana engkau mengetahui itu, wahai Umar?" tanya Rasulullah. "Jika  Allah sudah menempatkan dia sebagai orang-orang Badar ketika terjadi  Perang Badr."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian berkata kepada Hatib, "Berbuatlah sekehendakmu. Kau sudah kumaafkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Hatib memang orang yang ikut dalam Perang Badar. Saat itulah firman Allah turun: &lt;em&gt;"Hai  orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu  menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka  (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya  mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka  mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah,  Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan  mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu  memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka,  karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan  dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang  melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang  lurus."&lt;/em&gt; (QS Al-Mumtahanah: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pasukan Muslimin sudah mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah,  dengan tujuan membebaskan kota itu serta menguasai Rumah Suci, yang oleh  Allah telah dijadikan tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang  aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan ini bergerak dalam suatu jumlah yang belum pernah terjadi  sebelumnya di Madinah. Mereka terdiri dan kabilah-kabilah Sulaim,  Muzainah, Ghatafan dan yang lain. Mereka menggabungkan diri, baik kepada  Muhajirin atau pun kepada Anshar. Mereka berangkat bersama-sama dengan  mengenakan baju perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melingkar ke tengah-tengah padang sahara yang membentang luas  itu, sehingga ketika kemah-kemah mereka sudah dikembangkan, semuanya  tertutup debu dan pasir sahara. Sehingga orang takkan dapat melihatnya.  Mereka yang terdiri dari ribuan orang itu bergerak cepat. Setiap mereka  melangkah maju, kabilah-kabilah lain ikut menggabungkan diri, yang  menambah jumlah dan kekuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berangkat dengan kalbu yang penuh iman, bahwa dengan  pertolongan Allah mereka akan mendapat kemenangan. Perjalanan ini  dipimpin oleh Rasulullah SAW dengan pikiran dan perhatian hanya tertuju  untuk memasuki Rumah Suci tanpa pertumpahan darah setetes setetes pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasukan ini sampai di Mar Az-Zahran—suatu tempat dekat  Makkah—jumlah anggota pasukan sudah mencapai 10.000 orang, sementara  pihak Quraisy belum juga mendapat berita. Mereka masih dalam ribut  sendiri, bagaimana caranya menangkis serangan Rasulullah dan kaum  Muslimin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-9151977304012509457?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/9151977304012509457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-9-menjelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/9151977304012509457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/9151977304012509457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-9-menjelang.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (9): Menjelang Penaklukan Makkah'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-7243744126581451201</id><published>2011-10-16T08:23:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T08:23:31.887-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (10): Islamnya Abu Sufyan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Abbas  bin Abdul Muthalib—paman Rasulullah—meninggalkan kaumnya yang tengah  berdebat itu. Ia dan keluarganya berangkat menemui Rasulullah di Juhfa.  Kemungkinan ada orang-orang dari Bani Hasyim yang telah menerima berita  atau kabar tentang kebenaran Rasulullah. Hingga mereka bermaksud  menggabungkan diri tanpa akan mendapat gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping Abbas, yang juga berangkat menyongsong ialah Abu Sufyan bin  Al-Harits bin Abdul Muthalib, sepupu Nabi, dan Abdullah bin Abi Umayyah  bin Al-Mughirah,&amp;nbsp;&amp;nbsp; anak bibinya. Mereka menggabungkan diri dengan  pasukan Muslimin di Niq Al-Uqab. Mereka berdua minta izin untuk menemui  Nabi, tapi Rasulullah menolak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak ada keperluan dengan mereka," kata Rasulullah kepada Ummu  Salamah, istrinya, ketika ia mencoba membicarakan masalah dua orang itu.  "Aku sudah banyak menderita karena anak pamanku itu. Sedang anak  bibiku, dan iparku pula, ia sudah mengatakan yang bukan-bukan ketika ia  di Makkah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan ini disampaikan kepada Abu Sufyan. "Demi Allah," ujarnya,  "Bagiku hanyalah aku ingin diizinkan bertemu. Atau dengan bantuan anakku  ini, kami akan pergi ke mana saja, sampai kami mati kehausan dan  kelaparan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah merasa kasihan kepada mereka. Kemudian mereka pun diizinkan masuk menemui beliau, dan mereka menyatakan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan pasukan Muslimin serta kekuatannya yang demikian rupa,  Abbas bin Abdul Muthalib merasa cemas dan sangat terkejut. Sekalipun ia  sudah masuk Islam, namun hatinya selalu khawatir akan bencana yang akan  menimpa Makkah jika kekuatan pasukan yang belum pernah ada bandingannya  di seluruh Jazirah Arab itu, kelak menyerbu ke dalam kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan duduk di atas seekor bagal putih kepunyaan Nabi, Abbas berangkat  ke daerah Arak, dengan harapan dapat berjumpa dengan orang mencari  kayu, atau tukang susu atau dengan siapa saja yang sedang pergi ke  Makkah. Ia akan menitipkan pesan kepada penduduk kota itu tentang  kekuatan pasukan Muslimin yang sebenarnya supaya mereka kelak menemui  Rasulullah dan minta damai sebelum pasukan ini memasuki kota dengan  kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pihak Muslimin berlabuh di Mar Az-Zahran, pihak Quraisy sudah  mulai merasakan adanya bahaya yang sedang mendekati mereka. Maka mereka  mengutus Abu Sufyan bin Harb, Budail bin Warqa' dan Hakim bin  Hizam—kerabat Khadijah—untuk mencari-cari berita serta mencari tahu  seberapa jauh bahaya yang mungkin datang mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Abbas sedang mengendarai bagal Nabi yang putih itu, tiba-tiba  ia mendengar ada percakapan antara Abu Sufyan bin Harb dengan Budail  bin Warqa'. "Aku belum pernah melihat api unggun dan pasukan tentara  seperti yang kita lihat malam ini," kata Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu itu api unggun Khuza'ah yang sudah dirangsang perang," timpal Budail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas yang sudah mengenal suara Abu Sufyan itu, lalu memanggil dengan nama julukannya, "Abu Hanzalah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abul Fadhl!" sahut Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Sufyan, kasihan engkau!" kata Abbas. "Rasulullah berada di  tengah-tengah rombongan itu. Apa jadinya Quraisy kalau mereka memasuki  Makkah dengan kekerasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang harus kita perbuat!" kata Abu Sufyan. "Kupertaruhkan ibu-bapaku untukmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas menaikkan Abu Sufyan di belakang bagal dan diajaknya berangkat  bersama-sama, sedang kedua temannya disuruhnya kembali ke Makkah. Ketika  kaum Muslimin melihat bagal itu, mereka membiarkannya lewat. Abbas  berjalan di tengah-tengah 10.000 orang yang sedang memasang api unggun,  yang sengaja dipasang untuk menimbulkan kegentaran dalam hati penduduk  Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ketika bagal itu lewat di depan api unggun Umar bin  Khathab, Umar melihat dan mengenali Abu Sufyan. Ia juga bahwa Abbas  hendak melindunginya. Umar segera menemui Rasulullah dan meminta izin  kepada Nabi untuk membunuh Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah," kata Abbas. "Saya sudah melindunginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi situasi semacam itu dan waktu sudah malam pula, terjadi perdebatan yang kadang sengit antara Umar dan Abbas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian berkata, "Bawalah&amp;nbsp; dia dulu ke tempatmu, Abbas. Pagi-pagi besok bawa kemari!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ketika Abu Sufyan dibawa kembali menghadap Nabi dan  disaksikan oleh pembesar-pembesar dari kalangan Muhajirin dan Anshar  terjadi dialog antara Rasulullah dan Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasihan kau Abu Sufyan. Bukankah sudah tiba waktunya sekarang engkau  harus mengetahui, bahwa tak ada Tuhan selain Allah?" kata Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan menjawab, "Demi&amp;nbsp; ibu-bapakku, sungguh bijaksana engkau.  Sungguh pemurah engkau dan suka memelihara hubungan keluarga. Aku memang  sudah menduga, bahwa tak ada Tuhan selain Allah, itu sudah mencukupi  segalanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasihan engkau Abu Sufyan, bukankah sudah tiba waktunya engkau harus mengetahui bahwa aku Rasulullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi&amp;nbsp; ibu-bapakku, sungguh bijaksana engkau. Sungguh pemurah engkau  dan suka memelihara hubungan keluarga. Tetapi mengenai hal ini, sungguh  sampai sekarang masih ada sesuatu dalam hatiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas campur tangan. Ia bicara dengan ditujukan kepada Abu Sufyan,  supaya ia mau menerima Islam dan bersaksi bahwa tak ada Tuhan selain  Allah dan bahwa Muhammad pesuruh-Nya. Menghadapi hal ini tak ada pilihan  bagi Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah," kata Abbas. "Abu Sufyan adalah orang yang gila hormat. Berikanlah sesuatu kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," kata Rasulullah, "Barangsiapa datang ke rumah Abu Sufyan, orang  itu selamat. Barangsiapa menutup pintu rumahnya orang itu selamat dan  barangsiapa masuk ke dalam masjid orang itu juga selamat."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-7243744126581451201?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/7243744126581451201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-10-islamnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7243744126581451201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7243744126581451201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-10-islamnya.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (10): Islamnya Abu Sufyan'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-6763471310218300703</id><published>2011-10-16T08:22:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T08:22:06.103-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (11): Perang Hunain</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dengan  perasaan gembira karena kemenangan yang telah diberikan Allah, kaum  Muslimin masih tinggal di Makkah setelah kota itu dibebaskan. Mereka  sangat gembira karena kemenangan besar ini tidak banyak meminta korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap terdengar suara Bilal mengumandangkan azan shalat, mereka segera  beranjak ke Masjid Suci. Berebut-rebutan di sekitar Rasulullah, di mana  saja beliau berada dan ke mana saja beliau pergi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muhajirin pun sekarang dapat pulang, dapat berhubungan dengan  keluarga mereka, yang kini telah mendapat petunjuk Ilahi. Hati mereka  pun sudah yakin bahwa keadaan Islam sudah mulai stabil, dan sebagian  besar perjuangan sudah membawa kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun 15 hari kemudian, setelah mereka tinggal di Makkah, tiba-tiba  tersiar berita yang membuat mereka harus segera sadar kembali. Soalnya  ialah Kabilah Hawazin yang tinggal di pegunungan tidak jauh di sebelah  timur laut Makkah—setelah melihat kemenangan Muslimin yang telah  membebaskan Makkah dan menghancurkan berhala-berhala—khawatir akan  mendapat giliran diserang pihak Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Malik bin Auf dari Bani Nashr berusaha mengumpulkan  kabilah-kabilah Hawazin dan Tsaqif, demikian juga kabilah-kabilah Nashr  dan Jusyam. Dari pihak Hawazin semuanya ikut, kecuali Ka'ab dan Kilab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik memerintahkan mereka agar berangkat ke puncak gunung dan ke  Lembah Hunain. Jika kaum Muslimin turun ke lembah itu, maka mereka harus  menyerang, sehingga dengan serangan satu orang saja barisan kaum  Muslimin akan lemah, kocar-kacir, dan saling menghantam satu sama lain.  Dengan demikian mereka akan hancur, dan pengaruh kemenangan mereka  ketika membebaskan Makkah sudah tak berarti lagi. Yang ada hanyalah  kemenangan kabilah-kabilah Hunain itu saja di seluruh jazirah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Muslimin sendiri—setelah dua pekan tinggal di Makkah—segera  melakukan persiapan senjata dan tenaga yang belum pernah mereka alami  sebelum itu. Rasulullah SAW memimpin mereka bergerak dalam jumlah 12.000  orang. Mereka mengenakan pakaian berlapis besi yang didahului oleh  pasukan berkuda dan unta yang membawa perlengkapan dan bahan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberangkatan Muslimin dengan pasukan sedemikian besar ini, belum  pernah dikenal di seluruh jazirah. Setiap kabilah didahului oleh  panjinya masing-masing, tampil ke depan dengan hati bangga karena jumlah  yang begitu besar, yang takkan terkalahkan. Sampai-sampai mereka  berkata satu sama lain, "Karena jumlah kita yang besar ini, sekarang  kita takkan dapat dikalahkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sore hari mereka sudah sampai di Hunain. Di pintu-pintu masuk  wadi itu mereka berhenti dan tinggal di sana sampai fajar keesokan&amp;nbsp;  harinya. Ketika itulah pasukan mulai bergerak lagi. Rasulullah mengikuti  dari belakang dengan menunggang bagalnya yang putih. Sementara Khalid  bin Walid yang memimpin Bani Sulaim berada di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari selat Hunain itu mereka menyusur ke sebuah wadi di Tihamah. Akan  tetapi, begitu mereka menuruni lembah itu, tiba-tiba datanglah serangan  mendadak secara bertubi-tubi dari kabilah-kabilah yang dikomandoi Malik  bin Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keremangan subuh itu mereka dihujani panah oleh pihak Malik.  Ketika itulah keadaan Muslimin jadi kacau-balau. Dalam keadaan terpukul  demikian, mereka berbalik surut dengan ketakutan dan kegentaran dalam  hati. Bahkan ada pula yang lari tunggang-langgang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rasulullah tetap tabah tiada bergerak di tempatnya. Beberapa  orang dari kalangan Muhajirin, Anshar serta kerabat-kerabatnya tetap  berada di sekelilingnya. Beliau memanggil orang-orang yang melarikan  diri itu, "Hai orang-orang, kalian mau ke mana? Mau ke mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun orang-orang yang penuh ketakutan itu sudah tidak mendengar  apa-apa lagi. Yang tergambar di benak mereka hanya Hawazin dan Tsaqif&amp;nbsp;  yang kini sedang meluncur turun dari perkubuan di puncak-puncak gunung.  Pihak Hawazin turun dari tempat semula, didahului oleh seseorang di atas  seekor unta berwarna merah, dan membawa sebuah bendera hitam yang  dipancangkan pada sebilah tombak&amp;nbsp; panjang. Setiap ia bertemu dengan  pihak Muslimin ditetakkannya tombak itu kepada mereka,&amp;nbsp; sementara pihak  Hawazin, Tsaqif dan sekutu-sekutunya terus meluncur turun dari belakang  sambil terus menghantam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat baru timbul dalam hati Rasulullah. Dengan bagalnya yang putih  itu beliau ingin menerjang sendiri ke tengah-tengah musuh yang sedang  meluap-luap seperti banjir itu. Akan tetapi Abu Sufyan bin Harits  menahan kekang bagal dan dimintanya jangan maju dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas bin Abdul Muthalib, seorang laki-laki yang berperawakan besar dan  lantang suaranya berseru, "Saudara-saudara dari kalangan Anshar yang  telah memberikan tempat dan pertolongan. Saudara-saudara dari Muhajirin  yang telah memberikan ikrar di bawah pohon. Marilah saudara-saudara,  Muhammad masih hidup!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan itu diulang-ulang oleh Abbas, sehingga suaranya bergema ke  segenap penjuru wadi. Di sinilah adanya mukjizat itu: Orang-orang Aqabah  mendengar nama Aqabah, teringat oleh mereka akan Rasulullah, teringat  akan janji dan kehormatan diri mereka. Demikian juga dengan orang-orang  Muhajirin dan Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka-semua kini kembali, dan bertempur lagi secara heroik. Pihak  Hawazin yang sudah menyusur turun dari tempatnya semula, kini berhadapan  dengan Muslimin dalam lembah itu. Sinar mentari mulai tampak dan remang  pagi dengan sendirinya menghilang. Di samping Rasulullah kini telah  berkumpul beberapa ratus orang yang siap berhadapan dengan  kabilah-kabilah itu. Perasaan lega mulai terasa oleh Rasulullah tatkala  dilihatnya mereka kini kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan berkobarnya pertempuran yang semakin sengit dan melihat  moril kaum Muslimin makin tinggi dalam memukul&amp;nbsp; lawan, Rasulullah  bersabda, "Sekarang pertempuran benar-benar berkobar. Allah tidak  menyalahi janji kepada Rasul-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kaum Muslimin berhasil memukul mundur dan mengalahkan  musuh-musuh Allah. Dengan demikian nyatalah sudah kemenangan orang-orang  beriman itu dan nyata pula kehancuran orang-orang musyrik. Kemenangan  Muslimin yang sangat menentukan itu ialah karena ketabahan Rasulullah  dan sejumlah kecil orang-orang&lt;br /&gt;di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal inilah turun firman Allah: "Sesungguhnya Allah telah menolong  kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan  (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena  banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat  kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit  olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada  orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu  tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang  kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik  itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun  ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan  memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS At-Taubah:  25-28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kemenangan ini tidak diperoleh dengan harga murah oleh kaum  Muslimin. Mereka membayar kemenanga itu dengan harga yang mahal, dengan  jiwa orang-orang penting, dengan pahlawan-pahlawan yang gugur dalam  pertempuran. Meskipun jumlah semua korban tidak disebutkan dalam  buku-buku sirah Nabi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-6763471310218300703?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/6763471310218300703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-11-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/6763471310218300703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/6763471310218300703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-11-perang.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (11): Perang Hunain'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-7854191711512097282</id><published>2011-10-16T08:20:00.003-07:00</published><updated>2011-10-16T08:20:54.758-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Dengan  perasaan gembira karena kemenangan yang telah diberikan Allah, kaum  Muslimin masih tinggal di Makkah setelah kota itu dibebaskan. Mereka  sangat gembira karena kemenangan besar ini tidak banyak meminta korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap terdengar suara Bilal mengumandangkan azan shalat, mereka segera  beranjak ke Masjid Suci. Berebut-rebutan di sekitar Rasulullah, di mana  saja beliau berada dan ke mana saja beliau pergi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muhajirin pun sekarang dapat pulang, dapat berhubungan dengan  keluarga mereka, yang kini telah mendapat petunjuk Ilahi. Hati mereka  pun sudah yakin bahwa keadaan Islam sudah mulai stabil, dan sebagian  besar perjuangan sudah membawa kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun 15 hari kemudian, setelah mereka tinggal di Makkah, tiba-tiba  tersiar berita yang membuat mereka harus segera sadar kembali. Soalnya  ialah Kabilah Hawazin yang tinggal di pegunungan tidak jauh di sebelah  timur laut Makkah—setelah melihat kemenangan Muslimin yang telah  membebaskan Makkah dan menghancurkan berhala-berhala—khawatir akan  mendapat giliran diserang pihak Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Malik bin Auf dari Bani Nashr berusaha mengumpulkan  kabilah-kabilah Hawazin dan Tsaqif, demikian juga kabilah-kabilah Nashr  dan Jusyam. Dari pihak Hawazin semuanya ikut, kecuali Ka'ab dan Kilab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik memerintahkan mereka agar berangkat ke puncak gunung dan ke  Lembah Hunain. Jika kaum Muslimin turun ke lembah itu, maka mereka harus  menyerang, sehingga dengan serangan satu orang saja barisan kaum  Muslimin akan lemah, kocar-kacir, dan saling menghantam satu sama lain.  Dengan demikian mereka akan hancur, dan pengaruh kemenangan mereka  ketika membebaskan Makkah sudah tak berarti lagi. Yang ada hanyalah  kemenangan kabilah-kabilah Hunain itu saja di seluruh jazirah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Muslimin sendiri—setelah dua pekan tinggal di Makkah—segera  melakukan persiapan senjata dan tenaga yang belum pernah mereka alami  sebelum itu. Rasulullah SAW memimpin mereka bergerak dalam jumlah 12.000  orang. Mereka mengenakan pakaian berlapis besi yang didahului oleh  pasukan berkuda dan unta yang membawa perlengkapan dan bahan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberangkatan Muslimin dengan pasukan sedemikian besar ini, belum  pernah dikenal di seluruh jazirah. Setiap kabilah didahului oleh  panjinya masing-masing, tampil ke depan dengan hati bangga karena jumlah  yang begitu besar, yang takkan terkalahkan. Sampai-sampai mereka  berkata satu sama lain, "Karena jumlah kita yang besar ini, sekarang  kita takkan dapat dikalahkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sore hari mereka sudah sampai di Hunain. Di pintu-pintu masuk  wadi itu mereka berhenti dan tinggal di sana sampai fajar keesokan&amp;nbsp;  harinya. Ketika itulah pasukan mulai bergerak lagi. Rasulullah mengikuti  dari belakang dengan menunggang bagalnya yang putih. Sementara Khalid  bin Walid yang memimpin Bani Sulaim berada di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari selat Hunain itu mereka menyusur ke sebuah wadi di Tihamah. Akan  tetapi, begitu mereka menuruni lembah itu, tiba-tiba datanglah serangan  mendadak secara bertubi-tubi dari kabilah-kabilah yang dikomandoi Malik  bin Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keremangan subuh itu mereka dihujani panah oleh pihak Malik.  Ketika itulah keadaan Muslimin jadi kacau-balau. Dalam keadaan terpukul  demikian, mereka berbalik surut dengan ketakutan dan kegentaran dalam  hati. Bahkan ada pula yang lari tunggang-langgang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rasulullah tetap tabah tiada bergerak di tempatnya. Beberapa  orang dari kalangan Muhajirin, Anshar serta kerabat-kerabatnya tetap  berada di sekelilingnya. Beliau memanggil orang-orang yang melarikan  diri itu, "Hai orang-orang, kalian mau ke mana? Mau ke mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun orang-orang yang penuh ketakutan itu sudah tidak mendengar  apa-apa lagi. Yang tergambar di benak mereka hanya Hawazin dan Tsaqif&amp;nbsp;  yang kini sedang meluncur turun dari perkubuan di puncak-puncak gunung.  Pihak Hawazin turun dari tempat semula, didahului oleh seseorang di atas  seekor unta berwarna merah, dan membawa sebuah bendera hitam yang  dipancangkan pada sebilah tombak&amp;nbsp; panjang. Setiap ia bertemu dengan  pihak Muslimin ditetakkannya tombak itu kepada mereka,&amp;nbsp; sementara pihak  Hawazin, Tsaqif dan sekutu-sekutunya terus meluncur turun dari belakang  sambil terus menghantam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat baru timbul dalam hati Rasulullah. Dengan bagalnya yang putih  itu beliau ingin menerjang sendiri ke tengah-tengah musuh yang sedang  meluap-luap seperti banjir itu. Akan tetapi Abu Sufyan bin Harits  menahan kekang bagal dan dimintanya jangan maju dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas bin Abdul Muthalib, seorang laki-laki yang berperawakan besar dan  lantang suaranya berseru, "Saudara-saudara dari kalangan Anshar yang  telah memberikan tempat dan pertolongan. Saudara-saudara dari Muhajirin  yang telah memberikan ikrar di bawah pohon. Marilah saudara-saudara,  Muhammad masih hidup!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan itu diulang-ulang oleh Abbas, sehingga suaranya bergema ke  segenap penjuru wadi. Di sinilah adanya mukjizat itu: Orang-orang Aqabah  mendengar nama Aqabah, teringat oleh mereka akan Rasulullah, teringat  akan janji dan kehormatan diri mereka. Demikian juga dengan orang-orang  Muhajirin dan Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka-semua kini kembali, dan bertempur lagi secara heroik. Pihak  Hawazin yang sudah menyusur turun dari tempatnya semula, kini berhadapan  dengan Muslimin dalam lembah itu. Sinar mentari mulai tampak dan remang  pagi dengan sendirinya menghilang. Di samping Rasulullah kini telah  berkumpul beberapa ratus orang yang siap berhadapan dengan  kabilah-kabilah itu. Perasaan lega mulai terasa oleh Rasulullah tatkala  dilihatnya mereka kini kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan berkobarnya pertempuran yang semakin sengit dan melihat  moril kaum Muslimin makin tinggi dalam memukul&amp;nbsp; lawan, Rasulullah  bersabda, "Sekarang pertempuran benar-benar berkobar. Allah tidak  menyalahi janji kepada Rasul-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kaum Muslimin berhasil memukul mundur dan mengalahkan  musuh-musuh Allah. Dengan demikian nyatalah sudah kemenangan orang-orang  beriman itu dan nyata pula kehancuran orang-orang musyrik. Kemenangan  Muslimin yang sangat menentukan itu ialah karena ketabahan Rasulullah  dan sejumlah kecil orang-orang&lt;br /&gt;di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal inilah turun firman Allah: "Sesungguhnya Allah telah menolong  kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan  (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena  banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat  kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit  olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada  orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu  tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang  kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik  itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun  ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan  memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS At-Taubah:  25-28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kemenangan ini tidak diperoleh dengan harga murah oleh kaum  Muslimin. Mereka membayar kemenanga itu dengan harga yang mahal, dengan  jiwa orang-orang penting, dengan pahlawan-pahlawan yang gugur dalam  pertempuran. Meskipun jumlah semua korban tidak disebutkan dalam  buku-buku sirah Nabi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-7854191711512097282?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/7854191711512097282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/dengan-perasaan-gembira-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7854191711512097282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7854191711512097282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/dengan-perasaan-gembira-karena.html' title=''/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-1593390474404764194</id><published>2011-10-16T08:19:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:19:13.198-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad Saw (12): Kecemburuan Ummahatul Mukminin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,helvetica,sans-serif;"&gt;Rasulullah  sudah berusaha hendak menghindarkan diri dari mereka (para istrinya),  meninggalkan mereka, supaya sikap kasih sayang kepada mereka itu tidak  sampai membuat tingkah laku mereka kian melampaui batas, dan sampai ada  dari mereka yang mengeluarkan rasa cemburunya dengan cara yang tidak  layak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Maria melahirkan Ibrahim, rasa iri hati pada istri-istri Nabi  (Ummahatul Mukminin) itu sudah melampaui sopan santun, sehingga ketika  terjadi percakapan antara Rasulullah dengan Aisyah. Aisyah menolak  menyatakan adanya persamaan rupa Ibrahim dengan Rasulullah. Dan  hampir-hampir pula menuduh Maria yang bukan-bukan, yang oleh Nabi  dikenal bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terjadi ketika pada suatu hari Hafshah pergi mengunjungi ayahnya  dan bercakap-cakap di sana, Maria datang kepada Nabi tatkala beliau  sedang di rumah Hafshah dan agak lama. Ketika Hafshah kembali pulang dan  mengetahui ada Maria di rumahnya, ia menunggu keluarnya Maria dengan  rasa cemburu yang meluap-luap. Makin lama ia menunggu, cemburunya pun  makin menjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Maria keluar kemudian, Hafshah masuk menjumpai Nabi. "Saya sudah  melihat dengan siapa kau tadi," kata Hafshah. "Engkau sungguh telah  menghinaku. Engkau tidak akan berbuat begitu kalau tidak kedudukanku  yang rendah dalam pandanganmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang telah mendorong  Hafshah mengungkapkan perasaannya, dan membicarakannya kembali dengan  Aisyah atau Ummul Mukminin yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan maksud hendak menyenangkan perasaan Hafshah, Rasulullah bahkan  hendak bersumpah mengharamkan Maria buat dirinya, jika Hafshah tidak  akan menceritakan apa yang telah disaksikannya itu. Hafshah berjanji  akan melaksanakan. Namun kecemburuan begitu berkecamuk dalam hatinya,  sehingga dia tidak sanggup lagi menyimpan perasaannya. Dan Hafshah pun  menceritakan kejadian tersebut kepada Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memuncaknya keadaan mereka, sehingga pada suatu hari mereka  mengutus Zainab binti Jahsy kepada Nabi di rumah Aisyah dan dengan  terang-terangan mengatakan bahwa beliau berlaku tidak adil terhadap para  istrinya. Dan karena cintanya kepada Aisyah beliau telah merugikan yang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berterus terang itu Zainab tidak hanya terbatas dengan mengatakan  Nabi bersikap tidak adil di antara para istrinya, ia bahkan mencerca  Aisyah yang ketika itu sedang duduk-duduk. Sehingga membuat Aisyah  marah, namun ditenangkan oleh Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Zainab begitu bersikeras menyerangnya dan mencerca Aisyah hingga  melampaui batas, sehingga tak ada jalan lain bagi Nabi kecuali  membiarkan Aisyah&amp;nbsp; membela diri. Aisyah pun membalas kata-kata Zainab  dan membuatnya terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu-waktu tertentu pertentangan istri-istri Nabi itu sudah  begitu memuncak, sebab beliau dianggap lebih mencintai yang seorang  daripada yang lain. Sehingga Nabi bermaksud hendak menceraikan sebagian  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Maria melahirkan Ibrahim, rasa iri hati pada mereka makin  menjadi-jadi, lebih-lebih Aisyah. Dalam menghadapi kegigihan sikap  mereka yang iri hati ini, Rasulullah—yang telah mengangkat tinggi  derajat mereka—masih tetap bersikap lemah-lembut. Rasulullah tidak punya  waktu untuk melayani sikap yang demikian dan membiarkan dirinya  dipermainkan oleh sang istri. Mereka harus mendapat pelajaran dengan  sikap yang tegas dan keras. Persoalan Ummahatul Mukminin itu harus dapat  dikembalikan ke tempat semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah harus kembali dalam ketenangannya berpikir, dalam  menjalankan dakwahnya, seperti yang sudah ditentukan Allah kepadanya.  Beliau hendak memberi pelajaran dengan meninggalkan mereka atau  mengancam mereka dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, selama sebulan penuh Nabi memisahkan diri dari mereka. Tiada  orang yang diajaknya bicara mengenai mereka, juga tak seorang pun yang  berani memulai membicarakan masalah mereka itu. Dan selama sebulan itu  Rasulullah memusatkan perhatiannya pada upaya dakwah dan penyebaran  Islam di Jazirah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang demikian, Abu Bakar dan Umar bin Khathab serta para  mertua Nabi yang lain merasa gelisah sekali melihat nasib Ummahatul  Mukminin. Mereka khawatir dengan kemarahan Rasulullah yang akan  berakibat pula dengan kemurkaan Allah dan para malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada orang yang mengatakan bahwa Nabi telah menceraikan Hafshah,  putri Umar, setelah ia membocorkan apa yang dijanjikannya akan  dirahasiakan. Desas-desus pun beredar di kalangan kaum Muslimin bahwa  Nabi sudah menceraikan istri-istrinya. Pada saat yang sama, para istri  Rasulullah pun gelisah pula. Mereka menyesal, yang karena terdorong oleh  rasa cemburu, sampai sebegitu jauhnya menyakiti hati suami yang tadinya  sangat lemah-lembut kepada mereka. Bagi mereka, Rasulullah adalah  segalanya dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Rasulullah menghabiskan sebagian waktunya dalam sebuah bilik  kecil. Dan selama beliau dalam bilik itu, pelayannya yang bernama Rabah  duduk menunggu di ambang pintu. Sudah sebulan lamanya Rasulullah dalam  bilik itu sesuai dengan niatnya hendak meninggalkan para istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu kaum Muslimin sedang berada dalam masjid dalam keadaan  menekur. Mereka berbincang-bincang bahwa Rasulullah telah menceraikan  istri-istrinya. Kesedihan mendalam membayang jelas pada wajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar yang berada di tengah-tengah mereka lalu berdiri, hendak pergi ke  tempat Nabi dalam biliknya. Dipanggilnya Rabah agar dimintakan izin  hendak menemui Rasulullah. Namun Rabah tidak berkata apa-apa, yang  berarti bahwa Nabi belum&amp;nbsp; mengizinkan. Sekali lagi Umar mengulangi  permintaannya. Namun Rabah tetap tidak memberikan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali ini Umar berkata lagi dengan suara lebih keras. "Rabah, mintakan  aku izin kepada Rasulullah SAW. Kukira beliau sudah menduga  kedatanganku ini ada hubungannnya dengan Hafshah.&amp;nbsp; Sungguh, kalau beliau  menyuruhku memenggal leher Hafshah, akan kupenggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali ini Nabi memberi izin dan Umar pun masuk. Ketika Umar sudah  duduk dan membuang pandang ke sekeliling tempat itu, ia menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuatmu menangis, Ibnul Khathab?" tanya Rasulullah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat Umar menangis adalah melihat tikar tempat Nabi berbaring  itu sampai membekas di rusuknya. Dan bilik sempit yang tiada berisi  apa-apa selain segenggam gandum, kacang-kacangan dan kulit yang  digantungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengatakan apa yang menyebabkannya menangis, dan Nabi  mengatakan&amp;nbsp; perlunya meninggalkan kehidupan duniawi, Umar pun kembali  tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah," kata Umar, "Apa yang menyebabkan tuan tersinggung karena  para istri&amp;nbsp; itu. Kalau mereka itu tuan ceraikan, niscaya Tuhan di  sampingmu. Demikian juga para malaikat—Jibril dan Mikail—juga saya, Abu  Bakar, dan semua orang-orang beriman berada di pihakmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar terus bicara dengan Nabi sehingga bayangan kemarahannya  berangsur hilang dari wajah beliau dan beliau pun tertawa. Setelah Umar  melihat hal ini, ia kemudian menceritakan keadaan Muslimin yang ada di  masjid serta apa yang mereka katakan, bahwa Nabi telah menceraikan  istri-istrinya—Ummahatul Mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi mengatakan bahwa beliau tidak menceraikan mereka. Dan Umar minta  izin untuk mengumumkan hal ini kepada orang-orang yang kini masih  menunggu di masjid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-1593390474404764194?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/1593390474404764194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/1593390474404764194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/1593390474404764194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/sejarah-hidup-muhammad-saw-12.html' title='Sejarah Hidup Muhammad Saw (12): Kecemburuan Ummahatul Mukminin'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-7840426576737024864</id><published>2011-10-16T08:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T08:17:21.414-07:00</updated><title type='text'>Pengakuan Raja Heraclius Terhadap Nabi Muhammad</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Pada  masa Perjanjian Hudaibiyah atau gencatan senjata antara kaum muslimin  dan musyrikin Quraisy, Rasulullah saw mengutus beberapa sahabat. Mereka  dikirim kepada raja-raja bangsa Arab dan non-Arab untuk menyeru  Al-Islam. Salah satu sahabat yang diutus adalah Dihyah bin Khalifah  Al-Kalbi. Ia ditugaskan untuk menyampaikan surat dakwah kepada  Heraclius, Kaisar Romawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dihyah pun diterima oleh Heraclius  dengan sangat baik. Kemudian ia menyampaikan surat dakwah dari  Rasulullah saw kepada sang Kaisar Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Heraclius  membaca pesan Rasulullah saw, ia segera menyuruh pengawalnya untuk  mencari orang-orang yang mengenal Muhammad. Saat itu Abu Sufyan berada  di sana bersama serombongan kafilah dagang Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Para  pengawal kerajaan pun melaporkan keberadaan Abu Sufyan dan  teman-temannya kepada sang kaisar. Kemudian dipanggillah Abu Sufyan yang  masih membenci Islam bersama teman-temannya ke hadapan Kaisar Romawi  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu  Sufyan dan teman-temannya datang menghadap Heraclius. Dengan didampingi  seorang penerjemah, sang Kaisar mengawali pembicaraan dengan  pertanyaan, "Siapa di antara kalian yang paling dekat garis keturunannya  dengan orang yang mengaku sebagai nabi ini?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan menjawab, "Saya, Tuan!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kemudian  terjadilah dialog di antara keduanya di hadapan para petinggi istana  kekaisaran Romawi. Berikut ini dialog yang diceritakan langsung oleh Abu  Sufyan dan diriwayatkan kembali oleh Bukhari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Bagaimana kedudukan keluarganya di antara kalian?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Ia berasal dari keturunan bangsawan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Adakah di antara keluarganya mengaku Nabi?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Tidak."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Adakah di antara nenek moyangnya yang menjadi raja atau kaisar?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Tidak ada."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Apakah pengikut agamanya itu orang kaya ataukah orang kebanyakan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Pengikutnya adatah orang lemah, miskin, budak, dan wanita muda."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Jumlah pengikutnya bertambah atau berkurang?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Terus bertambah dari waktu ke waktu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius  : "Setelah menerima agamanya, apakah pengikutnya itu tetap setia  kepadanya ataukah merasa kecewa, lalu meninggalkannya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Tidak ada yang meninggalkannya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Sebelum dia menjadi nabi, apakah dia suka berdusta?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Tidak pernah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Pernahkah orang itu ingkar janji atau mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu  Sufyan : "Tidak pernah. Kami baru saja melakukan perjanjian gencatan  senjata dengannya dan menunggu apa yang akan diperbuatnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Pernahkah engkau berperang dengannya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Pernah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Bagaimana hasilnya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu Sufyan : "Kadang-kadang kami yang menang, kadang-kadang dia yang lebih baik daripada kami."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius : "Apa yang dia perintahkan kepadamu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Abu  Sufyan : "Dia hanya memerintahkan kami untuk menyembah Allah dan tidak  mempersekutukan-Nya dengan apapun, meninggalkan takhayul dan kepercayaan  leluhur kami, mengerjakan shalat, membayar zakat dan berbuat baik  kepada fakir miskin, bersikap jujur dan dapat dipercaya, memelihara apa  yang dititipkan kepada kita dan mengembalikan dengan utuh, memelihara  silaturrahim dengan semua orang, dan yang paling penting dengan keluarga  sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Lalu, seperti dikisahkan oleh Abu Sufyan r.a, Heraclius memberikan tanggapan sebagai berikut melalui penerjemahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius  : "Aku bertanya kepadamu tentang silsilah keluarganya dan kau menjawab  dia adalah keturunan bangsawan terhormat. Nabi-nabi terdahulu pun  berasai dari keluarga terhormat di antara kaumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apakah ada di antara keluarganya yang menjadi nabi,  jawabannya tidak ada. Dari sini aku menyimpulkan bahwa orang ini memong  tidak dipengaruhi oleh siapa pun dalam hal kenabian yang diikrarkannya,  dan tidak meniru siapa pun dalam keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apakah ada keluarganya yang menjadi raja atau kaisar.  Jawabannya tidak ada. Jika ada leluhurnya yang menjadi penguasa, aku  beranggapan dia sedang berusaha mendapatkan kembali kekuasaan  leluhurnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apakah dia pernah berdusta dan ternyata menurutmu  tidak pernah. Orang yang tidak pernah berdusta kepada sesamanya tentu  tidak akan berdusta kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu mengenai golongan orang-orang yang menjadi  pengikutnya dan menurutmu pengikutnya adalah orang miskin dan hina.  Demikian pula halnya dengan orang-orang terdahulu yang mendapat  panggilan kenabian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apakah jumlah pengikutnya bertambah atau berkurang.  Jawabanmu, terus bertambah. Hal ini juga terjadi pada iman sampai  keimanan itu lengkap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apakah ada pengikutnya yang meninggalkannya setelah  menerima agamanya dan menurutmu tidak ada. Itulah yang terjadi jika  keimanan sejati telah mengisi hati seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apakah dia pernah ingkar janji dan menurutmu tidak  pernah. Sifat dapat dipercaya adalah ciri kerasulan sejati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apakah engkau pernah berperang dengannya dan  bagaimana hasilnya. Menurutmu engkau berperang dengannya, kadang engkau  yang menang dan kadang dia yang menang dalam urusan duniawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Para  nabi tidak pernah selalu menang, tetapi mereka mampu mengatasi  masa-masa sulit perjuangan, pengorbanan, dan kerugiannya sampai akhirnya  mereka memperoleh kemenangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya, engkau menjawab dia  memerintahkanmu untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya,  serta melarangmu untuk menyembah berhala, dan dia menyuruhmu shalat,  bicara jujur, serta penuh perhatian. Jika apa yang kaukatakan itu benar,  dia akan segera berkuasa di tempat aku memijakkan kakiku saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Aku  tahu bahwa orang ini akan lahir, tetapi aku tidak tahu bahwa dia akan  lahir dari kaummu (orang Arab). Jika aku tahu aku bisa mendekatinya, aku  akan pergi menemuinya. Jika dia ada di sini, aku akan membasuh kedua  kakinya dan agamanya akan menguasa tempat dua telapak kakiku!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Selanjutnya,  Heraclius berkata kepada Dihyah Al-Kalbi, "Sungguh, aku tahu bahwa  sahabatmu itu seorang nabi yang akan diutus, yang kami tunggu-tunggu dan  kami ketahui berita kedatangannya dalam kitab kami. Namun, aku takut  orang-orang Romawi akan melakukan sesuatu kepadaku. Kalau bukan karena  itu, aku akan mengikutinya!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Untuk  membuktikan perkataannya tersebut, Heraclius memerintahkan  orang-orangnya untuk mengumumkan, "Sesungguhnya kaisar telah mengikuti  Muhammad dan meninggalkan agama Nasrani!" Seluruh pasukannya dengan  persenjataan lengkap serentak menyerbu ke dalam ruangan tempat Kaisar  berada, lalu mengepungnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Kemudian Kaisar Romawi itu berkata, "Engkau telah melihat sendiri bagaimana bangsaku. Sungguh, aku takut kepada rakyatku!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Heraclius  membubarkan pasukannyadengan menyuruh pengawalnya mengumumkan berita,  "Sesungguhnya kaisar lebih senang bersama kalian. Tadi ia sedang menguji  kalian untuk mengetahui kesabaran kalian dalam agama kalian. Sekarang  pergilah!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Mendengar  pengumuman tersebut, bubarlah pasukan yang hendak menyerang Kaisar  tadi. Sang Kaisar pun menulis surat untuk Rasulullah saw yang berisi,  "Sesungguhnya aku telah masuk Islam." Kaisar juga menitipkan hadiah  beberapa dinar kepada Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Ketika  Dihyah menyampaikan pesan Raja Heraclius kepada Rasulullah saw, beliau  berkata, "Musuh Allah itu dusta! Dia masih beragama Nasrani."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Rasulullah saw pun membagi-bagikan hadiah berupa uang dinar itu kepada kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-7840426576737024864?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/7840426576737024864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/pengakuan-raja-heraclius-terhadap-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7840426576737024864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7840426576737024864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/pengakuan-raja-heraclius-terhadap-nabi.html' title='Pengakuan Raja Heraclius Terhadap Nabi Muhammad'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-7058033400674087798</id><published>2011-10-16T08:10:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T08:10:37.329-07:00</updated><title type='text'>Wasiat Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms,geneva;"&gt;Dari Abu Najih ’Irbadh bin Sariyah (rodhiallahu  ‘anhu) ia berkata, “&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah  SAW pernah menasihati kami dengan nasihat  yang menggetarkan hati dan  mencucurkan air mata. Kami bertanya, Wahai  Rasulullah, sepertinya ini  adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah  kami nasihat. Beliau  bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap  menjaga ketakwaan  kepada Allah ‘aza wa jalla, tunduk taat (kepada  pemimpin) meskipun  kalian dipimpin oleh seorang budak (Habsyi). Karena  orang-orang yang  hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan.  Hendaklah kalian  berpegang teguh kepada sunah-ku dan sunah Khulafaur  Rasyidin yang  diberi petunjuk (Allah). Peganglah kuat-kuat sunnah itu  dengan gigi  geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama)  karena semua  bid’ah adalah sesat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah   SAW telah memprediksi keadaan umat sepeniggal beliau nanti. Akan   terjadi perselisihan yang besar pada umat Rasulullah SAW. Karena itu   beliau juga berwasiat kepada para sahabatnya sebagai pegangan dikemudian   hari. Wasiat ini pun berlaku untuk kita, dan seluruh umat Rasulullah   SAW. Ada dua wasiat Rasulullah SAW yang digambarkan oleh sahabat seolah   menggetarkan hati dan mencucurkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;,  takwa kepada  Allah SWT dan tunduk kepada pemimpin. Ketakwaan kepada  Allah SWT adalah  bekal kunci, bekal utama bagi umat Islam. Barangsiapa  yang mengikuti  aturan-aturan Allah. Menjauhi larangan-Nya, dan  melaksanakan  perintah-Nya. Niscaya ia akan selamat dunia akhirat. Taat  kepada  pemimpin dapat meminimalisir perpecahan. Jika terjadi  pemberontakan  kepada pemimpin. Atau mosi tidak percaya kepada pemimpin.  Maka  pertumpahan darah tidak dapat dielakan. Sejarah telah banyak  mencatat  hal semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pun dijamin oleh Allah SWT,  firman-Nya,  “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah  Rasul-Nya,  dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan  pendapat  tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al  Qur'an) dan  Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada  Allah dan hari  kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan  lebih baik  akibatnya”. ( An Nissa [4] : 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;,  memegang teguh kuat-kuat  kepada sunah Rasulullah SAW dan sunah  Khulafaur Rasyidin. Seolah  menggigitnya dengan gigi geraham. Disini  betapa Rasulullah SAW sangat  mewanti-wanti kita tuk memegang teguh  sunah beliau. Jika kita perhatikan  ayat-ayat yang mengisyaratkan untuk  mentaati Allah SWT selalu  berdampingan dengan mentaati rasul-Nya. &lt;br /&gt;Lihat (Ali Imran [2] : 32), (An Nisa [4] : 13, 14, 59, 80), (Al Anfaal [8] : 24, 46), (Al Maidah [5] : 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal   ini menunjukan betapa pentingnya memegang teguh sunah Rasulullah SAW   serta menghidupakannnya. Begitu juga dengan sunah Khulafaur Rasyidin.   Empat sahabat yang kita kenal sebagai empat khalifah pertama. Yang   terkenal dengan kebagusan agamanya dan kecakapan dalam memimpin. Yaitu   Abu Bakar As Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi   Thalib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Nawawi bahwa yang dimaksud Khulafaur   Rasyidin adalah para khalifah yang empat yaitu; Abu Bakar, Umar, Utsman   dan Ali. Imam Ibnu Daqil ‘Ied juga menjelaskan bahwa mereka adalah   keempat khalifah tersebut berdasarkan ijma. Ibnu Taimiyah dalam Minhaju   As Sunah An Nabawiyah, menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW telah   mengabarkan tentang kepemimpinan mereka, “&lt;span style="color: blue;"&gt;Kekhalifahan  sesudahku  berlangsung selama tiga puluh tahun. Abu Bakar memegang  pemerintahan  selama 2 tahun, Umar 10 tahun, Utsman 12 tahun dan Ali 6  tahun&lt;/span&gt;”. Wallahu  a’lam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-7058033400674087798?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/7058033400674087798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/wasiat-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7058033400674087798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/7058033400674087798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/10/wasiat-rasulullah-saw.html' title='Wasiat Rasulullah SAW'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-3609121977289545967</id><published>2011-07-27T18:24:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T21:11:15.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dzikir'/><title type='text'>Dzikir Berjamaah Sejak Zaman Rosul SAW</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;Sekte wahabi muncul pada abad 14 hijriah, mereka ini merupakan penyakit dalam tubuh muslimin yg telah menyerang hampir seluruh Negara muslimin dimuka bumi. Mereka ini selalu mengada adakan dan mempermasalahkan hal hal yg tidak pernah dipermasalahkan oleh Ulama Besar, Para Imam, para Tabi’in, para sahabat, bahkan Rasul saw. Hal ini, tidak mengakategorikan Ibn Abdulwahhab sebagai Imam Madzhab, karena seorang Imam Madzhab adalah orang yg suci dari mencaci maki muslimin, apalagi menganggap musyrik pada ahli syahadat, atau menganggap perbuatan sahabat rasul radhiyallahu’anhum adalah Bid?ah munkarah. Imam madzhab adalah pewaris Rasul saw, orang yg berjiwa arif dan lidahnya selalu basah berdzikir kepada Allah, mendoakan yg sesat, mendoakan hidayah bagi orang kafir, demikian pulalah Lidah Rasul saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dzikir berjamaah sejak zaman Rasul saw, sahabat, tabi’in tak pernah dipermasalahkan, bahkan merupakan sunnah rasul saw, dan pula secara akal sehat, semua orang mukmin akan asyik berdzikir, dan hanya syaitan yg benci akan hangus terbakar dan tak tahan mendengar suara dzikir. kita bisa bandingkan mereka ini dari kelompok mukmin, atau kelompok syaitan yg sesat.., dengan cara mereka yg memprotes dzikir jamaah, telinga mereka panas, dan ingin segera kabur bila mendengar jamaah berdzikir.&lt;br /&gt;1). para sahabat berdoa bersama Rasul saw dengan melantunkan syair (Qasidah/Nasyidah) di saat menggali khandaq (parit) Rasul saw dan sahabat2 radhiyallhu?anhum bersenandung bersama sama dengan ucapan : “HAAMIIIM LAA YUNSHARUUN..”. (Kitab Sirah Ibn Hisyam Bab Ghazwat Khandaq). Perlu diketahui bahwa sirah Ibn Hisyam adalah buku sejarah yg pertama ada dari seluruh buku sejarah, yaitu buku sejarah tertua. Karena ia adalah Tabi’in.&lt;br /&gt;2). saat membangun Masjidirrasul saw : mereka bersemangat sambil bersenandung : “Laa ‘Iesy illa ‘Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhaajirah” setelah mendengar ini maka Rasul saw pun segera mengikuti ucapan mereka seraya bersenandung dengan semangat : “Laa ‘Iesy illa ‘Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhajirah.. ” (Sirah Ibn Hisyam Bab Hijraturrasul saw- bina’ masjidissyarif hal 116)&lt;br /&gt;3). ucapan ini pun merupakan doa Rasul saw demikian diriwayatkan dalam shahihain&lt;br /&gt;4). Firman Allah swt : “SABARKANLAH DIRIMU BERSAMA KELOMPOK ORANG ORANG YG BERDOA PADA TUHAN MEREKA SIANG DAN MALAM SEMATA MATA MENGINGINKAN KERIDHOAN NYA, DAN JANGANLAH KAU JAUHKAN PANDANGANMU (dari mereka), UNTUK MENGINGINKAN KEDUNIAWIAN.” (QS Alkahfi 28) Ayat ini turun ketika Salman Alfarisi ra berdzikir bersama para sahabat, maka Allah memerintahkan Rasul saw dan seluruh ummatnya duduk untuk menghormati orang2 yg berdzikir. Mereka (sekte wahabi) mengatakan bahwa ini tidak teriwayatkan bentuk dan tata cara dzikirnya, ah..ah?ah.. Dzikir ya sudah jelas dzikir.., menyebut nama Allah, mengingat Allah swt, adakah lagi ingin dicari pemahaman lain?,&lt;br /&gt;5). Sahabat Rasul radhiyallahu’anhum mengadakan shalat tarawih berjamaah, dan Rasul saw justru malah menghindarinya, mestinya merekapun shalat tarawih sendiri sendiri, kalau toh Rasul saw melakukannya lalu menghindarinya, lalu mengapa Generasi Pertama yg terang benderang dg keluhuran ini justru mengadakannya dengan berjamaah.., Sebab mereka merasakan ada kelebihan dalam berjamaah, yaitu syiar, ah..ah..ah.. mereka masih butuh syiar dibesarkan, apalagi kita dimasa ini..,&lt;br /&gt;maka kalau ada pertanyaan : “siapakah yg pertama kali mengajarkan Bid’ah hasanah?, maka kita dengan mudah menjawab, yg pertama kali mengajarkannya adalah para Sahabat Rasul saw, karena saat itu Umar ra setelah bersepakat dengan seluruh sahabat untuk jamaah tarawih, lalu Umar ra berkata : “WA NI’MAL BID’AH HADZIH..”. (inilah Bid’ah yg terindah). Siapa lebih tahu makna menghindari bid’ah?, Umar bin Khattab ra, makhluk nomer dua paling mulia di ummat ini bersama seluruh sahabat radhiyallahu’anhum.., atau madzhab sempalan abad ke 20 ini.&lt;br /&gt;6). Lalu para tabi’in sebab cinta mereka pada sahabat, maka mereka menggelari setiap menyebut nama sahabat dengan ucapan Radhiyalahu’anhu/ha/hum. Inipun tak pernah diajarkan oleh Rasul saw, tak pula pernah diajarkan oleh sahabat, walaupun itu berdalilkan beberapa ayat didalam alqur’an bahwa bagi mereka itu kerdhoan Allah, namun tak pernah ada perintah dari Rasul saw untuk menggelari setiap nama sahabat beliau saw dg ucapan radhiyallahu’anhu/ha/hum. Inipun Bid’ah hasanah, kita mengikuti Tabi’in mengucapkannya krn cinta kita pd Sahabat.&lt;br /&gt;7). Khalifah Umar bin Abdul Aziz menambahkan lagi dengan menyebut nyebut nama para Khulafa?urrasyidin dalam khotbah kedua pada khutbah jumat, Ied dll.., inipun bid?ah, tak pernah diperbuat oleh para Tabi’in, Sahabat, bahkan Rasul saw, namun diada adakan karena telah banyak kaum mu’tazilah yg mencaci sahabat dan melaknat para Khulafa’urrasyidin, maka hal ini mustahab saja, (baik dilakukan), tak ada pula yg benci dengan hal ini kecuali syaitan dan para tentaranya.&lt;br /&gt;Lalu kategori Bid’ah ini pun muncul entah darimana?, membawa hadits : “Semua Bid'ah adalah sesat dan semua sesat adalah di neraka”. Menimpakan hadits ini pada kelompok sahabat. Ah..ah..ah… adakah seorang muslim mengatakan orang yg memanggil nama Allah Yang Maha Tunggal, menyebut nama Allah dengan takdhim, berdoa dan bermunajat, mereka ini sesat dan di neraka?, Orang yg berpendapat ini berarti ia telah mengatakan seluruh nama nama diatas adalah penduduk neraka termasuk Umar bin Khattab ra dan seluruh sahabat, dan seluruh tabi?in, dan seluruh ulama ahlussunnah waljama’ah termasuk Sayyidina Muhammad saw, yg juga diperintah Allah untuk duduk bersama kelompok orang yg berdoa, dan beliau lah saw yg mengajarkan doa bersama sama.&lt;br /&gt;Kita di Majelis Majelis menjaharkan lafadz doa dan munajat untuk menyaingi panggung panggung maksiat yg setiap malam menggelegar dengan dahsyatnya menghancurkan telinga, berpuluh ribu pemuda dan remaja MEMUJA manusia manusia pendosa dan mengelu elukan nama mereka..&lt;br /&gt;Salahkah bila ada sekelompok pemuda mengelu-elukan nama Allah Yang Maha Tunggal?, menggemakan nama Allah?, apakah Nama Allah sudah tak boleh dikumandangkan lagi dimuka bumi?.??!! Seribu dalil mereka cari agar Nama Allah tak lagi dikumandangkan.. cukup berbisik bisik..!, sama dengan komunis yg melarang meneriakkan nama Allah, dan melarang kumpulan dzikir.. Adakah kita masih bisa menganggap kelompok wahabi ini adalah madzhab..?!!&lt;br /&gt;Kita Ahlussunnah waljama?ah berdoa, berdzikir, dengan sirran wa jahran, di dalam hati, dalam kesendirian, dan bersama sama. Sebagaimana Hadist Qudsiy Allah swt berfirman : “BILA IA (HAMBAKU) MENYEBUT NAMAKU DALAM DIRINYA, MAKA AKU MENGINGATNYA DALAM DIRIKU, BILA MEREKA MENYEBUT NAMAKAU DALAM KELOMPOK BESAR, MAKA AKUPUN MENYEBUT (membanggakan) NAMA MEREKA DALAM KELOMPOK YG LEBIH BESAR DAN LEBIH MULIA”. &lt;span style="color: #38761d;"&gt;(HR Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Saran saya, kita doakan saja madzhab sempalan abad ke 20 ini, agar mereka diberi hidayah dan kembali kepada kebenaran. Wahai Allah, telah terkotori permukaan Bumi Mu dengan sanubari sanubari yg disesatkan syaitan, maka hujankanlah hidayah Mu pada mereka agar mereka mau kembali pd kebenaran, beridolakan sang Nabi saw, beridolakan Muhajirin dan Anshar, berakhlak dengan akhlak mereka, sopan dan rendah hati sebagaimana mereka. Demi Kemuliaan Ramadhan, Demi Kemuliaan Shiyaam walqiyaam, Demi Kemuliaan Nuzululqur’an, dan Demi Kemuliaan Muhammad Rasulullah saw, amiin.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-3609121977289545967?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/3609121977289545967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/07/dzikir-berjamaah-sejak-zaman-rosul-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/3609121977289545967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/3609121977289545967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/07/dzikir-berjamaah-sejak-zaman-rosul-saw.html' title='Dzikir Berjamaah Sejak Zaman Rosul SAW'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-5027314257098573112</id><published>2011-06-03T02:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T02:16:37.492-07:00</updated><title type='text'>Dampak Maksiat Terhadap Iman</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;Maksiat adalah lawan ketaatan, baik itu dalam bentuk meninggalkan perintah maupun melakukan suatu larangan. Sedangkan iman, sebagaimana telah kita ketahui adalah 70 cabang lebih, yang tertinggi adalah ucapan "la ilaha illallah" dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cabang-cabang ini tidak bernilai atau berbobot sama, baik yang berupa mengerjakan (kebaikan) maupun me-ninggalkan (larangan). Karena itu maksiat juga berbeda-beda. Dan maksiat berarti keluar dari ketaatan. Jika ia dilakukan karena ingkar atau mendustakan maka ia bisa membatalkan iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah menceritakan tentang Fir'aun dengan firmanNya: "Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(An-Nazi'at: 21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan terkadang maksiat itu tidak sampai pada derajat tersebut sehingga tidak membuatnya keluar dari iman, tetapi memperburuk dan mengurangi iman. Maka siapa yang melakukan dosa besar seperti berzina, mencuri, minum-minuman yang memabukkan atau sejenisnya, tetapi tanpa meyakini kehalalannya, maka hilang rasa takut, khusyu' dan cahaya dalam hatinya; sekalipun pokok pembenaran dan iman tetap ada di hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika ia bertaubat kepada Allah dan mela-kukan amal shalih maka kembalilah khasyyah dan cahaya itu ke dalam hatinya. Apabila ia terus melakukan kemaksiatan maka bertambahlah kotoran dosa itu di dalam hatinya sampai menutupi serta menguncinya -na'udzubillah!-. Maka ia tidak lagi mengenal yang baik dan tidak me-ngingkari kemungkaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad dan lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: "Sesungguhnya orang mukmin itu jika berbuat dosa maka terbentuklah titik hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkan dan beristighfar maka mengkilaplah hatinya. Dan jika menambah (dosa) maka bertambahlah (bintik hitamnya) sampai menutupi hatinya. Itulah 'rain' yang disebut oleh Allah dalam Al-Quran: 'Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.' &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Al-Muthaffifin: 14, HR. Ahmad, II/297)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah perumpamaan yang menggambarkan pengaruh maksiat atas iman, yaitu bahwasanya iman itu seperti pohon besar yang rindang. Maka akar-akarnya adalah tashdiq (kepercayaan) dan dengan akar itulah ia hidup, sedangkan cabang-cabangnya adalah amal perbuatan. Dengan cabang itulah kelestarian dan hidupnya terjamin. Se-makin bertambah cabangnya maka semakin bertambah dan sempurna pohon itu, dan jika berkurang maka buruklah pohon itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika berkurang terus sampai tidak tersisa cabang maupun batangnya maka hilanglah nama pohon itu. Manakala akar-akar itu tidak mengeluarkan batang-batang dan cabang-cabang yang bisa berdaun maka keringlah akar-akar itu dan hancurlah ia dalam tanah. Begitu pula maksiat-maksiat dalam kaitannya dengan pohon iman, ia selalu membuat pengurangan dan aib dalam kesempurnaan dan keindahannya, sesuai dengan besar dan kecilnya atau banyak dan sedikitnya kemaksiatan tersebut. Wallahu a'lam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-5027314257098573112?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/5027314257098573112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/dampak-maksiat-terhadap-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5027314257098573112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/5027314257098573112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/dampak-maksiat-terhadap-iman.html' title='Dampak Maksiat Terhadap Iman'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-849387327944154511</id><published>2011-06-03T02:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T02:14:15.078-07:00</updated><title type='text'>Hukum Pelaku Dosa Besar</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #993399; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dosa Terbagi Menjadi Dosa Besar Dan Kecil&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1. Dosa Besar (Kabirah)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Yaitu setiap dosa yang mengharuskan adanya had di dunia atau yang diancam oleh Allah dengan Neraka atau laknat atau murkaiNya. Adapula yang berpendapat, dosa besar adalah setiap maksiat yang dilakukan seseorang dengan terang-terangan (berani) serta meremehkan dosanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dosa besar adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: "Jauhilah olehmu tujuh dosa yang membinasakan. Mereka bertanya, 'Apa itu?' Beliau menjawab, Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri pada waktu peperangan, menuduh berzina wanita-wanita suci yang mukmin dan lalai dari kemaksiatan." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2. Dosa Kecil (Shaghirah)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Yaitu segala dosa yang tidak mempunyai had di dunia, juga tidak terkena ancaman khusus di akhirat. Ada pula yang berpendapat bahwa dosa kecil adalah setiap kemaksiatan yang dilakukan karena alpa atau lalai dan tidak henti-hentinya orang itu menyesali perbuatannya, sehingga rasa kenikmatannya dengan maksiat tersebut terus memudar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dosa kecil adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: "Dicatat atas bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia mendapatkannya tidak mungkin tidak; maka dua mata zinanya adalah memandang, dua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, dua kaki zinanya adalah melangkah, dan hati adalah menginginkan dan mendambakan, hal itu dibenarkan oleh kemaluan atau didusta-kanya." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(HR. Muslim, no. 2657)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil pembagian dosa menjadi besar dan kecil adalah firman Allah: "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Surga)." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(An-Nisa': 31)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Yaitu) orang yang mejauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunanNya."&lt;span style="color: #009900;"&gt; (An-Najm: 32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar, Ibnu Abbas dan yang lain bahwasanya mereka berkata: "Tidak ada dosa besar dengan beristighfar dan tidak ada dosa kecil (jika dilakukan) dengan terus-menerus." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #993399; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Madzhab Ahlus Sunnah Tentang Pelaku Dosa Besar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya orang yang melakukan dosa besar tidaklah menjadi kafir jika dia termasuk ahli tauhid dan ikhlas. Tetapi ia adalah mukmin dengan keimanannya dan fasik dengan dosa besarnya, dan ia berada di bawah kehendak Allah. Apabila berkehendak, Dia mengampuninya dan apabila Ia berkehendak pula, maka Ia menyiksa di Neraka karena dosanya, kemudian Ia mengeluarkannya dan tidak menjadikannya kekal di Neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;kelompok-kelompok sesat yang ekstrim dalam hal ini&lt;/span&gt;. Mereka adalah: &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;1. Murji'ah:&lt;/span&gt; Golongan yang menyatakan maksiat tidak membahayakan (berpengaruh buruk) bagi orang beriman, sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat bagi orang kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;2. Mu'tazilah:&lt;/span&gt; Mereka yang mengatakan bahwa orang yang berdosa besar ini tidak mukmin dan tidak juga kafir, tetapi ia berada pada tingkatan yang ada diantara dua tingkatan tersebut. Namun demikian, apabila ia keluar dari dunia tanpa bertaubat maka ia kekal di Neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;3. Khawarij:&lt;/span&gt; Mereka mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir dan kekal di Neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #993399; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalil-dalil Ahlus Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Ahlus Sunnah berhujjah dengan dalil-dalil yang banyak sekali dari Al-Qur'an dan Al-Hadits, di antaranya: &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;1.&lt;/span&gt; Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala: "Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah me-nyukai orang-orang yang berbuat adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."&lt;span style="color: #009900;"&gt; (Al-Hujarat: 9-10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segi istidlal (pengambilan dalil)-nya: Allah tetap mengakui ke-manan pelaku dosa peperangan dari orang-orang mukmin dan bagi para pembangkang dari sebagian golongan atas sebagian yang lain, dan Dia menjadikan mereka menjadi bersaudara. Dan Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk mendamaikan antara saudara-saudara mereka seiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;2.&lt;/span&gt; Abu Said Al-Khudri Radhiallaahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: "Allah memasukkan penduduk Surga ke Surga. Dia memasukkan orang-orang yang Ia kehendaki dengan rahmatNya. Dan Ia memasukkan penduduk Neraka. Kemudian berfirman, 'Lihatlah, orang yang engkau dapatkan dalam hatinya iman seberat biji sawi maka keluarkanlah ia.' Maka dikeluarkanlah mereka dari Neraka dalam keadaan hangus terbakar, lalu mereka dilemparkan ke dalam sungai kehidupan atau air hujan, maka mereka tumbuh di situ seperti biji-bijian yang tumbuh di pinggir aliran air. Tidakkah engkau melihat bagaimana ia keluar berwarna kuning melingkar?" &lt;span style="color: #009900;"&gt;(HR. Muslim, I/172 dan Bukhari, IV/158)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segi istidlal-nya, adalah tidak kekalnya orang-orang yang berdosa besar di Neraka, bahkan orang yang dalam hatinya terdapat iman yang paling rendah pun akan dikeluarkan dari Neraka, dan iman seperti ini tidak lain hanyalah milik orang-orang yang penuh dengan kemaksiatan dengan melakukan berbagai larangan serta meninggalkan kewajiban-kewajiban.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-849387327944154511?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/849387327944154511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/hukum-pelaku-dosa-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/849387327944154511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/849387327944154511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/hukum-pelaku-dosa-besar.html' title='Hukum Pelaku Dosa Besar'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-3199504665559096611</id><published>2011-06-03T02:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T02:11:13.118-07:00</updated><title type='text'>Hal-Hal Yang Membatalkan Iman</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Pembatal iman atau &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;"nawaqidhul iman"&lt;/span&gt; adalah sesuatu yang dapat menghapuskan iman sesudah iman masuk didalamnya yakni antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;1. Mengingkari rububiyah Allah&lt;/span&gt; atau sesuatu dari kekhususan-kekhususanNya, atau mengaku memiliki sesuatu dari kekhususan tersebut atau membenarkan orang yang mengakuinya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan mereka berkata, ‘Kehidupan ini tak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa', dan mereka sekali-kali tidak mempu-nyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Al-Jatsiyah: 24)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;2. Sombong serta menolak beribadah kepada Allah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembahNya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepadaNya. Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal shalih, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan me-nambah untuk mereka sebagian dari karuniaNya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripadaNya." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(An-Nisa': 172-173)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;3. Menjadikan perantara dan penolong yang ia sembah atau ia mintai (pertolongan) selain Allah.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemadharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, 'Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah'. Katakanlah, 'Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya baik di langit dan tidak (pula) di bumi? Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu)." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Yunus: 18)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do'a yang benar. Dan berhala-berhala yang meraka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do'a (ibadah) orang-orang itu, hanyalah sia-sia belaka."&lt;span style="color: #009900;"&gt; (Ar-Radu: 14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;4. Menolak sesuatu yang ditetapkan Allah untuk diriNya atau yang ditetapkan oleh RasulNya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Begitu pula orang yang menyifati seseorang (makhluk) dengan sesuatu sifat yang khusus bagi Allah, seperti ilmu Allah. Termasuk juga menetapkan sesuatu yang dinafikan Allah dari diriNya atau yang telah dinafikan dariNya oleh RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman kepada Rasulnya: "Katakanlah, Dialah Allah, yang Mahaesa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Al-Ikhlas: 1-4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya milik Allah asma' husna , maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma' husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan."&lt;span style="color: #009900;"&gt; (Al-A’raf: 180)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepadaNya. Apakah kamu mengetahui ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?" &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Maryam: 65)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;5. Mendustakan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tentang sesuatu yang beliau bawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulNya); kepada mereka telah datang rasul-rasulNya dengan mambawa mu'jizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. Kemudian Aku adzab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaanKu." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Fathir: 25-26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;6. Berkeyakinan bahwa petunjuk Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak sempurna &lt;/span&gt;atau menolak suatu hukum syara' yang telah Allah turunkan kepadanya, atau meyakini bahwa selain hukum Allah itu lebih baik, lebih sempurna dan lebih memenuhi hajat manusia, atau meyakini kesamaan hukum Allah dan RasulNya dengan hukum yang selainnya, atau meyakini dibolehkannya berhukum dengan selain hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak ber-hakim kepada thagut itu, padahal mereka telah diperintah meng-ingkari thagut itu. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya."&lt;span style="color: #009900;"&gt; (An-Nisa': 60)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(An-Nisa': 65)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Al-Maidah: 44)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;7. Tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu tentang kekafiran mereka,&lt;/span&gt; sebab hal itu berarti meragukan apa yang dibawa oleh baginda Rasul Shalallaahu alaihi wasalam.&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "…dan mereka berkata, Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Ibrahim: 9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;8. Mengolok-olok atau mengejek-ejek Allah atau Al-Qur'an atau agama Islam&lt;/span&gt; atau pahala dan siksa dan yang sejenisnya, atau mengolok-olok Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atau seorang nabi, baik itu gurauan maupun sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesung-guhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(At-Taubah: 65-66)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;9. Membantu orang musyrik atau menolong mereka untuk memusuhi orang muslim. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi pemimpin yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesung-guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."&lt;span style="color: #009900;"&gt; (Al-Maidah: 51)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;10. Meyakini bahwa orang-orang tertentu boleh keluar dari ajaran Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, dan tidak wajib mengikuti ajaran beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagimu." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Al-Maidah: 3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;11. Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajarinya serta tidak mau mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(As-Sajdah: 22)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebagian pembatal-pembatal iman yang paling nyata. Masih banyak pembatal-pembatal iman yang lain seperti sihir, menolak Al-Qur’an baik sebagian maupun keseluruhannya, atau meragukan ke-mu'jizatannya atau menghina mushaf atau sebagiannya, atau menghalalkan sesuatu yang sudah disepakati keharamannya seperti zina atau khamar, atau menghujat agama serta mencelanya.&lt;br /&gt;Na'udzu billah min dzalik. Wallahu a'lam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-3199504665559096611?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/3199504665559096611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/hal-hal-yang-membatalkan-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/3199504665559096611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/3199504665559096611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/hal-hal-yang-membatalkan-iman.html' title='Hal-Hal Yang Membatalkan Iman'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-2171663390924057175</id><published>2011-06-03T02:04:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T02:04:43.264-07:00</updated><title type='text'>Rukun Iman dan Cabang-cabangnya</title><content type='html'>&lt;span style="color: #993399; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Rukun-rukun Iman&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yang dimaksud rukun iman adalah sesuatu yang menjadi sendi tegaknya iman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Rukun iman ada enam: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;1. Iman kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;2. Iman kepada para malaikat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;3. Iman kepada kitab-kitab samawiyah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;4. Iman kepada para rasul &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;5. Iman kepada hari Akhir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;6. Iman kepada takdir Allah, yang baik maupun yang buruk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalilnya adalah jawaban Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika Jibril bertanya padanya tentang iman:&lt;br /&gt;"Engkau beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitab-Nya, para rasulNya, kepada hari akhir Akhir dan engkau ber-iman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(HR. Al-Bukhari, I/19,20 dan Muslim , I/37)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Cabang-cabang Iman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cabang-cabang iman bermacam-macam, jumlahnya banyak, lebih dari 72 cabang. Dalam hadits lain disebutkan bahwa cabang-cabangnya lebih dari 70 buah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalil cabang-cabang iman adalah hadits Muslim dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;"Iman itu tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih; yang paling utama adalah ucapan "la ilaha illallahu" dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan (kotoran) dari tengah jalan, sedangkan rasa malu itu (juga) salah satu cabang dari iman." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(HR. Muslim, I/63)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Beliau Shalallaahu alaihi wasalam menjelaskan bahwa cabang yang paling utama adalah tauhid, yang wajib bagi setiap orang, yang mana tidak satu pun cabang iman itu menjadi sah kecuali sesudah sahnya tauhid tersebut. Adapun cabang iman yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu kaum muslimin, di antaranya dengan menyingkirkan duri atau batu dari jalan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lalu, di antara ke dua cabang tersebut terdapat cabang-cabang lain seperti cinta kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, cinta kepada saudara muslim seperti mencintai diri sendiri, jihad dan sebagainya. Beliau tidak menjelaskan cabang-cabang iman secara keseluruhan, maka para ulama berijtihad menetapkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Al-Hulaimi, pe-ngarang kitab "Al-Minhaj" menghitungnya ada 77 cabang, sedangkan Al-Hafizh Abu Hatim Ibnu Hibban menghitungnya ada 79 cabang iman. Sebagian dari cabang-cabang iman itu ada yang berupa rukun dan ushul, yang dapat menghilangkan iman manakala ia ditinggalkan, seperti mengingkari adanya hari Akhir; dan sebagiannya lagi ada yang bersifat furu', yang apabila meninggalkannya tidak membuat hilang-nya iman, sekalipun tetap menurunkan kadar iman dan membuat fasik, seperti tidak memuliakan tetangga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Terkadang pada diri seseorang terdapat cabang-cabang iman dan juga cabang-cabang nifak (kemunafikan). Maka dengan cabang-cabang nifak itu ia berhak mendapatkan siksa, tetapi tidak kekal di Neraka, karena di hatinya masih terdapat cabang-cabang iman. Siapa yang seperti ini kondisinya maka ia tidak bisa disebut sebagai mukmin yang mutlak, yang terkait dengan janji-janji tentang Surga, rahmat di Akhirat dan selamat dari siksa. Sementara orang-orang mukmin yang mutlak juga berbeda-beda dalam tingkatannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Wallahu a'lam!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7383846584272127043-2171663390924057175?l=muisto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muisto.blogspot.com/feeds/2171663390924057175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/rukun-iman-dan-cabang-cabangnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2171663390924057175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7383846584272127043/posts/default/2171663390924057175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muisto.blogspot.com/2011/06/rukun-iman-dan-cabang-cabangnya.html' title='Rukun Iman dan Cabang-cabangnya'/><author><name>muisto.operator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14967883075865947430</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7383846584272127043.post-7976971857651388429</id><published>2011-06-03T01:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T01:59:15.701-07:00</updated><title type='text'>Hakikat Iman</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada me-reka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar-nya." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Al-Anfal: 2-4)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rizki (nikmat) yang mulia." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(Al-Anfal: 74)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam ayat-ayat yang pertama Allah menyebutkan orang-orang yang lembut hatinya dan takut kepada Allah ketika namaNya dise-but, keyakinan mereka bertambah dengan mendengar ayat-ayat Allah. Mereka tidak mengharapkan kepada selainNya, tidak menyerahkan hati mereka kecuali kepadaNya, tidak pula meminta hajat kecuali ke-padaNya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mereka mengetahui, Dialah semata yang mengatur kerajaanNya tanpa ada sekutu. Mereka menjaga pelaksanaan seluruh ibadah fardhu dengan memenuhi syarat, rukun dan sunnahnya. Mereka adalah orang mukmin yang benar-benar beriman. Allah menjanjikan mereka derajat yang tinggi di sisiNya, sebagaimana mereka juga memperoleh pahala dan ampunanNya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kemudian dalam ayat yang kedua Allah menyifati para sahabat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, baik Muhajirin maupun Anshar dengan iman yang sebenar-benarnya, karena iman mereka yang kokoh dan amal perbuatan mereka yang menjadi buah dari iman tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Telah kita ketahui bersama lafazh iman, baik secara bahasa maupun munurut istilah. Sebagaimana kita juga mengetahui bahwa madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah memasukkan amal ke dalam makna iman, dan bahwa iman itu bisa bertambah, juga bisa berkurang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bertambah karena bertambahnya amal shalih dan keyakinan dan berkurang karena berkurangnya hal tersebut. Kemudian kita juga mengetahui sebagian besar dalil-dalilnya. Berikut ini kita akan menambah keterangan tentang makna Islam dan iman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;Islam Dan Iman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di dalam Islam dan iman terkumpul agama secara keseluruhan. Sebagaimana Nabi Shalallaahu alaihi wasalam membedakan makna Islam, iman dan ihsan. Dalam hadits Jibril, Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa ia berkata,&lt;br /&gt;"Ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pada suatu hari keluar berkumpul dengan para sahabat, tiba-tiba datanglah Jibril dan bertanya, "Apakah iman itu?" Beliau menjawab, "Iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan engkau beriman dengan hari Kebangkitan." Dia bertanya lagi, "Apakah Islam itu?" Beliau menjawab, "Islam adalah engkau menyembah Allah dan tidak berbuat syirik kepadaNya, engkau mendirikan shalat, membayar zakat yang diwajibkan, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah." Dia bertanya lagi, "Apakah ihsan itu?" Beliau menjawab, "Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatNya. Jika engkau tidak dapat melihatNya maka sesungguh-nya Ia melihatmu." Dia bertanya lagi, "Lalu kapankah Kiamat tiba?" Beliau menjawab, "Orang yang ditanya tentang Kiamat tidak lebih mengetahui daripada si penanya. Tetapi saya beritahukan kepadamu beberapa tandanya, yaitu jika wanita budak melahirkan tuannya, jika para penggembala unta hitam telah berlomba-lomba meninggikan bangunan. (Ilmu tentang) hari Kiamat termasuk dalam lima perkara yang tidak diketahui kecuali oleh Allah." Kemudian dia pergi, lalu nabi bersabda, "Kembalikan dia!" Tetapi orang-orang tidak melihat sesuatu. Beliau kemudian bersabda, "Dia ada-lah Jibril, datang kemari untuk mengajari manusia tentang agama-nya." &lt;span style="color: #009900;"&gt;(HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Iman, Bab Su’alu Jibril An-Nabi wa anil Iman wal Islam wal Ihsan, no. 50). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Islam &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam banyak menamakan beberapa perkara dengan sebutan Islam, umpamanya: taslimul qalbi (penyerahan hati), Salama-tunnas minal lisan wal yad (tidak menyakiti orang lain dengan lisan dan tangan), memberi makan, serta ucapan yang baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Semua perkara ini, yang disebut Rasulullah sebagai Islam mengandung nilai penyerahan diri, ketundukkan dan kepatuhan yang nyata. Hukum Islam terwujud dan terbukti dengan dua kalimat syahadat, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ini semua adalah syiar-syiar Islam yang paling tampak. Seseorang yang melaksanakannya berarti sempurnalah peng-hambaannya. Apabila ia meninggalkannya berarti ia tidak tunduk dan berserah diri. Lalu penyerahan hati, yakni ridha dan taat, dan tidak menggang-gu orang lain, baik dengan lisan atau tangan, ia menunjukkan adanya rasa ikatan ukhuwah imaniyah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sedangkan tidak menyakiti orang lain merupakan bentuk ketaatan menjalankan perintah agama, yang memang menganjurkan kebaikan dan melarang mengganggu orang lain serta memerintahkan agar mendermakan dan menolong serta men-cintai perkara-perkara yang baik. Ketaatan seseorang dengan berbagai hal tersebut juga hal lainnya adalah termasuk sifat terpuji, yakni jenis kepatuhan dan ketaatan, dan ia merupakan gambaran yang nyata ten-tang Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal-hal tersebut mustahil dapat terwujud tanpa pembenaran hati (iman). Dan berbagai hal itulah yang disebut sebagai Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Iman&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kita telah mengetahui jawaban Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam hadits Jibril . Beliau juga menyebut hal-hal lain sebagai iman, seperti akhlak yang baik, bermurah hati, sabar, cinta Rasul Shalallaahu alaihi wasalam, cinta sahabat, rasa malu dan sebagainya. Itu semua adalah iman yang merupakan pembenaran batin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tidak ada sesuatu yang mengkhususkan iman untuk hal-hal yang bersifat batin belaka. Justru yang ada adalah dalil yang menunjukkan bahwa amal-amal lahiriah juga disebut iman. Sebagiannya adalah apa yang telah disebut Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sebagai Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Beliau telah menafsirkan iman kepada utusan Bani Abdil Qais dengan penafsiran Islam yang ada dalam hadits Jibril. Sebagaimana yang ada dalam hadits syu'abul iman (cabang-cabang iman). Rasululah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Yang paling tinggi adalah ucapan, 'La ilaha illallah' dan yang paling rendah meyingkirkan gangguan dari jalan." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Padahal apa yang terdapat di antara keduanya adalah amalan lahiriah dan batiniah. Sudah diketahui bersama bahwa beliau tidak memaksudkan hal-hal tersebut menjadi iman kepada Allah tanpa disertai iman dalam hati, sebagaimana telah dijelaskan dalam banyak dalil syar'i tentang pentingnya iman dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jadi syiar-syiar atau amalan-amalan yang bersifat lahiriah yang disertai dengan iman dalam dada itulah yang disebut iman. Dan makna Islam mencakup pembenaran hati dan amalan perbuatan, dan itulah istislam (penyerahan diri) kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berdasarkan ulasan tersebut maka dapat dikatakan, sesungguhnya sebutan Islam dan iman apabila bertemu dalam satu tempat maka Islam ditafsirkan dengan amalan-amalan lahiriah, sedangkan iman ditafsirkan dengan keyakinan-keyakinan batin. Tetapi, apabila dua istilah itu di-pisahkan atau disebut sendiri-sendiri, maka yang ditafsiri dengan yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Artinya Islam itu ditafsiri dengan keyakinan dan amal, sebagaimana halnya iman juga ditafsiri demikian. Keduanya adalah wajib, ridha Allah tidak dapat diperoleh dan siksa Allah tidak dapat dihindarkan kecuali dengan kepatuhan lahiriah disertai dengan keyakinan batiniah. Jadi tidak sah pemisahan antara keduanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seseorang tidak dapat menyempurnakan iman dan Islamnya yang telah diwajibkan atasnya kecuali dengan mengerjakan perintah dan menjauhkan diri dari laranganNya. Sebagaimana kesempurnaan tidak mengharuskan sampainya pada puncak yang dituju, karena adany
